Dari 81 Titik Banjir, Pemkot Balikpapan Fokus Sisa 17 Titik Baniir 

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    27 Agustus 2025 08:19 WIB

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto saat berada di kantornya. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menggenjot upaya penanganan banjir di sejumlah wilayah rawan. Dari total 81 titik banjir yang teridentifikasi, sebanyak 64 titik sudah berhasil ditangani. Sisanya 17 titik masih dalam proses pengerjaan bertahap.

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, menyebutkan bahwa penanganan sudah mencapai lebih dari 50 persen secara keseluruhan.

    "Fokus utama kami saat ini ada di dua daerah aliran sungai (DAS), yaitu DAS Ampal (Landasan Besar) dan DAS Landasan Kecil, karena dua kawasan ini paling berpengaruh terhadap banjir di kota," ucap Jen sapaan akrabnya, Rabu (27/8/2025).

    DAS Landasan Kecil mencakup wilayah Antasari dan Gunung Sari, sementara DAS Ampal meliputi belakang Pasar Segar, Zurich, hingga kawasan Balikpapan Super Block (BSB).

    Jen mengungkapkan, keterbatasan anggaran dan proses pembebasan lahan masih menjadi hambatan utama. Beberapa proyek, seperti pembangunan saluran bawah jalan juga terganjal oleh keberadaan utilitas seperti jaringan gas dan pipa air.

    "Sejak 2019 sebenarnya sudah direncanakan anggaran sebesar Rp140 miliar, tetapi belum bisa tuntas sekaligus," jelasnya.

    Untuk penanganan DAS Ampal, pemerintah menyiapkan tiga opsi yakni pembangunan rumah pompa, pelebaran saluran, dan pembangunan bendungan pengendali (bendali). Namun karena pelebaran dan pembangunan bendali memerlukan pembebasan lahan, rumah pompa dinilai sebagai solusi tercepat saat ini.

    Progres pengerukan lahan di DAS Ampal sendiri sudah mencapai sekitar 40 persen, atau 4 hektare dari total 10 hektare yang ditargetkan. Sebanyak 9,4 hektare lahan telah berhasil dibebaskan dengan anggaran mencapai Rp100 miliar.

    “Pembangunan fisik Bendali Ampal Hulu sendiri berada di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS), sedangkan Pemkot hanya bertugas menyiapkan lahan,” imbuhnya.

    Untuk mempercepat pengerjaan, Pemkot mengalokasikan dana sebesar Rp6 miliar dari Belanja Tak Terduga (BTT) untuk program pengerukan lahan melalui karya bakti TNI pada akhir Agustus.

    “Harapannya, pembangunan fisik bendali bisa didanai melalui APBN atau bantuan dari Pemprov,” tambahnya.

    Sejak 2024, Pemkot Balikpapan juga telah merevitalisasi beberapa bendali yang menjadi kewenangan daerah. Sementara bendali lainnya masih berada di bawah wewenang BWS, seperti Bendali 1 hingga 4.

    Untuk bendali lainnya terdiri dari Bendali 5 berada di bawah kewenangan Pemkot. Lalu Bendali 6 (Embung Aji Raden) masih dalam proses pembebasan lahan seluas 70 hektare. Serta Bendali Wonorejo dan sejumlah bendali kecil di perumahan juga menjadi fokus Pemkot.

    “Tahun ini, revitalisasi Bendali Gang Kantil dan outlet dari Boulevard juga tengah dikerjakan. Selain itu, pelebaran saluran di sisi kiri Jalan Beler menuju Balikpapan Baru juga sedang berlangsung,” paparnya.

    Beberapa proyek lain yang dikerjakan meliputi pembangunan saluran di depan Kantor Disdukcapil (kawasan Inhutani) sepanjang 200 meter dengan anggaran Rp10 miliar. Perbaikan saluran di Jalan Sultan Hasanuddin. Dan revitalisasi saluran di Jalan Yos Sudarso (sekitar pelabuhan) dan Jalan Sudirman (dari kantor pos hingga laut), termasuk pemasangan saluran sodetan di tengah jalan

    “Kami terus berupaya agar seluruh proyek bisa berjalan optimal, demi mewujudkan Balikpapan bebas banjir secara bertahap,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Dari 81 Titik Banjir, Pemkot Balikpapan Fokus Sisa 17 Titik Baniir 

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    27 Agustus 2025 08:19 WIB

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto saat berada di kantornya. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menggenjot upaya penanganan banjir di sejumlah wilayah rawan. Dari total 81 titik banjir yang teridentifikasi, sebanyak 64 titik sudah berhasil ditangani. Sisanya 17 titik masih dalam proses pengerjaan bertahap.

