Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Paparan cuaca panas dan sebaran debu akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Pemantauan intensif Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim di lapangan mencatat tren peningkatan kasus ISPA di tengah masyarakat yang berkisar antara 10 hingga 20 persen.
Secara akumulatif sejak bulan Januari, catatan kasus ISPA tertinggi berada di Kota Balikpapan yang menembus 66.468 kasus. Tingginya angka infeksi pernapasan ini juga terjadi di Samarinda dengan 48.230 kasus, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 29.453 kasus, dan Kutai Barat dengan 7.562 kasus.
"Perkembangan data kesehatan warga tersebut terus dilaporkan secara aktual setiap hari oleh jaringan puskesmas dan rumah sakit melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Responsif," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin di Samarinda, Kamis (27/6/2026).
Merespons tingginya angka serta potensi penyebaran yang makin luas akibat kemarau, Dinas Kesehatan Kaltim bergerak cepat menyiagakan tim krisis kesehatan dan pendistribusian logistik.
Langkah antisipasi ini menjadi prioritas seiring dengan fenomena angin kencang serta peningkatan kabut asap.
"Tim krisis kami telah bersiaga dan terus bekerja di lapangan untuk memantau peningkatan kasus-kasus penyakit yang berpotensi dialami masyarakat," katanya.
Untuk melindungi masyarakat dari paparan udara buruk, puluhan ribu boks masker dewasa telah disalurkan ke lima wilayah kabupaten dengan risiko paparan asap paling tinggi.
Kelima wilayah tersebut meliputi Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser.
"Kami langsung merespons situasi tersebut dengan mengirimkan bantuan logistik kesehatan, termasuk ketersediaan masker, ke sejumlah wilayah terdampak seperti Berau dan Paser sebagai daerah yang paling rawan karhutla," ujarnya.
Jaya menjelaskan, sasaran utama penerima bantuan alat pelindung pernapasan tersebut mencakup ribuan jiwa dari kelompok rentan. Fokus pendistribusian diutamakan bagi anak balita, wanita hamil, serta warga lanjut usia.
Guna memperkuat mitigasi kesehatan di seluruh wilayah, pemerintah provinsi juga telah menerbitkan surat edaran resmi dan menggelar rapat koordinasi intensif bersama jajaran pemerintah kabupaten dan kota.
"Jajaran kesehatan terus berfokus mengikuti standar kegiatan siaga, merespons potensi bencana, serta memastikan pemeliharaan layanan pemulihan kesehatan masyarakat berjalan maksimal," pungkasnya
(Sf/Rs).
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Paparan cuaca panas dan sebaran debu akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Pemantauan intensif Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim di lapangan mencatat tren peningkatan kasus ISPA di tengah masyarakat yang berkisar antara 10 hingga 20 persen.
Secara akumulatif sejak bulan Januari, catatan kasus ISPA tertinggi berada di Kota Balikpapan yang menembus 66.468 kasus. Tingginya angka infeksi pernapasan ini juga terjadi di Samarinda dengan 48.230 kasus, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 29.453 kasus, dan Kutai Barat dengan 7.562 kasus.
"Perkembangan data kesehatan warga tersebut terus dilaporkan secara aktual setiap hari oleh jaringan puskesmas dan rumah sakit melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Responsif," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin di Samarinda, Kamis (27/6/2026).
Merespons tingginya angka serta potensi penyebaran yang makin luas akibat kemarau, Dinas Kesehatan Kaltim bergerak cepat menyiagakan tim krisis kesehatan dan pendistribusian logistik.
Langkah antisipasi ini menjadi prioritas seiring dengan fenomena angin kencang serta peningkatan kabut asap.
"Tim krisis kami telah bersiaga dan terus bekerja di lapangan untuk memantau peningkatan kasus-kasus penyakit yang berpotensi dialami masyarakat," katanya.
Untuk melindungi masyarakat dari paparan udara buruk, puluhan ribu boks masker dewasa telah disalurkan ke lima wilayah kabupaten dengan risiko paparan asap paling tinggi.
Kelima wilayah tersebut meliputi Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser.
"Kami langsung merespons situasi tersebut dengan mengirimkan bantuan logistik kesehatan, termasuk ketersediaan masker, ke sejumlah wilayah terdampak seperti Berau dan Paser sebagai daerah yang paling rawan karhutla," ujarnya.
Jaya menjelaskan, sasaran utama penerima bantuan alat pelindung pernapasan tersebut mencakup ribuan jiwa dari kelompok rentan. Fokus pendistribusian diutamakan bagi anak balita, wanita hamil, serta warga lanjut usia.
Guna memperkuat mitigasi kesehatan di seluruh wilayah, pemerintah provinsi juga telah menerbitkan surat edaran resmi dan menggelar rapat koordinasi intensif bersama jajaran pemerintah kabupaten dan kota.
"Jajaran kesehatan terus berfokus mengikuti standar kegiatan siaga, merespons potensi bencana, serta memastikan pemeliharaan layanan pemulihan kesehatan masyarakat berjalan maksimal," pungkasnya
(Sf/Rs).