Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Badan Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Dana hibah untuk organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) hingga kini belum tersalurkan. Dari 11 Ormas yang sebelumnya diajukan sebagai penerima hibah, hanya 7 yang dinyatakan lolos verifikasi.
Kepala Badan Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, menyampaikan bahwa dari hasil verifikasi di lapangan, 4 Ormas dinyatakan gugur karena mengalami sejumlah permasalahan, sehingga tidak dapat dilanjutkan sebagai penerima dana hibah.
“Dari 11 yang diajukan, setelah kita verifikasi di lapangan tinggal 7. Yang empat itu bermasalah. Ada yang tempatnya tidak ada, ada juga yang terlihat seperti organisasi dadakan,” ujar Tejo.
Ia menegaskan pentingnya proses verifikasi untuk memastikan dana hibah benar-benar diberikan kepada organisasi yang aktif.
"Verifikasi itu penting. Ormas itu otomatis harus punya tempat, ada plang namanya, akta notaris juga harus ada. Selain itu, harus ada susunan pengurus dan KTP-nya. Verifikasinya juga kita lakukan, termasuk data-data pengurusnya," tegasnya.
Tejo mengungkapkan total anggaran dana hibah yang masih dalam proses penyaluran untuk Ormas diperkirakan sekitar Rp1 miliar. Adapun besaran dana hibah yang diterima masing-masing Ormas bervariasi.
“Kadang 100 juta, kadang 200 juta per organisasi,” tambahnya.
Sementara itu, untuk partai politik, Tejo menyebutkan bahwa penyaluran dana hibah dilakukan berdasarkan jumlah suara sah yang diperoleh dalam pemilu.
“Kalau parpol, per suara sah itu Rp7 ribu. Itu sudah ditetapkan, dan kita memiliki 10 parpol,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Badan Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Dana hibah untuk organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) hingga kini belum tersalurkan. Dari 11 Ormas yang sebelumnya diajukan sebagai penerima hibah, hanya 7 yang dinyatakan lolos verifikasi.
Kepala Badan Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, menyampaikan bahwa dari hasil verifikasi di lapangan, 4 Ormas dinyatakan gugur karena mengalami sejumlah permasalahan, sehingga tidak dapat dilanjutkan sebagai penerima dana hibah.
“Dari 11 yang diajukan, setelah kita verifikasi di lapangan tinggal 7. Yang empat itu bermasalah. Ada yang tempatnya tidak ada, ada juga yang terlihat seperti organisasi dadakan,” ujar Tejo.
Ia menegaskan pentingnya proses verifikasi untuk memastikan dana hibah benar-benar diberikan kepada organisasi yang aktif.
"Verifikasi itu penting. Ormas itu otomatis harus punya tempat, ada plang namanya, akta notaris juga harus ada. Selain itu, harus ada susunan pengurus dan KTP-nya. Verifikasinya juga kita lakukan, termasuk data-data pengurusnya," tegasnya.
Tejo mengungkapkan total anggaran dana hibah yang masih dalam proses penyaluran untuk Ormas diperkirakan sekitar Rp1 miliar. Adapun besaran dana hibah yang diterima masing-masing Ormas bervariasi.
“Kadang 100 juta, kadang 200 juta per organisasi,” tambahnya.
Sementara itu, untuk partai politik, Tejo menyebutkan bahwa penyaluran dana hibah dilakukan berdasarkan jumlah suara sah yang diperoleh dalam pemilu.
“Kalau parpol, per suara sah itu Rp7 ribu. Itu sudah ditetapkan, dan kita memiliki 10 parpol,” pungkasnya.
(Sf/Rs)