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, menyebutkan bahwa penanganan sudah mencapai lebih dari 50 persen secara keseluruhan.

    "Fokus utama kami saat ini ada di dua daerah aliran sungai (DAS), yaitu DAS Ampal (Landasan Besar) dan DAS Landasan Kecil, karena dua kawasan ini paling berpengaruh terhadap banjir di kota," ucap Jen sapaan akrabnya, Rabu (27/8/2025).

    DAS Landasan Kecil mencakup wilayah Antasari dan Gunung Sari, sementara DAS Ampal meliputi belakang Pasar Segar, Zurich, hingga kawasan Balikpapan Super Block (BSB).

    Jen mengungkapkan, keterbatasan anggaran dan proses pembebasan lahan masih menjadi hambatan utama. Beberapa proyek, seperti pembangunan saluran bawah jalan juga terganjal oleh keberadaan utilitas seperti jaringan gas dan pipa air.

    "Sejak 2019 sebenarnya sudah direncanakan anggaran sebesar Rp140 miliar, tetapi belum bisa tuntas sekaligus," jelasnya.

    Untuk penanganan DAS Ampal, pemerintah menyiapkan tiga opsi yakni pembangunan rumah pompa, pelebaran saluran, dan pembangunan bendungan pengendali (bendali). Namun karena pelebaran dan pembangunan bendali memerlukan pembebasan lahan, rumah pompa dinilai sebagai solusi tercepat saat ini.

    Progres pengerukan lahan di DAS Ampal sendiri sudah mencapai sekitar 40 persen, atau 4 hektare dari total 10 hektare yang ditargetkan. Sebanyak 9,4 hektare lahan telah berhasil dibebaskan dengan anggaran mencapai Rp100 miliar.

    “Pembangunan fisik Bendali Ampal Hulu sendiri berada di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS), sedangkan Pemkot hanya bertugas menyiapkan lahan,” imbuhnya.

    Untuk mempercepat pengerjaan, Pemkot mengalokasikan dana sebesar Rp6 miliar dari Belanja Tak Terduga (BTT) untuk program pengerukan lahan melalui karya bakti TNI pada akhir Agustus.

    “Harapannya, pembangunan fisik bendali bisa didanai melalui APBN atau bantuan dari Pemprov,” tambahnya.

    Sejak 2024, Pemkot Balikpapan juga telah merevitalisasi beberapa bendali yang menjadi kewenangan daerah. Sementara bendali lainnya masih berada di bawah wewenang BWS, seperti Bendali 1 hingga 4.

    Untuk bendali lainnya terdiri dari Bendali 5 berada di bawah kewenangan Pemkot. Lalu Bendali 6 (Embung Aji Raden) masih dalam proses pembebasan lahan seluas 70 hektare. Serta Bendali Wonorejo dan sejumlah bendali kecil di perumahan juga menjadi fokus Pemkot.

    “Tahun ini, revitalisasi Bendali Gang Kantil dan outlet dari Boulevard juga tengah dikerjakan. Selain itu, pelebaran saluran di sisi kiri Jalan Beler menuju Balikpapan Baru juga sedang berlangsung,” paparnya.

    Beberapa proyek lain yang dikerjakan meliputi pembangunan saluran di depan Kantor Disdukcapil (kawasan Inhutani) sepanjang 200 meter dengan anggaran Rp10 miliar. Perbaikan saluran di Jalan Sultan Hasanuddin. Dan revitalisasi saluran di Jalan Yos Sudarso (sekitar pelabuhan) dan Jalan Sudirman (dari kantor pos hingga laut), termasuk pemasangan saluran sodetan di tengah jalan

    “Kami terus berupaya agar seluruh proyek bisa berjalan optimal, demi mewujudkan Balikpapan bebas banjir secara bertahap,” tutupnya.

    (Sf/Rs)