Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Dermaga speedboat Penajam yang mengalami kerusakan menahun akan mendapat perbaikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan anggaran sekitar Rp400 juta melalui APBD Perubahan 2026.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, mengatakan anggaran tersebut diperoleh setelah Pemkab PPU berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim.
Perbaikan tahun ini diprioritaskan untuk bagian dermaga yang berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang.
"Konsultasi kami dengan Dinas Perhubungan Provinsi, alhamdulillah ada sedikit peluang. Untuk 2026 ini, perbaikan dermaga ada dibantu anggaran sekitar Rp400 juta untuk dermaga speedboat," kata Waris, Rabu (2/9/2026).
Kerusakan di dermaga terlihat pada sejumlah bagian, mulai dari tiang penyangga yang keropos hingga jembatan yang tidak lagi utuh. Kondisi tersebut sebelumnya juga sempat menyebabkan penumpang terperosok saat melintas.
Waris mengatakan anggaran Rp400 juta akan dimaksimalkan untuk membenahi bagian-bagian yang mendesak. Salah satunya tangga dermaga yang juga mengalami kerusakan.
"Bagian tangga kan juga rusak. Jadi mudah-mudahan Rp400 juta itu kita maksimalkan dulu," ujarnya.
Perbaikan tersebut, kata Waris, belum mencakup penataan kawasan secara keseluruhan. Pemkab PPU mengusulkan penataan kawasan yang menjadi pintu masuk Penajam dari jalur laut itu dengan nilai sekitar Rp21 miliar dan ditargetkan mulai ditangani pada 2027.
Rancangan penataan tidak hanya menyasar bangunan dermaga. Kawasan tersebut nantinya dirancang lebih representatif dengan ruang aktivitas UMKM, pusat kuliner hingga area parkir yang aman dan nyaman.
"Anggaran besar itu bertahap. Kalau yang ada sekarang untuk perbaikan dermaga sementara," ucapnya.
Menurut Waris, pembenahan dermaga menjadi kebutuhan mendesak karena jalur tersebut bukan hanya melayani mobilitas penumpang, tetapi juga menjadi akses angkutan kebutuhan masyarakat menuju Penajam.
Keselamatan penumpang, kata dia, menjadi prioritas sebelum penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Dermaga speedboat Penajam yang mengalami kerusakan menahun akan mendapat perbaikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan anggaran sekitar Rp400 juta melalui APBD Perubahan 2026.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, mengatakan anggaran tersebut diperoleh setelah Pemkab PPU berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim.
Perbaikan tahun ini diprioritaskan untuk bagian dermaga yang berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang.
"Konsultasi kami dengan Dinas Perhubungan Provinsi, alhamdulillah ada sedikit peluang. Untuk 2026 ini, perbaikan dermaga ada dibantu anggaran sekitar Rp400 juta untuk dermaga speedboat," kata Waris, Rabu (2/9/2026).
Kerusakan di dermaga terlihat pada sejumlah bagian, mulai dari tiang penyangga yang keropos hingga jembatan yang tidak lagi utuh. Kondisi tersebut sebelumnya juga sempat menyebabkan penumpang terperosok saat melintas.
Waris mengatakan anggaran Rp400 juta akan dimaksimalkan untuk membenahi bagian-bagian yang mendesak. Salah satunya tangga dermaga yang juga mengalami kerusakan.
"Bagian tangga kan juga rusak. Jadi mudah-mudahan Rp400 juta itu kita maksimalkan dulu," ujarnya.
Perbaikan tersebut, kata Waris, belum mencakup penataan kawasan secara keseluruhan. Pemkab PPU mengusulkan penataan kawasan yang menjadi pintu masuk Penajam dari jalur laut itu dengan nilai sekitar Rp21 miliar dan ditargetkan mulai ditangani pada 2027.
Rancangan penataan tidak hanya menyasar bangunan dermaga. Kawasan tersebut nantinya dirancang lebih representatif dengan ruang aktivitas UMKM, pusat kuliner hingga area parkir yang aman dan nyaman.
"Anggaran besar itu bertahap. Kalau yang ada sekarang untuk perbaikan dermaga sementara," ucapnya.
Menurut Waris, pembenahan dermaga menjadi kebutuhan mendesak karena jalur tersebut bukan hanya melayani mobilitas penumpang, tetapi juga menjadi akses angkutan kebutuhan masyarakat menuju Penajam.
Keselamatan penumpang, kata dia, menjadi prioritas sebelum penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh.
(Sf/Rs)