Cari disini...
Seputar Kaltim
Dandim 0913 PPU, Letnal Kolonel Inf Arfan Affandi.(Istimewa)
Penajam - Baru-baru ini beredar isu yang menyatakan rekrutmen prajurit Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dikenakan biaya masuk, jika ingin dipastikan lolos menjadi abdi negara.
Dandim 0903 PPU, Letnal Kolonel Inf Arfan Affandi pun langsung menepis pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa penerimaan prajurit TNI AD tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun.
“Dalam penerimaan TNI AD, kita tidak menggunakan mekanisme bayar-membayar (suap) alias gratis tanpa dipungut biaya,” ucap Letnal Kolonel Inf Arfan, Senin (27/1/2025).
Ungkapan ini juga berlaku terhadap proses pendaftaran seleksi prajurit TNI AD yang saat ini tengah berlangsung hingga 8 Februari 2025.
Persyaratannya, calon pendaftar harus dalam kondisi sehat secara jasmani dan rohani tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.
Arfan mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan tindakan meminta-minta imbalan yang dilakukan oleh salah seorang oknum tidak bertanggung jawab dengan mengiming-imingi akan meloloskan pihak pemberi suap.
“Jika ada oknum yang menawarkan untuk lolos dalam penerimaan prajurit TNI AD, entah itu kerabat, saudara maupun bapak-bapak TNI dengan imbalan uang bekisar jutaan rupiah atau sekian itu tidak benar sama sekali dan harus dilaporkan jika ditemukan ada yang melakukan tindakan menghasut itu agar bisa ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Kodim 0913 PPU saat ini sedang membutuhkan penambahan 75 prajurit baru untuk meningkatkan keamanan dan mengisi posisi yang kosong.
"Saya berharap pernyataan yang disampaikan itu dapat menjawab pertanyaan masyarakat,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Dandim 0913 PPU, Letnal Kolonel Inf Arfan Affandi.(Istimewa)
Penajam - Baru-baru ini beredar isu yang menyatakan rekrutmen prajurit Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dikenakan biaya masuk, jika ingin dipastikan lolos menjadi abdi negara.
Dandim 0903 PPU, Letnal Kolonel Inf Arfan Affandi pun langsung menepis pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa penerimaan prajurit TNI AD tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun.
“Dalam penerimaan TNI AD, kita tidak menggunakan mekanisme bayar-membayar (suap) alias gratis tanpa dipungut biaya,” ucap Letnal Kolonel Inf Arfan, Senin (27/1/2025).
Ungkapan ini juga berlaku terhadap proses pendaftaran seleksi prajurit TNI AD yang saat ini tengah berlangsung hingga 8 Februari 2025.
Persyaratannya, calon pendaftar harus dalam kondisi sehat secara jasmani dan rohani tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun.
Arfan mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan tindakan meminta-minta imbalan yang dilakukan oleh salah seorang oknum tidak bertanggung jawab dengan mengiming-imingi akan meloloskan pihak pemberi suap.
“Jika ada oknum yang menawarkan untuk lolos dalam penerimaan prajurit TNI AD, entah itu kerabat, saudara maupun bapak-bapak TNI dengan imbalan uang bekisar jutaan rupiah atau sekian itu tidak benar sama sekali dan harus dilaporkan jika ditemukan ada yang melakukan tindakan menghasut itu agar bisa ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Kodim 0913 PPU saat ini sedang membutuhkan penambahan 75 prajurit baru untuk meningkatkan keamanan dan mengisi posisi yang kosong.
"Saya berharap pernyataan yang disampaikan itu dapat menjawab pertanyaan masyarakat,” tandasnya.
(Sf/By)