Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan Kabupaten PPU, Khairil Achmad. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menuntaskan penanganan korban kebakaran Pasar ITCI Kilometer 5 di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, yang terjadi pada 2022. Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) terdampak kini telah mendapatkan rumah relokasi yang dibangun pemerintah.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, mengatakan penanganan dilakukan bertahap sejak pascakebakaran yang menghanguskan sekitar 30 bangunan, terdiri atas kios dan rumah tinggal.
Dari kejadian tersebut, sebanyak 21 KK kehilangan tempat tinggal. Lokasi terdampak saat itu berada di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT ITCI Kartika Utama.
"Setelah kejadian 2022, korban sempat mendapat bantuan dari BPBD dan Dinsos, termasuk bantuan sewa rumah sesuai standar pelayanan minimum sambil menunggu penanganan lanjutan," kata Khairil, Selasa (30/6/2026).
Sebagai tindak lanjut, pada 2023 Pemkab PPU melakukan pembebasan lahan seluas 1,5 hektare di Jalan Mariko RT 6, Kelurahan Maridan untuk lokasi relokasi.
Selanjutnya pada 2025 dilakukan pembangunan kawasan hunian dengan anggaran Rp6,9 miliar melalui APBD Kabupaten PPU.
Sebanyak 21 unit rumah tipe 39 dibangun lengkap dengan infrastruktur dasar berupa jalan lingkungan, jaringan air bersih, penerangan jalan umum (PJU), dan drainase.
Khairil menjelaskan rumah yang dibangun memiliki ukuran bangunan sekitar 39 meter persegi dan diprioritaskan bagi warga terdampak yang masuk kategori prasejahtera.
"Tujuannya bukan sekadar menyediakan rumah, tetapi juga menangani dampak sosial ekonomi supaya tidak muncul kelompok warga miskin baru pascakebakaran," ujarnya.
Terkait aktivitas ekonomi warga, Khairil menyebut sebagian korban kini tetap berjualan meski tidak lagi menempati kios seperti sebelumnya dan memanfaatkan lapak di sekitar RT 5.
Rumah relokasi yang dibangun tahun 2025 tersebut mulai diserahkan kepada penerima tahun ini.
"Penanganan Maridan alhamdulillah selesai. Ini dilakukan bertahap sampai warga punya tempat tinggal kembali," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan Kabupaten PPU, Khairil Achmad. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menuntaskan penanganan korban kebakaran Pasar ITCI Kilometer 5 di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, yang terjadi pada 2022. Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) terdampak kini telah mendapatkan rumah relokasi yang dibangun pemerintah.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, mengatakan penanganan dilakukan bertahap sejak pascakebakaran yang menghanguskan sekitar 30 bangunan, terdiri atas kios dan rumah tinggal.
Dari kejadian tersebut, sebanyak 21 KK kehilangan tempat tinggal. Lokasi terdampak saat itu berada di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT ITCI Kartika Utama.
"Setelah kejadian 2022, korban sempat mendapat bantuan dari BPBD dan Dinsos, termasuk bantuan sewa rumah sesuai standar pelayanan minimum sambil menunggu penanganan lanjutan," kata Khairil, Selasa (30/6/2026).
Sebagai tindak lanjut, pada 2023 Pemkab PPU melakukan pembebasan lahan seluas 1,5 hektare di Jalan Mariko RT 6, Kelurahan Maridan untuk lokasi relokasi.
Selanjutnya pada 2025 dilakukan pembangunan kawasan hunian dengan anggaran Rp6,9 miliar melalui APBD Kabupaten PPU.
Sebanyak 21 unit rumah tipe 39 dibangun lengkap dengan infrastruktur dasar berupa jalan lingkungan, jaringan air bersih, penerangan jalan umum (PJU), dan drainase.
Khairil menjelaskan rumah yang dibangun memiliki ukuran bangunan sekitar 39 meter persegi dan diprioritaskan bagi warga terdampak yang masuk kategori prasejahtera.
"Tujuannya bukan sekadar menyediakan rumah, tetapi juga menangani dampak sosial ekonomi supaya tidak muncul kelompok warga miskin baru pascakebakaran," ujarnya.
Terkait aktivitas ekonomi warga, Khairil menyebut sebagian korban kini tetap berjualan meski tidak lagi menempati kios seperti sebelumnya dan memanfaatkan lapak di sekitar RT 5.
Rumah relokasi yang dibangun tahun 2025 tersebut mulai diserahkan kepada penerima tahun ini.
"Penanganan Maridan alhamdulillah selesai. Ini dilakukan bertahap sampai warga punya tempat tinggal kembali," tutupnya.
(Sf/Rs)