Seputar Kaltim

    Dana Kurang Salur dari Pusat Tembus Rp208 Miliar, Bupati PPU Sebut Belum Ada Kepastian 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    14 Desember 2025 pukul 20:25 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: istimewa)

    Penajam - Dana kurang salur dari pemerintah pusat untuk Penajam Paser Utara (PPU) tercatat mencapai Rp208 miliar.

    Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menyampaikan pemerintah daerah baru menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp250 miliar dari Rp477 miliar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

    “Dana kurang salur yang belum cair itu sekitar 50 persen, nilainya mencapai Rp208 miliar,” ujar Mudyat, Jumat (12/12/2025).

    Ia menyatakan hingga kini belum ada kepastian terkait pencairan dana kurang salur tahap akhir tersebut.

    Ketidakpastian ini tentu mempengaruhi pelaksanaan sejumlah program, mengingat dana tersebut telah masuk dalam struktur program pembangunan daerah.

    “Sampai sekarang belum ada kepastian kapan pencairannya, sementara dana itu sudah masuk dalam batang tubuh program dan sebagian sudah berjalan,” paparnya.

    Mudyat berharap dana kurang salur tersebut dapat segera dicairkan agar pemerintah daerah dapat memastikan program yang sudah berjalan bisa terus berlanjut.

    “Ini supaya semua, khususnya masyarakat merasa terayomi dan terlayani dengan baik,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dana Kurang Salur dari Pusat Tembus Rp208 Miliar, Bupati PPU Sebut Belum Ada Kepastian 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    14 Desember 2025 pukul 20:25 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor (Dok: istimewa)

    Penajam - Dana kurang salur dari pemerintah pusat untuk Penajam Paser Utara (PPU) tercatat mencapai Rp208 miliar.

    Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menyampaikan pemerintah daerah baru menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp250 miliar dari Rp477 miliar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

    “Dana kurang salur yang belum cair itu sekitar 50 persen, nilainya mencapai Rp208 miliar,” ujar Mudyat, Jumat (12/12/2025).

    Ia menyatakan hingga kini belum ada kepastian terkait pencairan dana kurang salur tahap akhir tersebut.

    Ketidakpastian ini tentu mempengaruhi pelaksanaan sejumlah program, mengingat dana tersebut telah masuk dalam struktur program pembangunan daerah.

    “Sampai sekarang belum ada kepastian kapan pencairannya, sementara dana itu sudah masuk dalam batang tubuh program dan sebagian sudah berjalan,” paparnya.

    Mudyat berharap dana kurang salur tersebut dapat segera dicairkan agar pemerintah daerah dapat memastikan program yang sudah berjalan bisa terus berlanjut.

    “Ini supaya semua, khususnya masyarakat merasa terayomi dan terlayani dengan baik,” tandasnya.

    (Sf/Rs)