Debit Air Sungai Naik, 300 KK di Karangan Kutim Terdampak Banjir

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    08 Desember 2025 01:27 WIB

    Petugas kepolisian mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir di Kecamatan Karangan, Kutai Timur, (foto: Humas Polres Kutim)

    Sangatta - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) selama beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai Karangan meluap dan merendam pemukiman warga pada Minggu (7/12/2025) malam.

    Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) di dua desa terdampak banjir tersebut. Genangan air setinggi 40–50 sentimeter masuk ke rumah warga di enam RT di Desa Karangan Dalam (RT 01–06) yang dihuni sekitar 200 KK. Banjir juga merambah Desa Karangan Seberang dan mengenai enam RT lainnya, dengan total 100 KK terdampak.

    Debit air meningkat cepat akibat kiriman air dari hulu Sungai Pelawan, membuat kawasan di sekitar bantaran sungai semakin rawan banjir.

    Aparat kepolisian bersama pemerintah desa bergerak cepat melakukan evakuasi. Personel Polsubsektor Karangan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam cukup tinggi. Empat KK telah dievakuasi dari dua desa tersebut.

    Kapolsek Sangkulirang, IPTU Erik Bastian menjelaskan pihaknya akan terus bersiaga hingga situasi benar-benar aman.

    “Kami meningkatkan patroli di lokasi rawan dan memastikan warga dapat segera dievakuasi jika air kembali naik,” ujar IPTU Erik.

    Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah genangan untuk tidak memaksakan diri bertahan apabila kondisi air kembali meningkat.

    “Keselamatan adalah yang utama. Jika air naik dan membahayakan rumah, kami siap membantu proses evakuasi kapan pun,” tambahnya.

    Posko Siaga Banjir diaktifkan di Polsubsektor Karangan bersama Forkopimcam Karangan. Dapur umum juga tengah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.

    Sementara itu, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan pihaknya akan memastikan bantuan bagi warga terdampak telah disiapkan dan akan mulai disalurkan.

    “Bantuan sembako telah kami siapkan dan mulai didistribusikan. Personel juga kami kerahkan untuk membantu di posko maupun proses evakuasi,” kata AKBP Fauzan.

    Meski sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing, pemantauan ketinggian air dilakukan setiap dua jam oleh aparat di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Debit Air Sungai Naik, 300 KK di Karangan Kutim Terdampak Banjir

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    08 Desember 2025 01:27 WIB

    Petugas kepolisian mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir di Kecamatan Karangan, Kutai Timur, (foto: Humas Polres Kutim)

    Sangatta - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) selama beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai Karangan meluap dan merendam pemukiman warga pada Minggu (7/12/2025) malam.

    Sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) di dua desa terdampak banjir tersebut. Genangan air setinggi 40–50 sentimeter masuk ke rumah warga di enam RT di Desa Karangan Dalam (RT 01–06) yang dihuni sekitar 200 KK. Banjir juga merambah Desa Karangan Seberang dan mengenai enam RT lainnya, dengan total 100 KK terdampak.

    Debit air meningkat cepat akibat kiriman air dari hulu Sungai Pelawan, membuat kawasan di sekitar bantaran sungai semakin rawan banjir.

    Aparat kepolisian bersama pemerintah desa bergerak cepat melakukan evakuasi. Personel Polsubsektor Karangan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam cukup tinggi. Empat KK telah dievakuasi dari dua desa tersebut.

    Kapolsek Sangkulirang, IPTU Erik Bastian menjelaskan pihaknya akan terus bersiaga hingga situasi benar-benar aman.

    “Kami meningkatkan patroli di lokasi rawan dan memastikan warga dapat segera dievakuasi jika air kembali naik,” ujar IPTU Erik.

    Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah genangan untuk tidak memaksakan diri bertahan apabila kondisi air kembali meningkat.

    “Keselamatan adalah yang utama. Jika air naik dan membahayakan rumah, kami siap membantu proses evakuasi kapan pun,” tambahnya.

    Posko Siaga Banjir diaktifkan di Polsubsektor Karangan bersama Forkopimcam Karangan. Dapur umum juga tengah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak.

    Sementara itu, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan pihaknya akan memastikan bantuan bagi warga terdampak telah disiapkan dan akan mulai disalurkan.

    “Bantuan sembako telah kami siapkan dan mulai didistribusikan. Personel juga kami kerahkan untuk membantu di posko maupun proses evakuasi,” kata AKBP Fauzan.

    Meski sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing, pemantauan ketinggian air dilakukan setiap dua jam oleh aparat di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi.

    (Sf/Rs)