Seputar Kaltim

    Dampak El Nino Susutkan Sungai Mahakam, Gubernur Kaltim Salurkan Puluhan Ton Logistik ke Mahulu dan Dorong Akses Darat

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Agustus 2026 pukul 22:05 WITA

    Penyaluran logistik ke Mahakam Ulu dari Pemerintah Provinsi Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Fenomena El Nino dan kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia turut berdampak fatal pada menyusutnya debit air di Sungai Mahakam. 

    Kondisi ini melumpuhkan distribusi barang, jasa, dan mobilitas manusia, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Hulu (Mahulu).

    Merespons krisis tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan puluhan ton bantuan cadangan pangan dan menggelar Operasi Pasar (OP) untuk masyarakat di wilayah terdampak.

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, secara langsung melepas rombongan 6 truk logistik yang membawa beras, minyak goreng, gula pasir, hingga LPG menuju Mahulu.

    "Ini adalah bukti nyata bahwa Pemprov Kaltim hadir di tengah-tengah masyarakat. Jangan kita melihat Mahakam Hulu itu jauh di peta. Secara geografis mungkin jauh, tetapi sangat dekat dalam perhatian kami. Artinya, tidak ada yang luput dari perhatian pemerintah," tegas Rudy Mas'ud saat pelepasan logistik di Samarinda, Senin (17/8/2026).

    Bantuan logistik yang disalurkan terbagi menjadi dua skema. Pertama, skema Cadangan Pangan Pemerintah yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat terdampak. 

    Kedua, skema Operasi Pasar (OP) yang bertujuan menstabilkan harga, di mana kebutuhan pokok dijual menggunakan standar harga di Samarinda.

    Berdasarkan laporan dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim, pada pengiriman tahap pertama ini, Pemprov bersama Bulog dan PT Pertamina Patra Niaga mendistribusikan beras cadangan pangan dibagikan secara gratis sebanyak 2.400 sak (hampir 10 ton).

    Selain itu ada operasi pasa, mulai dari Beras Premium sebanyak 330 sak, Minyakita 2 Liter 600 kemasan, gula pasir satu kilogram 1.200 kemasan, LPG 3 kilogram 720 tabung, LPG 12 Kg 200 tabung.

    Mengingat sulitnya akses masuk akibat surutnya Sungai Mahakam, Gubernur telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kaltim melalui UPTD setempat untuk mengawal langsung truk-truk logistik tersebut. 

    Hal ini guna memastikan bantuan bisa menembus daerah pelosok seperti Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

    Terhambatnya distribusi logistik melalui jalur sungai akibat kemarau ini menjadi cambuk bagi pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan infrastruktur konektivitas. 

    Rudy Mas'ud menekankan bahwa Kaltim tidak boleh lagi hanya bergantung pada jalur air.

    "Konektivitas ini sangat mahal. Jalur darat belum tembus, jalur air dangkal, dan udara biayanya sangat tinggi. Apapun bentuknya, ini adalah komitmen Pemprov Kaltim untuk segera membuka akses darat secara penuh agar distribusi tidak lumpuh di saat kemarau," imbuhnya.

    Selain krisis logistik, Pemprov Kaltim juga mewaspadai ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Jika hujan tidak kunjung turun, Pemprov bersama pihak Lanud Balikpapan dan instansi terkait berencana melakukan rekayasa cuaca (cloud seeding) pada 22 hingga 27 Agustus mendatang, dengan fokus di wilayah Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.

    "Lebih baik kita sibuk mengantisipasi daripada harus memadamkan kebakaran yang membawa banyak dampak buruk, terutama bagi kesehatan," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dampak El Nino Susutkan Sungai Mahakam, Gubernur Kaltim Salurkan Puluhan Ton Logistik ke Mahulu dan Dorong Akses Darat

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    17 Agustus 2026 pukul 22:05 WITA

    Penyaluran logistik ke Mahakam Ulu dari Pemerintah Provinsi Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Fenomena El Nino dan kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia turut berdampak fatal pada menyusutnya debit air di Sungai Mahakam. 

    Kondisi ini melumpuhkan distribusi barang, jasa, dan mobilitas manusia, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Hulu (Mahulu).

    Merespons krisis tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan puluhan ton bantuan cadangan pangan dan menggelar Operasi Pasar (OP) untuk masyarakat di wilayah terdampak.

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, secara langsung melepas rombongan 6 truk logistik yang membawa beras, minyak goreng, gula pasir, hingga LPG menuju Mahulu.

    "Ini adalah bukti nyata bahwa Pemprov Kaltim hadir di tengah-tengah masyarakat. Jangan kita melihat Mahakam Hulu itu jauh di peta. Secara geografis mungkin jauh, tetapi sangat dekat dalam perhatian kami. Artinya, tidak ada yang luput dari perhatian pemerintah," tegas Rudy Mas'ud saat pelepasan logistik di Samarinda, Senin (17/8/2026).

    Bantuan logistik yang disalurkan terbagi menjadi dua skema. Pertama, skema Cadangan Pangan Pemerintah yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat terdampak. 

    Kedua, skema Operasi Pasar (OP) yang bertujuan menstabilkan harga, di mana kebutuhan pokok dijual menggunakan standar harga di Samarinda.

    Berdasarkan laporan dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim, pada pengiriman tahap pertama ini, Pemprov bersama Bulog dan PT Pertamina Patra Niaga mendistribusikan beras cadangan pangan dibagikan secara gratis sebanyak 2.400 sak (hampir 10 ton).

    Selain itu ada operasi pasa, mulai dari Beras Premium sebanyak 330 sak, Minyakita 2 Liter 600 kemasan, gula pasir satu kilogram 1.200 kemasan, LPG 3 kilogram 720 tabung, LPG 12 Kg 200 tabung.

    Mengingat sulitnya akses masuk akibat surutnya Sungai Mahakam, Gubernur telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kaltim melalui UPTD setempat untuk mengawal langsung truk-truk logistik tersebut. 

    Hal ini guna memastikan bantuan bisa menembus daerah pelosok seperti Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

    Terhambatnya distribusi logistik melalui jalur sungai akibat kemarau ini menjadi cambuk bagi pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan infrastruktur konektivitas. 

    Rudy Mas'ud menekankan bahwa Kaltim tidak boleh lagi hanya bergantung pada jalur air.

    "Konektivitas ini sangat mahal. Jalur darat belum tembus, jalur air dangkal, dan udara biayanya sangat tinggi. Apapun bentuknya, ini adalah komitmen Pemprov Kaltim untuk segera membuka akses darat secara penuh agar distribusi tidak lumpuh di saat kemarau," imbuhnya.

    Selain krisis logistik, Pemprov Kaltim juga mewaspadai ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Jika hujan tidak kunjung turun, Pemprov bersama pihak Lanud Balikpapan dan instansi terkait berencana melakukan rekayasa cuaca (cloud seeding) pada 22 hingga 27 Agustus mendatang, dengan fokus di wilayah Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.

    "Lebih baik kita sibuk mengantisipasi daripada harus memadamkan kebakaran yang membawa banyak dampak buruk, terutama bagi kesehatan," tutupnya.

    (Sf/Rs)