Cari disini...
Seputar Kaltim
Potret pelaksanaan Festival Nondoi (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) hanya mampu melaksanakan satu kegiatan kebudayaan pada 2025 ini, yaitu Festival Budaya Belian Adat Paser Nondoi.
Ini dikarenakan kondisi keuangan daerah sedang menipis akibat terkena dampak dari instruksi presiden (inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Anggaran.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief mengatakan dampak dari pemangkasan itu membuat pelaksanaan kegiatan kebudayaan lain, termasuk pemilihan duta budaya terancam tidak terlaksana tahun ini.
“Efisiensi anggaran sangat berdampak terhadap kegiatan kebudayaan yang lain, sehingga hanya menyisakan Festival Nondoi sebagai kegiatan kebudayaan yang bisa kita laksanakan pada tahun ini,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
“Sebenarnya ada banyak kegiatan kebudayaan di PPU, tapi yang terlaksana pada tahun ini hanya Festival Nondoi,” tambahnya.
Disbudpar PPU kini tengah berupaya mengusulkan bantuan keuangan (bankeu) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) agar kegiatan kebudayaan lainnya dapat terlaksana seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya usulan itu penting agar program pelestarian budaya daerah terus berlanjut meski sedang menghadapi tantangan fiskal.
“Semoga kegiatan kebudayaan lainnya dapat terlaksana juga pada tahun ini,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Potret pelaksanaan Festival Nondoi (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) hanya mampu melaksanakan satu kegiatan kebudayaan pada 2025 ini, yaitu Festival Budaya Belian Adat Paser Nondoi.
Ini dikarenakan kondisi keuangan daerah sedang menipis akibat terkena dampak dari instruksi presiden (inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Anggaran.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief mengatakan dampak dari pemangkasan itu membuat pelaksanaan kegiatan kebudayaan lain, termasuk pemilihan duta budaya terancam tidak terlaksana tahun ini.
“Efisiensi anggaran sangat berdampak terhadap kegiatan kebudayaan yang lain, sehingga hanya menyisakan Festival Nondoi sebagai kegiatan kebudayaan yang bisa kita laksanakan pada tahun ini,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
“Sebenarnya ada banyak kegiatan kebudayaan di PPU, tapi yang terlaksana pada tahun ini hanya Festival Nondoi,” tambahnya.
Disbudpar PPU kini tengah berupaya mengusulkan bantuan keuangan (bankeu) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) agar kegiatan kebudayaan lainnya dapat terlaksana seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya usulan itu penting agar program pelestarian budaya daerah terus berlanjut meski sedang menghadapi tantangan fiskal.
“Semoga kegiatan kebudayaan lainnya dapat terlaksana juga pada tahun ini,” tandasnya.
(Sf/Lo)