Cari disini...
Seputar Kaltim
Damkar Berau saat melakukan pemadaman di salah satu kejadian kebakaran. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mencatat pelayanan Pemadam Kebakaran (Damkar) telah menangani
264 kejadian sepanjang periode 2025.
Penanganan tersebut mencakup kebakaran permukiman, operasi penyelamatan, serta berbagai kondisi darurat lainnya. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Berau, dari total kejadian tersebut terdapat 49 kejadian kebakaran permukiman dan 187 kejadian evakuasi hewan liar yang menjadi laporan paling dominan.
Damkar juga menangani sejumlah operasi penyelamatan lain seperti evakuasi jenazah, pelepasan cincin, penanganan pohon tumbang, hingga kondisi darurat lainnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat menyampaikan meskipun jumlah kebakaran permukiman mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, potensi bencana tetap harus diantisipasi.
"Walaupun angka kejadian kebakaran permukiman menurun dari 54 kejadian pada tahun 2024 menjadi 49 kejadian di tahun 2025, kebakaran merupakan bencana yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja," ujar Nofian.
Menurutnya kecepatan respons dan kesiapsiagaan menjadi faktor krusial dalam penanganan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. Damkar merupakan garda terdepan dalam menjaga keselamatan masyarakat.
"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, serta optimalisasi pos dan armada pemadam kebakaran," jelas Nofian.
Ia berharap pada 2026 mendatang upaya pencegahan dapat semakin diperkuat dengan meningkatkan peran masyarakat.
"Untuk 2026 kami berharap bisa melakukan upaya mencerdaskan masyarakat dengan membentuk kelompok-kelompok relawan kebakaran melalui pelatihan," katanya.
Terkait tingginya laporan evakuasi hewan liar, ia mengimbau masyarakat agar lebih memahami jenis hewan dilindungi maupun yang berpotensi membahayakan.
"Kalau di kami, apabila hewan itu hewan buas, baik dilindungi atau tidak dilindungi, jika memungkinkan kami tangkap hidup-hidup, akan kami lepaskan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman," tuturnya.
Khusus untuk evakuasi hewan yang dilindungi, Damkar Berau akan mengamankan dan menyerahkannya kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Damkar Berau saat melakukan pemadaman di salah satu kejadian kebakaran. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mencatat pelayanan Pemadam Kebakaran (Damkar) telah menangani
264 kejadian sepanjang periode 2025.
Penanganan tersebut mencakup kebakaran permukiman, operasi penyelamatan, serta berbagai kondisi darurat lainnya. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Berau, dari total kejadian tersebut terdapat 49 kejadian kebakaran permukiman dan 187 kejadian evakuasi hewan liar yang menjadi laporan paling dominan.
Damkar juga menangani sejumlah operasi penyelamatan lain seperti evakuasi jenazah, pelepasan cincin, penanganan pohon tumbang, hingga kondisi darurat lainnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat menyampaikan meskipun jumlah kebakaran permukiman mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, potensi bencana tetap harus diantisipasi.
"Walaupun angka kejadian kebakaran permukiman menurun dari 54 kejadian pada tahun 2024 menjadi 49 kejadian di tahun 2025, kebakaran merupakan bencana yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja," ujar Nofian.
Menurutnya kecepatan respons dan kesiapsiagaan menjadi faktor krusial dalam penanganan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya. Damkar merupakan garda terdepan dalam menjaga keselamatan masyarakat.
"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, serta optimalisasi pos dan armada pemadam kebakaran," jelas Nofian.
Ia berharap pada 2026 mendatang upaya pencegahan dapat semakin diperkuat dengan meningkatkan peran masyarakat.
"Untuk 2026 kami berharap bisa melakukan upaya mencerdaskan masyarakat dengan membentuk kelompok-kelompok relawan kebakaran melalui pelatihan," katanya.
Terkait tingginya laporan evakuasi hewan liar, ia mengimbau masyarakat agar lebih memahami jenis hewan dilindungi maupun yang berpotensi membahayakan.
"Kalau di kami, apabila hewan itu hewan buas, baik dilindungi atau tidak dilindungi, jika memungkinkan kami tangkap hidup-hidup, akan kami lepaskan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman," tuturnya.
Khusus untuk evakuasi hewan yang dilindungi, Damkar Berau akan mengamankan dan menyerahkannya kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
(Sf/Lo)