Dari Kukar ke Dunia, Produk Lokal Kini Masuk India, Cina hingga Brasil

    Seputarfakta.com - Arsensia Serlyani -

    Nasional

    20 Mei 2026 01:46 WIB

    Kabid Promosi dan informasi industri Disperindag, Hamidin. (Foto:Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Produk lokal asal Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menembus pasar internasional. Gula aren, lidi nipah, agar-agar hingga amplang kini diminati pembeli dari sejumlah negara seperti Brasil, India, dan Cina melalui pameran dagang nasional maupun global yang diikuti Dinas Perindustrian dan Perdagagan (Disperindag) Kukar.

    Kepala Bidang Promosi dan Informasi Industri Disperindag Kukar, Hamidin, mengatakan promosi produk lokal terus dilakukan melalui pameran daerah, nasional, hingga internasional guna mempertemukan pelaku usaha lokal dengan buyer luar negeri.

    “Melalui pameran lokal, pameran nasional, bahkan internasional,” ujar Hamidin, Rabu (20/5/2026).

    Menurutnya, salah satu ajang yang diikuti yakni Trend Expo dan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang menghadirkan pembeli dari sekitar 135 negara. Dari forum tersebut, sejumlah produk Kukar mulai mendapatkan akses pasar ekspor.

    “Buyer itu sudah sip dah. Jadi saya temukan kamu punya apa, kamu butuh apa. Kita hubung-hubungkan,” katanya.

    Hamidin mengungkapkan gula aren asal Kukar kini berhasil diekspor ke Brasil. Sementara produk lidi nipah telah masuk pasar India dan agar-agar sempat dikirim ke Cina.

    “Lidi nipah itu ke India. Agar-agar sampai ke Cina,” ucapnya.

    Tidak hanya itu, permintaan produk olahan khas Kukar seperti amplang juga disebut cukup tinggi di pasar luar negeri. Bahkan, terdapat permintaan hingga satu ton per bulan.

    Namun, menurut Hamidin, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pemasaran, melainkan kemampuan pelaku usaha menjaga kontinuitas produksi dan stok barang.

    “Yang penting itu kontinuitas produk. Kalau kita enggak bisa menjaga kontinuitas produk, eksportir kecewa,” tegasnya.

    Ia menjelaskan, Disperindag Kukar sebenarnya telah menyiapkan sejumlah program pendampingan bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pengurusan sertifikasi halal hingga penguatan pemasaran produk. Namun, pelaksanaan program saat ini masih menyesuaikan kondisi rasionalisasi anggaran daerah.

    “Kita sangat berharap nanti muncul di APBD Perubahan,” katanya.

    Selain sektor produk olahan, Disperindag Kukar juga sempat merancang pengembangan industri berbasis sawit seperti pembangunan pabrik minyak merah. Akan tetapi, program tersebut sementara terdampak penyesuaian anggaran pemerintah daerah.

    Meski demikian, Disperindag Kukar memastikan promosi produk unggulan daerah tetap menjadi prioritas untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri lokal di tingkat internasional.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Dari Kukar ke Dunia, Produk Lokal Kini Masuk India, Cina hingga Brasil

    Seputarfakta.com - Arsensia Serlyani -

    Nasional

    20 Mei 2026 01:46 WIB

    Kabid Promosi dan informasi industri Disperindag, Hamidin. (Foto:Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Produk lokal asal Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menembus pasar internasional. Gula aren, lidi nipah, agar-agar hingga amplang kini diminati pembeli dari sejumlah negara seperti Brasil, India, dan Cina melalui pameran dagang nasional maupun global yang diikuti Dinas Perindustrian dan Perdagagan (Disperindag) Kukar.

    Kepala Bidang Promosi dan Informasi Industri Disperindag Kukar, Hamidin, mengatakan promosi produk lokal terus dilakukan melalui pameran daerah, nasional, hingga internasional guna mempertemukan pelaku usaha lokal dengan buyer luar negeri.

    “Melalui pameran lokal, pameran nasional, bahkan internasional,” ujar Hamidin, Rabu (20/5/2026).

    Menurutnya, salah satu ajang yang diikuti yakni Trend Expo dan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang menghadirkan pembeli dari sekitar 135 negara. Dari forum tersebut, sejumlah produk Kukar mulai mendapatkan akses pasar ekspor.

    “Buyer itu sudah sip dah. Jadi saya temukan kamu punya apa, kamu butuh apa. Kita hubung-hubungkan,” katanya.

    Hamidin mengungkapkan gula aren asal Kukar kini berhasil diekspor ke Brasil. Sementara produk lidi nipah telah masuk pasar India dan agar-agar sempat dikirim ke Cina.

    “Lidi nipah itu ke India. Agar-agar sampai ke Cina,” ucapnya.

    Tidak hanya itu, permintaan produk olahan khas Kukar seperti amplang juga disebut cukup tinggi di pasar luar negeri. Bahkan, terdapat permintaan hingga satu ton per bulan.

    Namun, menurut Hamidin, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pemasaran, melainkan kemampuan pelaku usaha menjaga kontinuitas produksi dan stok barang.

    “Yang penting itu kontinuitas produk. Kalau kita enggak bisa menjaga kontinuitas produk, eksportir kecewa,” tegasnya.

    Ia menjelaskan, Disperindag Kukar sebenarnya telah menyiapkan sejumlah program pendampingan bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pengurusan sertifikasi halal hingga penguatan pemasaran produk. Namun, pelaksanaan program saat ini masih menyesuaikan kondisi rasionalisasi anggaran daerah.

    “Kita sangat berharap nanti muncul di APBD Perubahan,” katanya.

    Selain sektor produk olahan, Disperindag Kukar juga sempat merancang pengembangan industri berbasis sawit seperti pembangunan pabrik minyak merah. Akan tetapi, program tersebut sementara terdampak penyesuaian anggaran pemerintah daerah.

    Meski demikian, Disperindag Kukar memastikan promosi produk unggulan daerah tetap menjadi prioritas untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri lokal di tingkat internasional.

    (Sf/Rs)