Cari disini...
Seputar Kaltim
Pasangan Calon nomor urut 3, Muhammad Sa’bani-Syukri Wahid sampaikan beberapa visi misi dalam debat publik kedua. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Debat publik kedua Pilkada Balikpapan 2024 yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur, Kamis (7/11/2024) malam, menjadi panggung bagi Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 3, Muhammad Sa'bani dan Syukri Wahid menegaskan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur dan kebutuhan dasar publik yang lebih baik.
Syukri menilai, tema debat yang mengangkat isu infrastruktur dan kebutuhan dasar publik sangat relevan dengan visi Paslon untuk membawa solusi nyata bagi masalah yang ada di Balikpapan.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sekarang yang menurut kami belum optimal, sambil menawarkan solusi yang lebih realistis dan aplikatif,” ucap Syukri di dampingi Sa’bani dihadapan awak media.
Ia menanggapi tudingan dari pasangan calon nomor satu yang menyebutkan bahwa sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pihaknya kurang relevan.
Syukri mengklarifikasi, bahwa setiap poin yang mereka angkat selama debat sepenuhnya didasarkan pada data dan fakta yang jelas.
“Kami tidak mungkin sampaikan pertanyaan tanpa dasar yang kuat. Semua yang kami ungkapkan berasal dari data valid, seperti tingginya angka stunting di 2023-2024 dan masalah banjir yang telah tercatat dalam RPJMD," jelasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah janji yang tidak tercapai oleh pemerintah saat ini, seperti layanan air bersih yang hanya mencapai 79 persen, padahal sebelumnya dijanjikan akan mencapai 100 persen.
Menurutnya, ini adalah contoh konkret kegagalan program yang harus dievaluasi dan dibenahi.
“Kami juga berkomitmen untuk memperbaiki sektor pendidikan di Balikpapan jika terpilih menjadi Wakil Wali Kota,” tegasnya.
Ia menyatakan bahwa pendidikan akan menjadi salah satu prioritas utama dalam RPJMD mereka untuk lima tahun ke depan. Karena berbagai program terukur akan segera dijalankan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini.
“Kami akan bekerja keras untuk memastikan program pendidikan ini terealisasi. Koordinasi yang intens dengan ASN dan kajian birokrasi akan dilakukan untuk memastikan pencapaian target di tahun pertama,” tegas Syukri.
Selain itu, pihaknya berencana untuk memberikan bantuan kepada sekolah swasta dan menyediakan subsidi SPP bagi siswa yang membutuhkan.
Dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur, Syukri optimis perubahan signifikan akan tercapai jika mereka diberi amanah untuk memimpin Balikpapan ke depan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pasangan Calon nomor urut 3, Muhammad Sa’bani-Syukri Wahid sampaikan beberapa visi misi dalam debat publik kedua. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Debat publik kedua Pilkada Balikpapan 2024 yang berlangsung di Hotel Grand Senyiur, Kamis (7/11/2024) malam, menjadi panggung bagi Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 3, Muhammad Sa'bani dan Syukri Wahid menegaskan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur dan kebutuhan dasar publik yang lebih baik.
Syukri menilai, tema debat yang mengangkat isu infrastruktur dan kebutuhan dasar publik sangat relevan dengan visi Paslon untuk membawa solusi nyata bagi masalah yang ada di Balikpapan.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sekarang yang menurut kami belum optimal, sambil menawarkan solusi yang lebih realistis dan aplikatif,” ucap Syukri di dampingi Sa’bani dihadapan awak media.
Ia menanggapi tudingan dari pasangan calon nomor satu yang menyebutkan bahwa sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pihaknya kurang relevan.
Syukri mengklarifikasi, bahwa setiap poin yang mereka angkat selama debat sepenuhnya didasarkan pada data dan fakta yang jelas.
“Kami tidak mungkin sampaikan pertanyaan tanpa dasar yang kuat. Semua yang kami ungkapkan berasal dari data valid, seperti tingginya angka stunting di 2023-2024 dan masalah banjir yang telah tercatat dalam RPJMD," jelasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah janji yang tidak tercapai oleh pemerintah saat ini, seperti layanan air bersih yang hanya mencapai 79 persen, padahal sebelumnya dijanjikan akan mencapai 100 persen.
Menurutnya, ini adalah contoh konkret kegagalan program yang harus dievaluasi dan dibenahi.
“Kami juga berkomitmen untuk memperbaiki sektor pendidikan di Balikpapan jika terpilih menjadi Wakil Wali Kota,” tegasnya.
Ia menyatakan bahwa pendidikan akan menjadi salah satu prioritas utama dalam RPJMD mereka untuk lima tahun ke depan. Karena berbagai program terukur akan segera dijalankan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini.
“Kami akan bekerja keras untuk memastikan program pendidikan ini terealisasi. Koordinasi yang intens dengan ASN dan kajian birokrasi akan dilakukan untuk memastikan pencapaian target di tahun pertama,” tegas Syukri.
Selain itu, pihaknya berencana untuk memberikan bantuan kepada sekolah swasta dan menyediakan subsidi SPP bagi siswa yang membutuhkan.
Dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur, Syukri optimis perubahan signifikan akan tercapai jika mereka diberi amanah untuk memimpin Balikpapan ke depan.
(Sf/Rs)