Cari disini...
Seputar Kaltim
Hasil prakiraan cuaca Kota Samarinda, Selasa (12/3/2024). (Foto: Instagram bmkg_samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda - Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda, Sutrisno menyebut, kondisi cuaca di Samarinda mulai menurun serta curah hujan yang diperkirakan juga akan meningkat setiap harinya.
“Biasanya memasuki akhir Februari itu curah hujan sudah meningkat, nanti bisa terus meningkat setiap harinya,” kata Sutrisno pada Seputarfakta.com, Selasa (12/3/2024).
Ia menjelaskan sejak bulan Februari, secara umum terjadi pengurangan curah hujan di wilayah Samarinda, ditambah dengan fenomena El Nino yang masih bersifat moderat atau sedang, yang berkontribusi pada kondisi kekeringan.
Sebagaimana diketahui, Februari lalu cuaca di Samarinda terasa sangat panas, dengan suhu tertinggi mencapai 36 derajat.
Sutrisno menjelaskan bahwa curah hujan di Samarinda cenderung meningkat hingga bulan April, Mei, Juni, dan kemudian akan memasuki musim kemarau lagi pada bulan Juli.
"Samarinda, sebagai wilayah ekuatorial, memiliki beberapa periode curah hujan yang fluktuatif, seperti pada bulan Desember, Januari, April, dan Mei yang kadang masih mengalami variasi. Secara umum, bulan Februari memang mengalami penurunan curah hujan,” bebernya.
Ia mengakui bahwa kondisi cuaca di Samarinda memiliki beberapa variabilitas, tetapi secara keseluruhan, prakiraan menunjukkan bahwa curah hujan akan meningkat seiring berjalannya waktu.
“Pada bulan Maret ini, curah hujan diperkirakan lebih meningkat dibandingkan Februari, meskipun masih di bawah tingkat Januari, dan trennya mulai menanjak," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Hasil prakiraan cuaca Kota Samarinda, Selasa (12/3/2024). (Foto: Instagram bmkg_samarinda/Seputarfakta.com)
Samarinda - Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda, Sutrisno menyebut, kondisi cuaca di Samarinda mulai menurun serta curah hujan yang diperkirakan juga akan meningkat setiap harinya.
“Biasanya memasuki akhir Februari itu curah hujan sudah meningkat, nanti bisa terus meningkat setiap harinya,” kata Sutrisno pada Seputarfakta.com, Selasa (12/3/2024).
Ia menjelaskan sejak bulan Februari, secara umum terjadi pengurangan curah hujan di wilayah Samarinda, ditambah dengan fenomena El Nino yang masih bersifat moderat atau sedang, yang berkontribusi pada kondisi kekeringan.
Sebagaimana diketahui, Februari lalu cuaca di Samarinda terasa sangat panas, dengan suhu tertinggi mencapai 36 derajat.
Sutrisno menjelaskan bahwa curah hujan di Samarinda cenderung meningkat hingga bulan April, Mei, Juni, dan kemudian akan memasuki musim kemarau lagi pada bulan Juli.
"Samarinda, sebagai wilayah ekuatorial, memiliki beberapa periode curah hujan yang fluktuatif, seperti pada bulan Desember, Januari, April, dan Mei yang kadang masih mengalami variasi. Secara umum, bulan Februari memang mengalami penurunan curah hujan,” bebernya.
Ia mengakui bahwa kondisi cuaca di Samarinda memiliki beberapa variabilitas, tetapi secara keseluruhan, prakiraan menunjukkan bahwa curah hujan akan meningkat seiring berjalannya waktu.
“Pada bulan Maret ini, curah hujan diperkirakan lebih meningkat dibandingkan Februari, meskipun masih di bawah tingkat Januari, dan trennya mulai menanjak," pungkasnya.
(Sf/Rs)