Seputar Kaltim

    Desa-Desa di Kaltim Bakal Jadi Primadona Wisata, Gara-gara ini!

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Maret 2025 pukul 16:02 WITA

    Kepala Dinas Pariwisata, Ririn Sari Dewi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kalimantan Timur (Kaltim) sedang bersiap-siap untuk mengubah wajah pariwisatanya. Bukan lagi soal kota besar, tapi desa-desa yang selama ini mungkin terlewatkan. 

    Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim lagi ngebut bikin aturan baru, Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengembangan desa wisata dan budaya. 

    Dalam hal ini Tujuan dibentuknya ini adalah bikin desa-desa di Kaltim jadi destinasi wisata yang "Jos Pol", sesuai dengan program andalan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

    Menurut kebanyakan warga Kaltim, terutama warga Samarinda dan Balikpapan, liburan seringkali bertempat di sebagian wilayah kota seperti mal dan pantai.

    Namun menurut Kepala Dispar, Ririn Sari Dewi untuk liburan di Kaltim bukan cuma soal mal atau pantai yang itu-itu saja, tapi bisa merasakan langsung kehidupan desa yang otentik, budayanya yang kaya, dan alamnya yang masih asri. 

    Ini yang jadi fokus Dispar Kaltim. Mereka melihat, potensi desa-desa di Kaltim itu luar biasa, tapi belum digarap maksimal.

    "Kita ingin desa-desa di Kaltim punya daya tarik sendiri, jadi pilihan wisatawan yang mencari pengalaman berbeda," kata Ririn.

    Adapun Pergub yang akan digodok tersebut berisi tentang klasifikasi dan standarisasi, yakni setiap desa wisata bakal punya standar kualitas, jadi wisatawan tahu apa yang mereka dapatkan.

    “Selain itu terdapat pengelolaan dan pembinaan, dari pemerintah akan bantu desa-desa mengelola potensi wisatanya, dari pelatihan sampai promosi,” tuturnya. 

    Adapun instrumen yang penting adalah infrastruktur, termasuk jalan, listrik, air bersih, semua akan dibenahi agar wisatawan nyaman. “Hingga pemberdayaan masyarakat desa akan jadi pelaku utama, bukan cuma penonton,” ujarnya.

    Dispar Kaltim tidak jalan sendiri. Ririn menyebut pihaknya akan menggandeng banyak pihak, mulai dari akademisi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), pemerintah desa, sampai instansi-instansi terkait di tingkat provinsi. 

    “Tujuannya, aturan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” katanya.

    Targetnya pergub ini selesai April 2025. Bersamaan dengan peresmian Creative Hub Pariwisata di Temindung, Samarinda. 

    “Jadi, siap-siap saja, tahun depan desa-desa di Kaltim bakal jadi primadona baru pariwisata,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Desa-Desa di Kaltim Bakal Jadi Primadona Wisata, Gara-gara ini!

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Maret 2025 pukul 16:02 WITA

    Kepala Dinas Pariwisata, Ririn Sari Dewi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kalimantan Timur (Kaltim) sedang bersiap-siap untuk mengubah wajah pariwisatanya. Bukan lagi soal kota besar, tapi desa-desa yang selama ini mungkin terlewatkan. 

    Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim lagi ngebut bikin aturan baru, Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengembangan desa wisata dan budaya. 

    Dalam hal ini Tujuan dibentuknya ini adalah bikin desa-desa di Kaltim jadi destinasi wisata yang "Jos Pol", sesuai dengan program andalan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

    Menurut kebanyakan warga Kaltim, terutama warga Samarinda dan Balikpapan, liburan seringkali bertempat di sebagian wilayah kota seperti mal dan pantai.

    Namun menurut Kepala Dispar, Ririn Sari Dewi untuk liburan di Kaltim bukan cuma soal mal atau pantai yang itu-itu saja, tapi bisa merasakan langsung kehidupan desa yang otentik, budayanya yang kaya, dan alamnya yang masih asri. 

    Ini yang jadi fokus Dispar Kaltim. Mereka melihat, potensi desa-desa di Kaltim itu luar biasa, tapi belum digarap maksimal.

    "Kita ingin desa-desa di Kaltim punya daya tarik sendiri, jadi pilihan wisatawan yang mencari pengalaman berbeda," kata Ririn.

    Adapun Pergub yang akan digodok tersebut berisi tentang klasifikasi dan standarisasi, yakni setiap desa wisata bakal punya standar kualitas, jadi wisatawan tahu apa yang mereka dapatkan.

    “Selain itu terdapat pengelolaan dan pembinaan, dari pemerintah akan bantu desa-desa mengelola potensi wisatanya, dari pelatihan sampai promosi,” tuturnya. 

    Adapun instrumen yang penting adalah infrastruktur, termasuk jalan, listrik, air bersih, semua akan dibenahi agar wisatawan nyaman. “Hingga pemberdayaan masyarakat desa akan jadi pelaku utama, bukan cuma penonton,” ujarnya.

    Dispar Kaltim tidak jalan sendiri. Ririn menyebut pihaknya akan menggandeng banyak pihak, mulai dari akademisi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), pemerintah desa, sampai instansi-instansi terkait di tingkat provinsi. 

    “Tujuannya, aturan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” katanya.

    Targetnya pergub ini selesai April 2025. Bersamaan dengan peresmian Creative Hub Pariwisata di Temindung, Samarinda. 

    “Jadi, siap-siap saja, tahun depan desa-desa di Kaltim bakal jadi primadona baru pariwisata,” tutupnya.

    (Sf/Rs)