Cari disini...
Seputar Kaltim
Korban saat menerima perawatan di Puskesmas Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.(Istimewa)
Penajam - Kondisi kesehatan pria paruh baya berinisial IB (61) yang menjadi korban pembacokan seorang pemuda berinisial RT yang diduga mengalami gangguan kejiwaan mulai membaik setelah menerima perawatan intensif di Puskesmas Petung.
Insiden pembacokan tersebut terjadi di depan gereja Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 23 Januari 2025 lalu.
Bidan Puskesmas Petung, Reka Mardiana mengatakan korban yang terkena sebilah parang sepanjang 60 cm di bagian bawah telinga dan punggung langsung dilarikan ke puskesmas terdekat setelah insiden mengerikan itu, sekitar pukul 16.00 WITA.
“Ada 30 jahitan yang diterima korban, yaitu di bagian bawah telinga dan punggung. Kini kondisi beliau sudah membaik dan bisa dipulangkan,” ucap Reka, Kamis (30/1/2025).
Sebelumnya, Puskemas Petung sempat menyarankan pihak keluarga untuk merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kelurahan Nipah-nipah karena tekanan darah yang diidapnya naik setelah mengalami insiden tersebut.
“Mereka (keluarga korban) menolak untuk dirujuk jadi kita berikan obat sebagai upaya penanganan,” ungkapnya.
Sedangkan kondisi pelaku, kini sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dengan melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) untuk merehabilitasi mentalnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Korban saat menerima perawatan di Puskesmas Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.(Istimewa)
Penajam - Kondisi kesehatan pria paruh baya berinisial IB (61) yang menjadi korban pembacokan seorang pemuda berinisial RT yang diduga mengalami gangguan kejiwaan mulai membaik setelah menerima perawatan intensif di Puskesmas Petung.
Insiden pembacokan tersebut terjadi di depan gereja Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 23 Januari 2025 lalu.
Bidan Puskesmas Petung, Reka Mardiana mengatakan korban yang terkena sebilah parang sepanjang 60 cm di bagian bawah telinga dan punggung langsung dilarikan ke puskesmas terdekat setelah insiden mengerikan itu, sekitar pukul 16.00 WITA.
“Ada 30 jahitan yang diterima korban, yaitu di bagian bawah telinga dan punggung. Kini kondisi beliau sudah membaik dan bisa dipulangkan,” ucap Reka, Kamis (30/1/2025).
Sebelumnya, Puskemas Petung sempat menyarankan pihak keluarga untuk merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Kelurahan Nipah-nipah karena tekanan darah yang diidapnya naik setelah mengalami insiden tersebut.
“Mereka (keluarga korban) menolak untuk dirujuk jadi kita berikan obat sebagai upaya penanganan,” ungkapnya.
Sedangkan kondisi pelaku, kini sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dengan melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) untuk merehabilitasi mentalnya.
(Sf/By)