Seputar Kaltim

    Dengar Keluhan Warga Karang Joang, Wawali Bagus Dorong Pengembangan Potensi Pangan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    19 September 2026 pukul 18:09 WITA

    Komunikasi secara langsung tetap diperlukan agar pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas. (Foto: mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan Bagus Susetyo turun langsung menemui masyarakat Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (19/9/2026). Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendengarkan secara langsung berbagai keluhan, sekaligus potensi yang dapat dikembangkan di lingkungan masyarakat.

    Melalui kegiatan ngobrol santai bersama warga, Bagus mengatakan, pemerintah kota ingin membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan sebagai upaya pemerintah mendengar kebutuhan warga secara langsung.

    “Ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan politik. Kami sebagai Pemerintah Kota ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan atau komplain masyarakat,” ucap Bagus saat ditemui usai kegiatan.

    Ia menjelaskan, pada dasarnya aspirasi masyarakat telah memiliki jalur penyampaian melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Dalam mekanisme tersebut, usulan masyarakat disampaikan secara berjenjang mulai dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan hingga ke tingkat kota.

    Namun, Ia menilai komunikasi secara langsung tetap diperlukan agar pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan masyarakat di lapangan.

    “Musrenbang itu dari bawah ke atas, biasanya dari ketua RT, kelurahan, kecamatan, kemudian masuk ke kota. Di situ akan dibahas apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

    Dalam pertemuan tersebut, sejumlah potensi di Karang Joang turut menjadi pembahasan. Salah satunya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat.

    Wawali menyebut warga dapat menyampaikan kebutuhan yang mereka hadapi, mulai dari bibit hingga dukungan program pemerintah. Aspirasi tersebut nantinya akan menjadi bahan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

    “Saya ingin mendengar langsung apa yang mereka keluhkan, apa yang mereka harapkan dan apa yang mereka butuhkan. Harapannya, kebutuhan tersebut benar-benar bisa dimasukkan dalam program kegiatan Pemerintah Kota Balikpapan,” jelasnya.

    Kata dia, dalam pertemuan awal tersebut dirinya sengaja tidak menghadirkan OPD. Langkah itu dilakukan agar warga dapat menyampaikan aspirasi secara lebih leluasa tanpa langsung masuk pada pembahasan teknis antarinstansi.

    Setelah aspirasi masyarakat mulai mengerucut, pihaknya akan mengkoordinasikan kebutuhan tersebut dengan OPD yang memiliki kewenangan sesuai bidangnya.

    “Setelah ini saya pasti akan panggil teman-teman OPD dari Dinas Pangan, kemudian DLH dan PTMB. Nanti akan kita koordinasikan,” akunya.

    Ia juga menyoroti sejumlah potensi yang terdapat di RT 36 Karang Joang. Di wilayah tersebut terdapat potensi peternakan, perikanan, persawahan hingga tambak yang dinilai dapat dikembangkan secara lebih optimal.

    Menurutnya, pengembangan potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat apabila mendapat dukungan program pemerintah.

    “Kami melihat ada potensi peternakan dan perikanan di RT 36. Kemudian ada juga potensi sawah dan tambak. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pendapatan masyarakat kalau memang didukung melalui program-program pemerintah,” ungkapnya.

    Pengembangan sektor tersebut, sekaligus dinilai dapat mendukung upaya menjaga ketahanan pangan di Kota Balikpapan. Pemerintah tidak hanya akan melihat potensi dari sisi ekonomi masyarakat, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan lokal.

    “Di samping menambah pendapatan warga, kalau berkaitan dengan bimbingan teknis, kita akan adakan untuk peternakan dan perikanan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dengar Keluhan Warga Karang Joang, Wawali Bagus Dorong Pengembangan Potensi Pangan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    19 September 2026 pukul 18:09 WITA

    Komunikasi secara langsung tetap diperlukan agar pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas. (Foto: mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan Bagus Susetyo turun langsung menemui masyarakat Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Sabtu (19/9/2026). Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendengarkan secara langsung berbagai keluhan, sekaligus potensi yang dapat dikembangkan di lingkungan masyarakat.

    Melalui kegiatan ngobrol santai bersama warga, Bagus mengatakan, pemerintah kota ingin membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan sebagai upaya pemerintah mendengar kebutuhan warga secara langsung.

    “Ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan politik. Kami sebagai Pemerintah Kota ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan atau komplain masyarakat,” ucap Bagus saat ditemui usai kegiatan.

    Ia menjelaskan, pada dasarnya aspirasi masyarakat telah memiliki jalur penyampaian melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Dalam mekanisme tersebut, usulan masyarakat disampaikan secara berjenjang mulai dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan hingga ke tingkat kota.

    Namun, Ia menilai komunikasi secara langsung tetap diperlukan agar pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan masyarakat di lapangan.

    “Musrenbang itu dari bawah ke atas, biasanya dari ketua RT, kelurahan, kecamatan, kemudian masuk ke kota. Di situ akan dibahas apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

    Dalam pertemuan tersebut, sejumlah potensi di Karang Joang turut menjadi pembahasan. Salah satunya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat.

    Wawali menyebut warga dapat menyampaikan kebutuhan yang mereka hadapi, mulai dari bibit hingga dukungan program pemerintah. Aspirasi tersebut nantinya akan menjadi bahan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

    “Saya ingin mendengar langsung apa yang mereka keluhkan, apa yang mereka harapkan dan apa yang mereka butuhkan. Harapannya, kebutuhan tersebut benar-benar bisa dimasukkan dalam program kegiatan Pemerintah Kota Balikpapan,” jelasnya.

    Kata dia, dalam pertemuan awal tersebut dirinya sengaja tidak menghadirkan OPD. Langkah itu dilakukan agar warga dapat menyampaikan aspirasi secara lebih leluasa tanpa langsung masuk pada pembahasan teknis antarinstansi.

    Setelah aspirasi masyarakat mulai mengerucut, pihaknya akan mengkoordinasikan kebutuhan tersebut dengan OPD yang memiliki kewenangan sesuai bidangnya.

    “Setelah ini saya pasti akan panggil teman-teman OPD dari Dinas Pangan, kemudian DLH dan PTMB. Nanti akan kita koordinasikan,” akunya.

    Ia juga menyoroti sejumlah potensi yang terdapat di RT 36 Karang Joang. Di wilayah tersebut terdapat potensi peternakan, perikanan, persawahan hingga tambak yang dinilai dapat dikembangkan secara lebih optimal.

    Menurutnya, pengembangan potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pangan, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat apabila mendapat dukungan program pemerintah.

    “Kami melihat ada potensi peternakan dan perikanan di RT 36. Kemudian ada juga potensi sawah dan tambak. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pendapatan masyarakat kalau memang didukung melalui program-program pemerintah,” ungkapnya.

    Pengembangan sektor tersebut, sekaligus dinilai dapat mendukung upaya menjaga ketahanan pangan di Kota Balikpapan. Pemerintah tidak hanya akan melihat potensi dari sisi ekonomi masyarakat, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan lokal.

    “Di samping menambah pendapatan warga, kalau berkaitan dengan bimbingan teknis, kita akan adakan untuk peternakan dan perikanan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)