Seputar Kaltim

    Dampak Efisiensi Anggaran, Pembangunan Posko Damkar di Jenebora Tertunda 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 Agustus 2025 pukul 13:17 WITA

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak. (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Rencana pembangunan Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) pada 2025 terpaksa ditunda.

    Penundaan itu dikarenakan munculnya Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Anggaran yang mengakibatkan anggaran milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU terpangkas.

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak mengatakan realisasi pembangunan posko damkar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp1,3 miliar.

    “Dengan adanya efisiensi anggaran, penggadaan di dinas kami terkena dampak, terutama rencana pembangunan posko damkar di Jenebora yang pengajuannya tidak masuk dalam perencanaan akibat kondisi keuangan, sehingga hal ini belum bisa dilaksanakan,” ucap Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, Rabu (6/8/2025).

    DPKP PPU berkomitmen mengusulkan kembali rencana pembangunan posko damkar tersebut pada 2026 mendatang guna meningkatkan pelayanan publik di wilayah setempat.

    “Karena (usulan) di tahun ini tidak masuk dalam penganggaran, maka akan kita usulkan kembali di tahun depan,” bebernya.

    Sementara Lurah Jenebora, Heru Santoso menyatakan keberadaan posko damkar sangat penting untuk mempercepat respon penanganan insiden kebakaran dan upaya penyelamatan di wilayahnya.

    Mengingat masyarakat Jenebora hanya mengandalkan posko terdekat di Kelurahan Sotek dan Maridan.

    Jarak posko damkar di Sotek dan Maridan terbilang cukup jauh, sehingga ketika terjadi kebakaran di kawasan Jenebora, api telah membuat bangunan menjadi arang.

    “Kalau melihat insiden sebelum saya di sana, saat petugas tiba bukan memadamkan api tapi hanya bara yang dipadamkan karena sudah selesai. Kalau diperkirakan jaraknya sekitar 40 Km,” bebernya.

    “Jadi kita itu mempunyai bangunan yang sudah lama tidak digunakan dan mau dialihfungsikan menjadi posko damkar. Pelaksanaannya tentu dari dinas terkait (DPKP),” tambahnya.

    Heru berharap usulan terkait rencana itu dapat direalisasikan secepatnya guna memastikan insiden kebakaran dan penyelamatan bisa ditanggulangi dengan cepat.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dampak Efisiensi Anggaran, Pembangunan Posko Damkar di Jenebora Tertunda 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 Agustus 2025 pukul 13:17 WITA

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak. (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Rencana pembangunan Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) pada 2025 terpaksa ditunda.

    Penundaan itu dikarenakan munculnya Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Anggaran yang mengakibatkan anggaran milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU terpangkas.

    Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak mengatakan realisasi pembangunan posko damkar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp1,3 miliar.

    “Dengan adanya efisiensi anggaran, penggadaan di dinas kami terkena dampak, terutama rencana pembangunan posko damkar di Jenebora yang pengajuannya tidak masuk dalam perencanaan akibat kondisi keuangan, sehingga hal ini belum bisa dilaksanakan,” ucap Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, Rabu (6/8/2025).

    DPKP PPU berkomitmen mengusulkan kembali rencana pembangunan posko damkar tersebut pada 2026 mendatang guna meningkatkan pelayanan publik di wilayah setempat.

    “Karena (usulan) di tahun ini tidak masuk dalam penganggaran, maka akan kita usulkan kembali di tahun depan,” bebernya.

    Sementara Lurah Jenebora, Heru Santoso menyatakan keberadaan posko damkar sangat penting untuk mempercepat respon penanganan insiden kebakaran dan upaya penyelamatan di wilayahnya.

    Mengingat masyarakat Jenebora hanya mengandalkan posko terdekat di Kelurahan Sotek dan Maridan.

    Jarak posko damkar di Sotek dan Maridan terbilang cukup jauh, sehingga ketika terjadi kebakaran di kawasan Jenebora, api telah membuat bangunan menjadi arang.

    “Kalau melihat insiden sebelum saya di sana, saat petugas tiba bukan memadamkan api tapi hanya bara yang dipadamkan karena sudah selesai. Kalau diperkirakan jaraknya sekitar 40 Km,” bebernya.

    “Jadi kita itu mempunyai bangunan yang sudah lama tidak digunakan dan mau dialihfungsikan menjadi posko damkar. Pelaksanaannya tentu dari dinas terkait (DPKP),” tambahnya.

    Heru berharap usulan terkait rencana itu dapat direalisasikan secepatnya guna memastikan insiden kebakaran dan penyelamatan bisa ditanggulangi dengan cepat.

    (Sf/Lo)