Cari disini...
Seputar Kaltim
Pasangan calon nomor urut 2 Rendi Ismail dan Edy Sunardi fokus pada penyelesaian masalah dasar kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan nomor urut 2, Rendi Susiswo Ismail dan Edy Sunardi Darmawan, mengikuti debat publik kedua yang diselenggarakan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (8/11/2024) malam.
Dalam debat, Rendi menilai suasana debat kali ini mirip dengan debat pertama, karena sama-sama mengangkat tema visi misi, meskipun dengan fokus yang berbeda.
"Debat kali ini masih berkaitan dengan visi misi, meskipun temanya berbeda. Kami sudah menyampaikan pandangan terkait tema yang dibahas hari ini," ujar Rendi dalam konferance pers.
Ia menambahkan, bahwa inti dari debat tersebut adalah sejauh mana substansi yang diperdebatkan dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menilai, terutama dalam konteks kontestasi pemilihan wali kota dan wakilnya.
Rendi menekankan bahwa setiap Paslon telah memaparkan pokok-pokok pikirannya terkait masalah yang ada di Kota Balikpapan.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Balikpapan dikenal sebagai warga yang cerdas dan mengutamakan akal sehat dalam memilih pemimpin.
“Masyarakat Balikpapan harus menjadi pemilih yang rasional, mengedepankan akal sehat, serta memilih pemimpin yang dapat menuntaskan berbagai persoalan di kota ini,” jelasnya.
Menurutnya, penting bagi Paslon untuk mengedepankan pendekatan yang dapat dipercaya oleh masyarakat, agar mereka dapat memperjuangkan dan menyatukan kepentingan rakyat.
“Sebagai calon pemimpin, Paslon harus mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga, seperti masalah banjir, kemacetan, serta isu-isu sosial dan ekonomi lainnya,” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai prioritas utama jika terpilih, Rendi menegaskan bahwa masalah dasar yang sering dikeluhkan warga, seperti banjir dan kemacetan, akan menjadi fokus utama.
Ia juga menyoroti permasalahan terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelangkaan gas elpiji yang menurutnya bisa diselesaikan dengan koordinasi bersama pihak terkait, seperti Pertamina.
“Masalah BBM dan kelangkaan gas elpiji seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Kami yakin ini bukan masalah yang rumit. Dengan komunikasi yang baik, masalah ini bisa selesai dalam hitungan minggu, bukan bulan,” ujarnya.
Dirinya berharap bahwa tema debat kali ini lebih fokus pada bagaimana menjadikan Balikpapan sebagai kota yang maju, pintar, dan menjadi kota metropolis yang dapat memberikan kesejahteraan bagi warganya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pasangan calon nomor urut 2 Rendi Ismail dan Edy Sunardi fokus pada penyelesaian masalah dasar kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan nomor urut 2, Rendi Susiswo Ismail dan Edy Sunardi Darmawan, mengikuti debat publik kedua yang diselenggarakan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (8/11/2024) malam.
Dalam debat, Rendi menilai suasana debat kali ini mirip dengan debat pertama, karena sama-sama mengangkat tema visi misi, meskipun dengan fokus yang berbeda.
"Debat kali ini masih berkaitan dengan visi misi, meskipun temanya berbeda. Kami sudah menyampaikan pandangan terkait tema yang dibahas hari ini," ujar Rendi dalam konferance pers.
Ia menambahkan, bahwa inti dari debat tersebut adalah sejauh mana substansi yang diperdebatkan dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat. Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menilai, terutama dalam konteks kontestasi pemilihan wali kota dan wakilnya.
Rendi menekankan bahwa setiap Paslon telah memaparkan pokok-pokok pikirannya terkait masalah yang ada di Kota Balikpapan.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Balikpapan dikenal sebagai warga yang cerdas dan mengutamakan akal sehat dalam memilih pemimpin.
“Masyarakat Balikpapan harus menjadi pemilih yang rasional, mengedepankan akal sehat, serta memilih pemimpin yang dapat menuntaskan berbagai persoalan di kota ini,” jelasnya.
Menurutnya, penting bagi Paslon untuk mengedepankan pendekatan yang dapat dipercaya oleh masyarakat, agar mereka dapat memperjuangkan dan menyatukan kepentingan rakyat.
“Sebagai calon pemimpin, Paslon harus mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga, seperti masalah banjir, kemacetan, serta isu-isu sosial dan ekonomi lainnya,” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai prioritas utama jika terpilih, Rendi menegaskan bahwa masalah dasar yang sering dikeluhkan warga, seperti banjir dan kemacetan, akan menjadi fokus utama.
Ia juga menyoroti permasalahan terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelangkaan gas elpiji yang menurutnya bisa diselesaikan dengan koordinasi bersama pihak terkait, seperti Pertamina.
“Masalah BBM dan kelangkaan gas elpiji seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Kami yakin ini bukan masalah yang rumit. Dengan komunikasi yang baik, masalah ini bisa selesai dalam hitungan minggu, bukan bulan,” ujarnya.
Dirinya berharap bahwa tema debat kali ini lebih fokus pada bagaimana menjadikan Balikpapan sebagai kota yang maju, pintar, dan menjadi kota metropolis yang dapat memberikan kesejahteraan bagi warganya.
(Sf/Rs)