Seputar Kaltim

    Dermaga 2 Ditutup, Pelabuhan Feri Penajam Hanya Andalkan Satu Dermaga Selama 10 Hari

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    03 Juni 2026 pukul 19:45 WITA

    Dermaga 2 Pelabuhan Feri Penajam akan ditutup sementara mulai 5 hingga 14 Juni untuk perbaikan breasting dolphin. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Operasional Pelabuhan Penyeberangan Penajam bakal bertumpu pada satu dermaga selama 10 hari ke depan. Dermaga 2 ditutup sementara mulai 5 hingga 14 Juni 2026 untuk perbaikan breasting dolphin atau struktur penahan kapal saat bersandar yang sebelumnya roboh setelah tertabrak kapal.

    Kepala ASDP Penajam, Heru Susanto, memastikan penutupan tersebut tidak menghentikan layanan penyeberangan Penajam-Kariangau. Seluruh aktivitas kapal dialihkan ke Dermaga 1 selama proses perbaikan berlangsung.

    "Penutupan ini sifatnya sementara, bukan permanen. Kami melakukan pengecoran breasting dolphin yang sebelumnya roboh akibat terbentur kapal," kata Heru kepada Seputarfakta.com, Rabu (3/6/2026). 

    Ia menjelaskan pekerjaan pemancangan dan pembesian telah rampung. Tahapan berikutnya adalah pengecoran sehingga area Dermaga 2 harus ditutup demi keselamatan pekerjaan.

    Menurut Heru, penutupan satu dermaga dipastikan berdampak pada pola operasional pelabuhan, sebab aelama ini aktivitas penyeberangan ditopang oleh dua dermaga.

    "Kalau gangguan layanan pasti ada karena biasanya dua dermaga beroperasi. Sekarang tinggal satu dermaga yang digunakan penuh," ujar dia.

    Potensi antrean dan penumpukan kapal juga diakui tidak dapat dihindari. Namun ASDP bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) telah menyusun skema operasional untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jasa.

    Menurut Heru, pengaturan jadwal sandar dan keberangkatan kapal selama masa penutupan sepenuhnya ditetapkan oleh BPTD.

    "Kami sudah rapat dengan KSOP dan BPTD. Jadwal operasional kapal selama penutupan sudah diatur agar pelayanan tetap berjalan," katanya.

    Saat ini terdapat 17 kapal yang melayani lintasan Penajam-Kariangau. Meski kapasitas sandar berkurang, ASDP memastikan layanan prioritas seperti ambulans tetap mendapat akses penyeberangan.

    Pihak ASDP pun telah menyebarluaskan informasi penutupan sementara tersebut kepada pengguna jasa serta instansi terkait agar masyarakat dapat menyesuaikan jadwal perjalanan selama proses perbaikan berlangsung.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dermaga 2 Ditutup, Pelabuhan Feri Penajam Hanya Andalkan Satu Dermaga Selama 10 Hari

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    03 Juni 2026 pukul 19:45 WITA

    Dermaga 2 Pelabuhan Feri Penajam akan ditutup sementara mulai 5 hingga 14 Juni untuk perbaikan breasting dolphin. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Operasional Pelabuhan Penyeberangan Penajam bakal bertumpu pada satu dermaga selama 10 hari ke depan. Dermaga 2 ditutup sementara mulai 5 hingga 14 Juni 2026 untuk perbaikan breasting dolphin atau struktur penahan kapal saat bersandar yang sebelumnya roboh setelah tertabrak kapal.

    Kepala ASDP Penajam, Heru Susanto, memastikan penutupan tersebut tidak menghentikan layanan penyeberangan Penajam-Kariangau. Seluruh aktivitas kapal dialihkan ke Dermaga 1 selama proses perbaikan berlangsung.

    "Penutupan ini sifatnya sementara, bukan permanen. Kami melakukan pengecoran breasting dolphin yang sebelumnya roboh akibat terbentur kapal," kata Heru kepada Seputarfakta.com, Rabu (3/6/2026). 

    Ia menjelaskan pekerjaan pemancangan dan pembesian telah rampung. Tahapan berikutnya adalah pengecoran sehingga area Dermaga 2 harus ditutup demi keselamatan pekerjaan.

    Menurut Heru, penutupan satu dermaga dipastikan berdampak pada pola operasional pelabuhan, sebab aelama ini aktivitas penyeberangan ditopang oleh dua dermaga.

    "Kalau gangguan layanan pasti ada karena biasanya dua dermaga beroperasi. Sekarang tinggal satu dermaga yang digunakan penuh," ujar dia.

    Potensi antrean dan penumpukan kapal juga diakui tidak dapat dihindari. Namun ASDP bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) telah menyusun skema operasional untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jasa.

    Menurut Heru, pengaturan jadwal sandar dan keberangkatan kapal selama masa penutupan sepenuhnya ditetapkan oleh BPTD.

    "Kami sudah rapat dengan KSOP dan BPTD. Jadwal operasional kapal selama penutupan sudah diatur agar pelayanan tetap berjalan," katanya.

    Saat ini terdapat 17 kapal yang melayani lintasan Penajam-Kariangau. Meski kapasitas sandar berkurang, ASDP memastikan layanan prioritas seperti ambulans tetap mendapat akses penyeberangan.

    Pihak ASDP pun telah menyebarluaskan informasi penutupan sementara tersebut kepada pengguna jasa serta instansi terkait agar masyarakat dapat menyesuaikan jadwal perjalanan selama proses perbaikan berlangsung.

    (Sf/Rs)