Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi lampu PJU (Dok: Freepik)
Tenggarong - Sebanyak 17 kabel listrik di Penerangan Jalan Umum (PJU) Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hilang digasak maling.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi mengatakan sedikitnya dua kali pencurian terjadi di kawasan tersebut dalam sebulan terakhir.
Akibat pencurian tersebut, sejumlah titik penerangan jalan mengalami padam karena kabel yang menjadi bagian dari instalasi PJU diambil maling.
"Dua kali kejadian dalam bulan ini sudah ada dua kali. Yang pertama itu sekitar 10 tiang dengan panjang sekitar 700 meter, sementara yang kedua sekitar tujuh gawang dengan panjang sekitar 500 meter," ujar Ahmad, Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan istilah satu gawang merujuk pada jarak antara satu tiang dengan tiang lainnya yang berjarak sekitar 50 meter.
Dari kondisi di lapangan, kabel diduga dipotong pada bagian yang berada dekat dengan tiang. Dengan posisi tersebut, pelaku diperkirakan harus memanjat tiang untuk mengambil kabel.
Ia mengungkapkan pencurian kabel PJU bukan kali pertama terjadi di jalur tersebut. Kejadian serupa, lanjut dia, pernah beberapa kali ditemukan sebelumnya. Namun, selama lebih dari satu tahun terakhir, kawasan itu relatif aman sebelum kembali terjadi pencurian pada Agustus 2026.
Selain di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, kasus serupa juga pernah terjadi di kawasan Jongkang sekitar tiga bulan lalu. Kala itu, sekitar tujuh PJU mengalami pemadaman akibat kabel listriknya dicuri oleh maling.
“Jadi untuk kejadian ini, saya sudah perintahkan untuk melakukan pengawasan dan melapor ke kepolisian karena sudah dua kali kejadian,” tegas Ahmad.
Ia menerangkan sistem kelistrikan PJU pada sejumlah lokasi menggunakan satu rangkaian yang dapat menghidupkan sekitar 20 lampu sekaligus. Artinya, saat kabel pada rangkaian tersebut hilang, maka seluruh lampu yang terhubung ikut padam.
"Satu pas itu 20 lampu. Kalau diambil sebagian, maka yang 20 lampu itu mati," jelasnya.
Kondisi tersebut tentu menimbulkan keluhan dari kalangan masyarakat masyarakat karena sebagian mengira lampu PJU mengalami gangguan teknis, padahal penyebabnya adalah kabel yang hilang.
"Kalau setop, kabel kan kita masih ada, aman saja. Cuma yang meresahkan ini ada komplain dari masyarakat, lampu rusak, tahu-tahunya kabelnya yang dicuri," ungkapnya.
Kini Dishub Kukar tengah melakukan perbaikan pada jaringan yang terdampak agar fungsi penerangan kembali normal.
Di sisi lain, Dishub Kukar rutin melakukan pemantauan melalui patroli sekitar satu kali dalam sepekan. "Kurang paham siapa pelakunya, kemudian apa modusnya, belum tahu," kata Ahmad.
Ia berharap kepolisian dapat mengungkap dalang di balik hilangnya kabel listrik PJU di kawasan tersebut. Sebab, keberadaan PJU tidak hanya berkaitan dengan fasilitas umum, tapi juga menunjang kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang melintas pada malam hari.
"Ini untuk kepentingan umum dan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta keselamatan masyarakat," tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi lampu PJU (Dok: Freepik)
Tenggarong - Sebanyak 17 kabel listrik di Penerangan Jalan Umum (PJU) Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hilang digasak maling.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi mengatakan sedikitnya dua kali pencurian terjadi di kawasan tersebut dalam sebulan terakhir.
Akibat pencurian tersebut, sejumlah titik penerangan jalan mengalami padam karena kabel yang menjadi bagian dari instalasi PJU diambil maling.
"Dua kali kejadian dalam bulan ini sudah ada dua kali. Yang pertama itu sekitar 10 tiang dengan panjang sekitar 700 meter, sementara yang kedua sekitar tujuh gawang dengan panjang sekitar 500 meter," ujar Ahmad, Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan istilah satu gawang merujuk pada jarak antara satu tiang dengan tiang lainnya yang berjarak sekitar 50 meter.
Dari kondisi di lapangan, kabel diduga dipotong pada bagian yang berada dekat dengan tiang. Dengan posisi tersebut, pelaku diperkirakan harus memanjat tiang untuk mengambil kabel.
Ia mengungkapkan pencurian kabel PJU bukan kali pertama terjadi di jalur tersebut. Kejadian serupa, lanjut dia, pernah beberapa kali ditemukan sebelumnya. Namun, selama lebih dari satu tahun terakhir, kawasan itu relatif aman sebelum kembali terjadi pencurian pada Agustus 2026.
Selain di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, kasus serupa juga pernah terjadi di kawasan Jongkang sekitar tiga bulan lalu. Kala itu, sekitar tujuh PJU mengalami pemadaman akibat kabel listriknya dicuri oleh maling.
“Jadi untuk kejadian ini, saya sudah perintahkan untuk melakukan pengawasan dan melapor ke kepolisian karena sudah dua kali kejadian,” tegas Ahmad.
Ia menerangkan sistem kelistrikan PJU pada sejumlah lokasi menggunakan satu rangkaian yang dapat menghidupkan sekitar 20 lampu sekaligus. Artinya, saat kabel pada rangkaian tersebut hilang, maka seluruh lampu yang terhubung ikut padam.
"Satu pas itu 20 lampu. Kalau diambil sebagian, maka yang 20 lampu itu mati," jelasnya.
Kondisi tersebut tentu menimbulkan keluhan dari kalangan masyarakat masyarakat karena sebagian mengira lampu PJU mengalami gangguan teknis, padahal penyebabnya adalah kabel yang hilang.
"Kalau setop, kabel kan kita masih ada, aman saja. Cuma yang meresahkan ini ada komplain dari masyarakat, lampu rusak, tahu-tahunya kabelnya yang dicuri," ungkapnya.
Kini Dishub Kukar tengah melakukan perbaikan pada jaringan yang terdampak agar fungsi penerangan kembali normal.
Di sisi lain, Dishub Kukar rutin melakukan pemantauan melalui patroli sekitar satu kali dalam sepekan. "Kurang paham siapa pelakunya, kemudian apa modusnya, belum tahu," kata Ahmad.
Ia berharap kepolisian dapat mengungkap dalang di balik hilangnya kabel listrik PJU di kawasan tersebut. Sebab, keberadaan PJU tidak hanya berkaitan dengan fasilitas umum, tapi juga menunjang kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang melintas pada malam hari.
"Ini untuk kepentingan umum dan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta keselamatan masyarakat," tandasnya.
(Sf/Lo)