Cari disini...
Seputar Kaltim
Panitia MTQ ke-VII tingkat Kecamatan Muara Wis bersama perangkat desa dan warga saat mendirikan panggung di tengah Danau Melintang yang mengering (Dok: Pemdes Melintang)
Tenggarong – Hamparan dasar Danau Melintang yang mengering akibat musim kemarau dimanfaatkan menjadi lokasi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-VII Tingkat Kecamatan Muara Wis.
Keputusan tersebut diambil panitia bersama pemerintah desa setelah kondisi air Danau Melintang terus surut dalam beberapa pekan terakhir hingga menyisakan daratan yang cukup luas.
Sekretaris Desa Melintang, Farhan mengatakan lokasi MTQ semula tetap direncanakan di pelataran masjid, sama seperti pelaksanaan sebelumnya.
Namun perubahan kondisi danau membuat panitia melihat peluang menghadirkan konsep yang berbeda.
"Awalnya kami tetap menyiapkan pelaksanaan di pelataran masjid karena saat itu air masih tinggi. Tapi setelah danau mengering, akhirnya diputuskan memindahkan arena ke tengah danau agar lebih luas dan mampu menampung lebih banyak masyarakat," ujar Farhan, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, selain memanfaatkan fenomena alam yang jarang terjadi, lokasi baru juga dinilai lebih representatif dibanding pelataran masjid yang memiliki keterbatasan kapasitas.
Ia menyebut pelaksanaan MTQ tahun ini juga disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya berlangsung selama empat hari, kini rangkaian kegiatan hanya digelar selama dua malam dan satu hari dengan pembukaan dijadwalkan pada 28 Juli 2026.
MTQ tersebut akan diikuti enam desa di Kecamatan Muara Wis. Sementara, terdapat satu desa lainnya yang tidak mengirimkan peserta karena mayoritas penduduknya beragama non-Muslim.
Farhan menuturkan Desa Melintang sebelumnya pernah menjadi tuan rumah MTQ tingkat kecamatan pada 2019 lalu dan seluruh kegiatan masih dipusatkan di pelataran masjid.
"Ini menjadi pengalaman pertama MTQ dilaksanakan di tengah hamparan Danau Melintang yang mengering. Mudah-mudahan bisa menjadi kesan tersendiri bagi masyarakat sekaligus menarik lebih banyak warga untuk hadir," ungkapnya.
Guna memeriahkan kegiatan tersebut, panitia akan menyiapkan berbagai doorprize menarik berupa lima unit kipas angin dan sepeda listrik untuk para pengunjung yang beruntung pada malam pembukaan dan penutupan.
"Semua masyarakat yang hadir bisa memperoleh kupon doorprize. Kami berharap masyarakat datang dan bersama-sama menyemarakkan pelaksanaan MTQ tahun ini," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Panitia MTQ ke-VII tingkat Kecamatan Muara Wis bersama perangkat desa dan warga saat mendirikan panggung di tengah Danau Melintang yang mengering (Dok: Pemdes Melintang)
Tenggarong – Hamparan dasar Danau Melintang yang mengering akibat musim kemarau dimanfaatkan menjadi lokasi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-VII Tingkat Kecamatan Muara Wis.
Keputusan tersebut diambil panitia bersama pemerintah desa setelah kondisi air Danau Melintang terus surut dalam beberapa pekan terakhir hingga menyisakan daratan yang cukup luas.
Sekretaris Desa Melintang, Farhan mengatakan lokasi MTQ semula tetap direncanakan di pelataran masjid, sama seperti pelaksanaan sebelumnya.
Namun perubahan kondisi danau membuat panitia melihat peluang menghadirkan konsep yang berbeda.
"Awalnya kami tetap menyiapkan pelaksanaan di pelataran masjid karena saat itu air masih tinggi. Tapi setelah danau mengering, akhirnya diputuskan memindahkan arena ke tengah danau agar lebih luas dan mampu menampung lebih banyak masyarakat," ujar Farhan, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, selain memanfaatkan fenomena alam yang jarang terjadi, lokasi baru juga dinilai lebih representatif dibanding pelataran masjid yang memiliki keterbatasan kapasitas.
Ia menyebut pelaksanaan MTQ tahun ini juga disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya berlangsung selama empat hari, kini rangkaian kegiatan hanya digelar selama dua malam dan satu hari dengan pembukaan dijadwalkan pada 28 Juli 2026.
MTQ tersebut akan diikuti enam desa di Kecamatan Muara Wis. Sementara, terdapat satu desa lainnya yang tidak mengirimkan peserta karena mayoritas penduduknya beragama non-Muslim.
Farhan menuturkan Desa Melintang sebelumnya pernah menjadi tuan rumah MTQ tingkat kecamatan pada 2019 lalu dan seluruh kegiatan masih dipusatkan di pelataran masjid.
"Ini menjadi pengalaman pertama MTQ dilaksanakan di tengah hamparan Danau Melintang yang mengering. Mudah-mudahan bisa menjadi kesan tersendiri bagi masyarakat sekaligus menarik lebih banyak warga untuk hadir," ungkapnya.
Guna memeriahkan kegiatan tersebut, panitia akan menyiapkan berbagai doorprize menarik berupa lima unit kipas angin dan sepeda listrik untuk para pengunjung yang beruntung pada malam pembukaan dan penutupan.
"Semua masyarakat yang hadir bisa memperoleh kupon doorprize. Kami berharap masyarakat datang dan bersama-sama menyemarakkan pelaksanaan MTQ tahun ini," tandasnya.
(Sf/Rs)