Seputar Kaltim

    Debit Sungai Kandilo Menyusut, Distribusi Air Perumdam Tirta Kandilo di Paser Terganggu

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    25 September 2026 pukul 14:15 WITA

    Perumdam Tirta Kandilo Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Warga Kabupaten Paser mengeluhkan tersendatnya distribusi air bersih dari Perumdam Tirta Kandilo dalam beberapa waktu terakhir seiring memuncaknya musim kemarau di wilayah Paser.

    Aliran air yang kerap kecil hingga mati total mrmbuat aktivitas rutin rumah tangga warga, seperti mandi, memasak, mencuci hingga persiapan anak sekolah menjadi terganggu.

    Plt Direktur Perumdam Tirta Kandilo, Paulus Margita mengungkapkan gangguan distribusi air yang dialami warga terjadi akibat penumpukan sejumlah masalah teknis dan faktor alam secara bersamaan.

    Tantangan utama bersumber dari menyusutnya debit air Sungai Kandilo sebag i sumber air baku utama selama musim kemarau, yang berdampak langsung pada kapasitas bahan baku pengolahan.

    "Salah satu kendala yang dihadapi saat ini bahan baku yang bersumber dari Sungai Kandilo mulai menyusut," ungkap Paulus Margarita, Jumat (25/9/2026).

    Saat kondisi normal, kapasitas produksi air bersih berada di kisaran 290 liter per detik, namun kini merosot hingga sekitar 250 liter per detik atau bahkan lebih rendah saat sungai makin surut.

    Selain penurunan debit air baku, sebagian besar jaringan pipa distribusi milik Perumdam Tirta Kandilo diketahui merupakan peninggalan tahun 1986 yang sudah tua dan rentan bocor.

    Paulus menambahkan, setelah perbaikan pipa bocor dilakukan jaringan masih membutuhkan waktu pemulihan atau normalisasi antara tiga hari hingga satu minggu agar aliran air kembali stabil ke rumah pelanggan.

    "Pipa yang sudah tua juga menjadi kendala teknis dilapangan dalam pendistribusian air kepada masyarakat," tambahnya.

    Selain itu, kendala lain juga muncul saat terjadi pemadaman listrik PLN di instalasi Sangkuriman yang memaksa operasional pompa bergantung pada genset dengan konsumsi solar industri mencapai 120 liter per jam.

    Guna menjaga kelancaran pasokan air, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan titik kebocoran pipa di lingkungan sekitar agar dapat langsung ditangani oleh tim teknis.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Debit Sungai Kandilo Menyusut, Distribusi Air Perumdam Tirta Kandilo di Paser Terganggu

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    25 September 2026 pukul 14:15 WITA

    Perumdam Tirta Kandilo Kabupaten Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Warga Kabupaten Paser mengeluhkan tersendatnya distribusi air bersih dari Perumdam Tirta Kandilo dalam beberapa waktu terakhir seiring memuncaknya musim kemarau di wilayah Paser.

    Aliran air yang kerap kecil hingga mati total mrmbuat aktivitas rutin rumah tangga warga, seperti mandi, memasak, mencuci hingga persiapan anak sekolah menjadi terganggu.

    Plt Direktur Perumdam Tirta Kandilo, Paulus Margita mengungkapkan gangguan distribusi air yang dialami warga terjadi akibat penumpukan sejumlah masalah teknis dan faktor alam secara bersamaan.

    Tantangan utama bersumber dari menyusutnya debit air Sungai Kandilo sebag i sumber air baku utama selama musim kemarau, yang berdampak langsung pada kapasitas bahan baku pengolahan.

    "Salah satu kendala yang dihadapi saat ini bahan baku yang bersumber dari Sungai Kandilo mulai menyusut," ungkap Paulus Margarita, Jumat (25/9/2026).

    Saat kondisi normal, kapasitas produksi air bersih berada di kisaran 290 liter per detik, namun kini merosot hingga sekitar 250 liter per detik atau bahkan lebih rendah saat sungai makin surut.

    Selain penurunan debit air baku, sebagian besar jaringan pipa distribusi milik Perumdam Tirta Kandilo diketahui merupakan peninggalan tahun 1986 yang sudah tua dan rentan bocor.

    Paulus menambahkan, setelah perbaikan pipa bocor dilakukan jaringan masih membutuhkan waktu pemulihan atau normalisasi antara tiga hari hingga satu minggu agar aliran air kembali stabil ke rumah pelanggan.

    "Pipa yang sudah tua juga menjadi kendala teknis dilapangan dalam pendistribusian air kepada masyarakat," tambahnya.

    Selain itu, kendala lain juga muncul saat terjadi pemadaman listrik PLN di instalasi Sangkuriman yang memaksa operasional pompa bergantung pada genset dengan konsumsi solar industri mencapai 120 liter per jam.

    Guna menjaga kelancaran pasokan air, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan titik kebocoran pipa di lingkungan sekitar agar dapat langsung ditangani oleh tim teknis.

    (Sf/Rs)