Seputar Kaltim

    Demi Desa Pampang Mendunia, PJ Gubernur Kaltim Minta Tempat Pariwisata jadi Prioritas Utama Acara Internasional 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Juni 2024 pukul 11:04 WITA

    Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik dalam acara di Desa Pampang. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Penutupan Festival Budaya Adat Dayak Kenyah ke-51 di Kelurahan Budaya Pampang, Samarinda, pada Minggu (23/6/2024) menjadi momen istimewa yang dihadiri oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. 

    Akmal mengagumi kekentalan budaya yang masih dipersembahkan di Desa Budaya Pampang ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya tersebut. Untuk menarik jutaan pengunjung, Akmal meminta kepada pemerintah maupun instansi yang menyelenggarakan acara  internasional untuk memprioritaskan agenda tersebut di tempat pariwisata ini.

    Hal ini diungkapkan Akmal, usai kunjungannya ke Provinsi Anhui China. Ia menyampaikan hasil dari pertunjukan budaya di sana bisa menarik 60 juta kunjungan wisatawan dalam setahun. Menurutnya, Pemerintah China sangat menghargai kota-kota yang menjadi destinasi wisata. "Semua pertemuan internasional dilaksanakan di daerah tujuan wisata dan budaya," ungkap Akmal.

    Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan kepada seluruh kalangan untuk dapat menerima kebudayaan, karena itu menjadi aspek penting dalam kemajuan suatu daerah.

    "Peran budaya dalam pembangunan daerah dan Ibu Kota Nusantara amat penting dilestarikan. Selain warga Pampang juga telah berkontribusi memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur, yang akan menjadi kekuatan kita membangun provinsi ini dan Ibu Kota Negara (IKN)," tuturnya.

    Dalam konteks pembangunan pariwisata, Akmal menekankan pentingnya melibatkan semua pemangku kebijakan dan stakeholder. Pendekatan parsial tidak cukup; pariwisata dan kebudayaan harus diperhatikan secara holistik.

    "Saya minta para pemangku adat Dayak Kenyah di Kelurahan Budaya Pampang untuk menciptakan ajang yang tidak hanya rutinitas, tetapi juga menonjol pada pertemuan-pertemuan nasional di Kaltim. Hal ini akan memperlihatkan kekayaan budaya kita kepada orang dari luar," tambahnya.

    Selain itu, Akmal menyoroti pentingnya kemandirian budaya, terutama dalam hal bahan baku kerajinan manik-manik yang saat ini banyak diimpor dari China. Sebagai pemerintah daerah, tanggung jawab kita adalah memastikan kemandirian produksi budaya.

    "Kolaborasi antardaerah juga krusial dalam mempromosikan pariwisata dan kebudayaan. Kelurahan Budaya Pampang adalah aset Kalimantan Timur, bukan hanya Samarinda. Oleh karena itu, kolaborasi adalah kunci," tegas Akmal.

    Dia juga mengajak para pelaku budaya untuk menghargai nilai diri dan memperkenalkan Kelurahan Budaya Pampang kepada wisatawan. Dengan lokasinya yang dekat dengan Bandara Samarinda, turis yang masuk ke Samarinda harus diajak melihat kekayaan budaya Kaltim di Kelurahan Budaya Pampang.

    Akmal berharap Festival Budaya Dayak dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas dan kebanggaan Kalimantan Timur sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Teruslah berkarya dan menghasilkan hal-hal yang membuat kita bangga. Kami dari pemerintah provinsi tentu mendukung penuh," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Demi Desa Pampang Mendunia, PJ Gubernur Kaltim Minta Tempat Pariwisata jadi Prioritas Utama Acara Internasional 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Juni 2024 pukul 11:04 WITA

    Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik dalam acara di Desa Pampang. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Penutupan Festival Budaya Adat Dayak Kenyah ke-51 di Kelurahan Budaya Pampang, Samarinda, pada Minggu (23/6/2024) menjadi momen istimewa yang dihadiri oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. 

    Akmal mengagumi kekentalan budaya yang masih dipersembahkan di Desa Budaya Pampang ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya tersebut. Untuk menarik jutaan pengunjung, Akmal meminta kepada pemerintah maupun instansi yang menyelenggarakan acara  internasional untuk memprioritaskan agenda tersebut di tempat pariwisata ini.

    Hal ini diungkapkan Akmal, usai kunjungannya ke Provinsi Anhui China. Ia menyampaikan hasil dari pertunjukan budaya di sana bisa menarik 60 juta kunjungan wisatawan dalam setahun. Menurutnya, Pemerintah China sangat menghargai kota-kota yang menjadi destinasi wisata. "Semua pertemuan internasional dilaksanakan di daerah tujuan wisata dan budaya," ungkap Akmal.

    Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan kepada seluruh kalangan untuk dapat menerima kebudayaan, karena itu menjadi aspek penting dalam kemajuan suatu daerah.

    "Peran budaya dalam pembangunan daerah dan Ibu Kota Nusantara amat penting dilestarikan. Selain warga Pampang juga telah berkontribusi memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur, yang akan menjadi kekuatan kita membangun provinsi ini dan Ibu Kota Negara (IKN)," tuturnya.

    Dalam konteks pembangunan pariwisata, Akmal menekankan pentingnya melibatkan semua pemangku kebijakan dan stakeholder. Pendekatan parsial tidak cukup; pariwisata dan kebudayaan harus diperhatikan secara holistik.

    "Saya minta para pemangku adat Dayak Kenyah di Kelurahan Budaya Pampang untuk menciptakan ajang yang tidak hanya rutinitas, tetapi juga menonjol pada pertemuan-pertemuan nasional di Kaltim. Hal ini akan memperlihatkan kekayaan budaya kita kepada orang dari luar," tambahnya.

    Selain itu, Akmal menyoroti pentingnya kemandirian budaya, terutama dalam hal bahan baku kerajinan manik-manik yang saat ini banyak diimpor dari China. Sebagai pemerintah daerah, tanggung jawab kita adalah memastikan kemandirian produksi budaya.

    "Kolaborasi antardaerah juga krusial dalam mempromosikan pariwisata dan kebudayaan. Kelurahan Budaya Pampang adalah aset Kalimantan Timur, bukan hanya Samarinda. Oleh karena itu, kolaborasi adalah kunci," tegas Akmal.

    Dia juga mengajak para pelaku budaya untuk menghargai nilai diri dan memperkenalkan Kelurahan Budaya Pampang kepada wisatawan. Dengan lokasinya yang dekat dengan Bandara Samarinda, turis yang masuk ke Samarinda harus diajak melihat kekayaan budaya Kaltim di Kelurahan Budaya Pampang.

    Akmal berharap Festival Budaya Dayak dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas dan kebanggaan Kalimantan Timur sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Teruslah berkarya dan menghasilkan hal-hal yang membuat kita bangga. Kami dari pemerintah provinsi tentu mendukung penuh," tutupnya.

    (Sf/Rs)