Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masuk dalam 10 besar nasional pengelolaan administrasi ASN disebut tidak hanya menjadi prestasi birokrasi semata, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo mengatakan, pembaruan data ASN secara konsisten melalui Sistem Informasi ASN (SIASN) membuat pemerintah lebih mudah menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
“Data yang akurat menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan. Dengan data yang valid, program pemerintah bisa lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ucap Purnomo kepada awak media, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan administrasi ASN yang baik membantu pemerintah memetakan kebutuhan pegawai, pengembangan kompetensi, hingga distribusi sumber daya manusia di setiap perangkat daerah.
“Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang terus dilakukan Pemkot Balikpapan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik,” jelasnya.
Purnomo menambahkan, digitalisasi administrasi kepegawaian juga menjadi upaya pemerintah dalam menciptakan sistem kerja yang lebih cepat, transparan, dan efisien.
“Aturan dan sistem yang tertata akan berdampak pada pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan kualitas tata kelola ASN terus berlanjut seiring penguatan sistem digital di lingkungan pemerintahan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo. (Foto: dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masuk dalam 10 besar nasional pengelolaan administrasi ASN disebut tidak hanya menjadi prestasi birokrasi semata, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo mengatakan, pembaruan data ASN secara konsisten melalui Sistem Informasi ASN (SIASN) membuat pemerintah lebih mudah menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
“Data yang akurat menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan. Dengan data yang valid, program pemerintah bisa lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ucap Purnomo kepada awak media, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan administrasi ASN yang baik membantu pemerintah memetakan kebutuhan pegawai, pengembangan kompetensi, hingga distribusi sumber daya manusia di setiap perangkat daerah.
“Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang terus dilakukan Pemkot Balikpapan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik,” jelasnya.
Purnomo menambahkan, digitalisasi administrasi kepegawaian juga menjadi upaya pemerintah dalam menciptakan sistem kerja yang lebih cepat, transparan, dan efisien.
“Aturan dan sistem yang tertata akan berdampak pada pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan menargetkan peningkatan kualitas tata kelola ASN terus berlanjut seiring penguatan sistem digital di lingkungan pemerintahan.
(Sf/Rs)