Seputar Kaltim

    DBD di Sepaku Capai 600 Kasus, Pj Bupati PPU Minta Lakukan Tindakan Cepat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    16 November 2024 pukul 10:19 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.(Istimewa)

    Penajam  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengambil langkah cepat untuk menangani tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sepaku yang kasusnya telah mencapai 600 perkara.

    Pernyataan ini disampaikan Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan percepatan penanggulangan DBD di Kecamatan Sepaku yang digelar di ruang rapat Bupati PPU, Jumat (15/11/2024).

    Kata dia, kasus DBD menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Sebab, DBD merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam nyawa manusia jika tidak ditangani dengan cepat.

    “Kita berusaha untuk bergerak cepat untuk menangani masalah ini dengan melakukan langkah pencegahan di lapangan. Jika dibiarkan, populasi nyamuk semakin bertambah dan meningkat, sehingga akan berdampak pada peningkatan kasus DBD,” ucap Zainal.

    Untuk penanganan, Pemkab PPU akan memulai gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), seperti melakukan  bersih-bersih lingkungan, menuang cairan Abate yang merupakan obat anti larva atau pembasmi nyamuk, Fogging atau pengasapan dan lainnya.

    “Kita turut melibatkan seluruh jajaran desa, kelurahan dan kecamatan di 15 desa/kelurahan di Kecamatan Sepaku untuk ikut membasmi nyamuk, mudah-mudahan ini menjadi kick off gerakan yang akan berlangsung di seluruh desa dan kelurahan,” ungkap Zainal.

    Selain itu, Pemkab PPU berencana untuk menggelar sosialisasi kepada masyarakat terkait cara meningkatkan kebersihan lingkungan dalam mendukung penurunan kasus DBD di PPU.

    “Kita menargetkan di Kecamatan Sepaku, zero kasus DBD. Upaya yang dilakukan adalah membersihkan lingkungan di kawasan sana karena ini penting, sebab kalau mengandalkan pengasapan saja tidak akan mempan jika kebersihan lingkungan tidak diperhatikan,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    DBD di Sepaku Capai 600 Kasus, Pj Bupati PPU Minta Lakukan Tindakan Cepat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    16 November 2024 pukul 10:19 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.(Istimewa)

    Penajam  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengambil langkah cepat untuk menangani tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Sepaku yang kasusnya telah mencapai 600 perkara.

    Pernyataan ini disampaikan Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan percepatan penanggulangan DBD di Kecamatan Sepaku yang digelar di ruang rapat Bupati PPU, Jumat (15/11/2024).

    Kata dia, kasus DBD menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Sebab, DBD merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam nyawa manusia jika tidak ditangani dengan cepat.

    “Kita berusaha untuk bergerak cepat untuk menangani masalah ini dengan melakukan langkah pencegahan di lapangan. Jika dibiarkan, populasi nyamuk semakin bertambah dan meningkat, sehingga akan berdampak pada peningkatan kasus DBD,” ucap Zainal.

    Untuk penanganan, Pemkab PPU akan memulai gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), seperti melakukan  bersih-bersih lingkungan, menuang cairan Abate yang merupakan obat anti larva atau pembasmi nyamuk, Fogging atau pengasapan dan lainnya.

    “Kita turut melibatkan seluruh jajaran desa, kelurahan dan kecamatan di 15 desa/kelurahan di Kecamatan Sepaku untuk ikut membasmi nyamuk, mudah-mudahan ini menjadi kick off gerakan yang akan berlangsung di seluruh desa dan kelurahan,” ungkap Zainal.

    Selain itu, Pemkab PPU berencana untuk menggelar sosialisasi kepada masyarakat terkait cara meningkatkan kebersihan lingkungan dalam mendukung penurunan kasus DBD di PPU.

    “Kita menargetkan di Kecamatan Sepaku, zero kasus DBD. Upaya yang dilakukan adalah membersihkan lingkungan di kawasan sana karena ini penting, sebab kalau mengandalkan pengasapan saja tidak akan mempan jika kebersihan lingkungan tidak diperhatikan,” tandasnya.

    (Sf/By)