Seputar Kaltim

    Dari Piala Bupati ke Event Dunia, Kutim Fokus Garap Olahraga Prestasi dan Masyarakat

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    17 Januari 2026 pukul 21:10 WITA

    Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pengembangan olahraga di Kutim sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah, baik olahraga prestasi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun olahraga masyarakat yang dinaungi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).


    Ia mengungkapkan, sejak dilantik sebagai Bupati pada 2021, dirinya berkeinginan mengangkat kembali seluruh cabang olahraga yang kemudian dikemas dalam agenda Piala Bupati Kutim.


    “Alhamdulillah sampai saat ini, kegiatan Piala Bupati yang berkaitan dengan olahraga sudah berjalan sekitar 11 sampai 15 cabang olahraga yang berada di bawah KONI. Ini karena memang orientasinya adalah prestasi,” ujar Ardiansyah.


    Ia menambahkan, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada olahraga masyarakat yang berada di bawah KORMI. Sejumlah kegiatan telah digelar secara konsisten, salah satunya olahraga memancing yang dimulai sejak 2022.


    Pada Oktober 2023, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sukses menggelar Sangatta International Fishing Tournament yang diikuti peserta dari berbagai negara, di antaranya Inggris, Australia, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.


    “Selain memancing, kita juga mengadakan olahraga panco. Di 2024 lalu bahkan kita gelar panco internasional dan waktu itu atlet dari Rusia hadir. Ini luar biasa,” tambahnya.


    Tak hanya itu, olahraga panahan tradisional juga terus dikembangkan. Meski bersifat tradisional, cabang ini tetap berada di bawah pembinaan KONI dan mendapat perhatian pemerintah daerah.


    Terkait tenis veteran, Ardiansyah menyebut, cabang tenis telah rutin digelar sejak 2022 dan menjadi ajang silaturahmi para atlet senior.


    Ardiansyah mengatakan olahraga tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga berperan dalam pembangunan nasional di bidang kesehatan dan kebugaran masyarakat.


    “Olahraga ini milik kita bersama. Selain prestasi, kita juga ingin membangun kesehatan dan kebugaran,” tutupnya.


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dari Piala Bupati ke Event Dunia, Kutim Fokus Garap Olahraga Prestasi dan Masyarakat

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    17 Januari 2026 pukul 21:10 WITA

    Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman (foto: lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pengembangan olahraga di Kutim sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah, baik olahraga prestasi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun olahraga masyarakat yang dinaungi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).


    Ia mengungkapkan, sejak dilantik sebagai Bupati pada 2021, dirinya berkeinginan mengangkat kembali seluruh cabang olahraga yang kemudian dikemas dalam agenda Piala Bupati Kutim.


    “Alhamdulillah sampai saat ini, kegiatan Piala Bupati yang berkaitan dengan olahraga sudah berjalan sekitar 11 sampai 15 cabang olahraga yang berada di bawah KONI. Ini karena memang orientasinya adalah prestasi,” ujar Ardiansyah.


    Ia menambahkan, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada olahraga masyarakat yang berada di bawah KORMI. Sejumlah kegiatan telah digelar secara konsisten, salah satunya olahraga memancing yang dimulai sejak 2022.


    Pada Oktober 2023, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sukses menggelar Sangatta International Fishing Tournament yang diikuti peserta dari berbagai negara, di antaranya Inggris, Australia, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.


    “Selain memancing, kita juga mengadakan olahraga panco. Di 2024 lalu bahkan kita gelar panco internasional dan waktu itu atlet dari Rusia hadir. Ini luar biasa,” tambahnya.


    Tak hanya itu, olahraga panahan tradisional juga terus dikembangkan. Meski bersifat tradisional, cabang ini tetap berada di bawah pembinaan KONI dan mendapat perhatian pemerintah daerah.


    Terkait tenis veteran, Ardiansyah menyebut, cabang tenis telah rutin digelar sejak 2022 dan menjadi ajang silaturahmi para atlet senior.


    Ardiansyah mengatakan olahraga tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga berperan dalam pembangunan nasional di bidang kesehatan dan kebugaran masyarakat.


    “Olahraga ini milik kita bersama. Selain prestasi, kita juga ingin membangun kesehatan dan kebugaran,” tutupnya.


    (Sf/Rs)