Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Freepik)
Bontang - Disparitas tingkat kegemaran membaca masih terjadi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 mencatat Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi, sedangkan Sulawesi Barat terendah.
Dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca 2025 yang dirilis BPS, NTT mencatat skor 62,05, disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) 61,19 dan Maluku Utara 60,66. Capaian ini berada di atas rata-rata nasional yang tercatat 54,80.
Sebaliknya, Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan skor terendah yakni 48,63. Beberapa daerah lain yang juga berada di bawah rata-rata nasional antara lain Papua Barat dengan skor 50,77 dan Papua 51,12.
Kesenjangan ini menunjukkan adanya kesenjangan literasi yang cukup signifikan antar-provinsi di Indonesia. Di wilayah lain, sejumlah provinsi mencatat capaian mendekati rata-rata nasional, seperti Kalimantan Timur (Kaltim) 57,86 dan Jawa Tengah 57,11.
BPS menjelaskan, tingkat kegemaran membaca merupakan indikator yang mengukur perilaku masyarakat dalam mengakses bahan bacaan, meliputi frekuensi membaca, durasi, serta jumlah bahan bacaan yang dikonsumsi.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Freepik)
Bontang - Disparitas tingkat kegemaran membaca masih terjadi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 mencatat Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi, sedangkan Sulawesi Barat terendah.
Dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca 2025 yang dirilis BPS, NTT mencatat skor 62,05, disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) 61,19 dan Maluku Utara 60,66. Capaian ini berada di atas rata-rata nasional yang tercatat 54,80.
Sebaliknya, Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan skor terendah yakni 48,63. Beberapa daerah lain yang juga berada di bawah rata-rata nasional antara lain Papua Barat dengan skor 50,77 dan Papua 51,12.
Kesenjangan ini menunjukkan adanya kesenjangan literasi yang cukup signifikan antar-provinsi di Indonesia. Di wilayah lain, sejumlah provinsi mencatat capaian mendekati rata-rata nasional, seperti Kalimantan Timur (Kaltim) 57,86 dan Jawa Tengah 57,11.
BPS menjelaskan, tingkat kegemaran membaca merupakan indikator yang mengukur perilaku masyarakat dalam mengakses bahan bacaan, meliputi frekuensi membaca, durasi, serta jumlah bahan bacaan yang dikonsumsi.
(Sf/Lo)