Cari disini...
Seputar Kaltim
Pelaksanaan MBG di SDN 004 Samarinda Utara. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Standar tinggi diterapkan di dapur umum yang dikelola oleh Satuan Pangan dan Pertanian Gabungan (SPPG) Samarinda. Bahkan, untuk pemasokannya, bahan baku dikirim setiap hari agar kualitasnya tetap terjaga.
Wakil Ketua SPPG Samarinda, Sirajul Amin, mengungkapkan bahwa standar ketat ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan hingga kebersihan lingkungan.
"Standarisasi dimulai dari aspek kesehatan dulu, ya. Kalau dari aspek kesehatan, kita memastikan bahan baku yang digunakan segar. Bahan baku dikirim setiap hari agar kualitasnya tetap terjaga," kata Sirajul.
Selain itu, dalam hal penjamahan makanan, semua petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) secara disiplin. Alur produksi juga diatur sesuai standar, di mana bahan mentah tidak melewati jalur bahan matang. Tempat masuk bahan mentah dan tempat bahan matang diproses pun terpisah.
Untuk lingkungan dapur, SPPG Samarinda juga menyesuaikan standar yang ada. Sampah dibuang setiap hari agar tidak menginap, sehingga mencegah kedatangan hama. Pintu dan batas ruangan dijaga ketat, seperti menggunakan kawat nyamuk agar serangga tidak masuk ke area dapur atau tempat pengemasan.
"Untuk area dalam dapur umum memang tidak sembarang orang bisa masuk. Area tersebut khusus untuk petugas penjamah makanan yang sudah menggunakan APD lengkap," ujar Sirajul.
Bahkan, Sirajul sendiri tidak akan masuk ke area dapur jika tidak menggunakan APD. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kontaminasi silang dari orang luar.
"Ya, standar kami cukup ketat. Sebelum operasional, kami mengadakan pelatihan internal untuk penjamah makanan, meskipun tenaga kerja yang kami rekrut berasal dari warga sekitar," jelasnya.
Ke depannya, SPPG Samarinda juga berencana untuk memberikan sertifikasi kepada para penjamah makanan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelaksanaan MBG di SDN 004 Samarinda Utara. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Standar tinggi diterapkan di dapur umum yang dikelola oleh Satuan Pangan dan Pertanian Gabungan (SPPG) Samarinda. Bahkan, untuk pemasokannya, bahan baku dikirim setiap hari agar kualitasnya tetap terjaga.
Wakil Ketua SPPG Samarinda, Sirajul Amin, mengungkapkan bahwa standar ketat ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan hingga kebersihan lingkungan.
"Standarisasi dimulai dari aspek kesehatan dulu, ya. Kalau dari aspek kesehatan, kita memastikan bahan baku yang digunakan segar. Bahan baku dikirim setiap hari agar kualitasnya tetap terjaga," kata Sirajul.
Selain itu, dalam hal penjamahan makanan, semua petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) secara disiplin. Alur produksi juga diatur sesuai standar, di mana bahan mentah tidak melewati jalur bahan matang. Tempat masuk bahan mentah dan tempat bahan matang diproses pun terpisah.
Untuk lingkungan dapur, SPPG Samarinda juga menyesuaikan standar yang ada. Sampah dibuang setiap hari agar tidak menginap, sehingga mencegah kedatangan hama. Pintu dan batas ruangan dijaga ketat, seperti menggunakan kawat nyamuk agar serangga tidak masuk ke area dapur atau tempat pengemasan.
"Untuk area dalam dapur umum memang tidak sembarang orang bisa masuk. Area tersebut khusus untuk petugas penjamah makanan yang sudah menggunakan APD lengkap," ujar Sirajul.
Bahkan, Sirajul sendiri tidak akan masuk ke area dapur jika tidak menggunakan APD. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kontaminasi silang dari orang luar.
"Ya, standar kami cukup ketat. Sebelum operasional, kami mengadakan pelatihan internal untuk penjamah makanan, meskipun tenaga kerja yang kami rekrut berasal dari warga sekitar," jelasnya.
Ke depannya, SPPG Samarinda juga berencana untuk memberikan sertifikasi kepada para penjamah makanan.
(Sf/Rs)