Seputar Kaltim

    Dari Sembako Murah hingga Konser Raim Laode, Ini Deretan Keseruan Festival Merah Putih Kaltim 2026

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2026 pukul 22:11 WITA

    Festival Merah Putih yang akan diselenggarakan oleh Pemprov Kaltim beserta stakeholder terkait. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan Festival Merah Putih sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 RI pada 22–23 Agustus 2026 di Lapangan Parkir Convention Hall Samarinda.

    Mengusung konsep pesta rakyat kerakyatan, acara ini memadukan pemberdayaan ekonomi lokal dengan beragam fasilitas, mulai dari pasar sembako murah, layanan publik gratis, lomba tradisional, hingga penampilan musisi nasional Raim Laode.

    Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (BPOD) Setda Provinsi Kaltim, Imanuddin, menjelaskan bahwa festival ini dirancang khusus untuk menggerakkan roda perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, pihak panitia menyediakan puluhan stand UMKM tanpa dipungut biaya sewa.

    "Untuk UMKM, stand-nya digratiskan, jadi mereka tidak bayar. Harapannya, UMKM tidak lagi memikirkan cost produksi untuk sewa tenda," ujar Imanuddin usai rilis di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Kamis (13/8/2026).

    Pemprov Kaltim menargetkan, dari 50 stand UMKM yang disediakan, masing-masing pelaku usaha mampu meraup transaksi minimal Rp2 juta hingga Rp5 juta.

    Secara akumulatif, perputaran uang pada kegiatan dua hari tersebut diharapkan menyentuh angka Rp250 juta.

    Selain bazar UMKM, festival ini menggandeng sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan komunitas untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat.

    Beberapa fasilitas dan kegiatan yang dapat diakses publik secara gratis antara lain bazar UMKM dan sembako murah yang dikoordinasikan oleh Disperindagkop Kaltim, tes kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan.

    Selain itu terdapat layanan administrasi kependudukan dari Dukcapil, perpustakaan keliling dari DPK, fun walk dan olahraga tradisional yang didukung oleh KORMI Kaltim. Terakhir, lomba 17 Agustusan, yang mencakup lomba makan produk UMKM, kompetisi Paskibraka antar-pelajar, hingga tarik tambang.

    Sebagai puncak kemeriahan penutupan festival pada 23 Agustus 2026, warga akan dihibur oleh penampilan Raim Laode.

    Imanuddin menegaskan, pengadaan panggung hiburan dan artis ibu kota tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk komitmen dan kontribusi dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kaltim selaku perwakilan sektor swasta.

    "Panggung dan artis itu dari Kadin, jadi tidak menggunakan APBD. Masyarakat bisa nonton gratis semua, bebas untuk umum," tegasnya.

    Menutup keterangannya, Imanuddin mengimbau masyarakat Kaltim untuk hadir memeriahkan rangkaian acara ini.

    Pihaknya juga berharap warga yang berkunjung berkenan membelanjakan rezekinya di stand UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dari Sembako Murah hingga Konser Raim Laode, Ini Deretan Keseruan Festival Merah Putih Kaltim 2026

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    13 Agustus 2026 pukul 22:11 WITA

    Festival Merah Putih yang akan diselenggarakan oleh Pemprov Kaltim beserta stakeholder terkait. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan Festival Merah Putih sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 RI pada 22–23 Agustus 2026 di Lapangan Parkir Convention Hall Samarinda.

    Mengusung konsep pesta rakyat kerakyatan, acara ini memadukan pemberdayaan ekonomi lokal dengan beragam fasilitas, mulai dari pasar sembako murah, layanan publik gratis, lomba tradisional, hingga penampilan musisi nasional Raim Laode.

    Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (BPOD) Setda Provinsi Kaltim, Imanuddin, menjelaskan bahwa festival ini dirancang khusus untuk menggerakkan roda perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

    Sebagai bentuk dukungan konkret, pihak panitia menyediakan puluhan stand UMKM tanpa dipungut biaya sewa.

    "Untuk UMKM, stand-nya digratiskan, jadi mereka tidak bayar. Harapannya, UMKM tidak lagi memikirkan cost produksi untuk sewa tenda," ujar Imanuddin usai rilis di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Kamis (13/8/2026).

    Pemprov Kaltim menargetkan, dari 50 stand UMKM yang disediakan, masing-masing pelaku usaha mampu meraup transaksi minimal Rp2 juta hingga Rp5 juta.

    Secara akumulatif, perputaran uang pada kegiatan dua hari tersebut diharapkan menyentuh angka Rp250 juta.

    Selain bazar UMKM, festival ini menggandeng sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan komunitas untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat.

    Beberapa fasilitas dan kegiatan yang dapat diakses publik secara gratis antara lain bazar UMKM dan sembako murah yang dikoordinasikan oleh Disperindagkop Kaltim, tes kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan.

    Selain itu terdapat layanan administrasi kependudukan dari Dukcapil, perpustakaan keliling dari DPK, fun walk dan olahraga tradisional yang didukung oleh KORMI Kaltim. Terakhir, lomba 17 Agustusan, yang mencakup lomba makan produk UMKM, kompetisi Paskibraka antar-pelajar, hingga tarik tambang.

    Sebagai puncak kemeriahan penutupan festival pada 23 Agustus 2026, warga akan dihibur oleh penampilan Raim Laode.

    Imanuddin menegaskan, pengadaan panggung hiburan dan artis ibu kota tersebut tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk komitmen dan kontribusi dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kaltim selaku perwakilan sektor swasta.

    "Panggung dan artis itu dari Kadin, jadi tidak menggunakan APBD. Masyarakat bisa nonton gratis semua, bebas untuk umum," tegasnya.

    Menutup keterangannya, Imanuddin mengimbau masyarakat Kaltim untuk hadir memeriahkan rangkaian acara ini.

    Pihaknya juga berharap warga yang berkunjung berkenan membelanjakan rezekinya di stand UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

    (Sf/Lo)