Seputar Kaltim

    Curah Hujan Tinggi, Satu Bangunan Terjeblos Longsor, Polisi Bantu Evakuasi Warga di Palaran Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    29 Januari 2025 pukul 16:19 WITA

    Proses evakuasi tanah longsor oleh pihak TNI Polri di Palaran. (Foto: Dok. Polsek Palaran)

    Samarinda - Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Selasa (28/1/2025) sore hingga Rabu (29/1/2025) pagi menyebabkan tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Palaran. 

    Akibatnya, satu bangunan di Jalan Parikesit RT 42, Kelurahan Rawamakmur, mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang akibat longsor.

    Kapolsek Palaran, AKP Iswanto, mengatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel untuk membantu proses evakuasi setelah menerima laporan terkait kejadian tersebut. 

    Selain di Jalan Parikesit, longsor juga terjadi di Jalan Ampera, yang mengakibatkan sebagian badan jalan tertutup.

    "Kami langsung memerintahkan seluruh personel untuk melakukan evakuasi di beberapa tempat, termasuk dua lokasi longsor. Satu di Jalan Parikesit yang berpotensi merusak rumah warga, dan satu lagi di Jalan Ampera," ujar AKP Iswanto.

    Proses evakuasi dilakukan oleh personel kepolisian bersama dengan sejumlah relawan dari Palaran dan anggota TNI. Mereka bekerja sama untuk memotong pohon tumbang yang menimpa bangunan di Jalan Parikesit.

    "Alhamdulillah, semua berjalan aman dan lancar berkat kerja sama warga serta relawan Palaran yang ikut membantu melakukan evakuasi," katanya.

    Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kecamatan Palaran, seperti Kelurahan Handil Bakti, Rawamakmur, Bukuan, dan Simpang Pasir. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.

    Akibat banjir tersebut, banyak aktivitas masyarakat yang terganggu. Kapolsek Palaran mengimbau kepada seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama membersihkan sampah yang menyumbat saluran drainase atau parit.

    "Kami mengimbau kepada seluruh warga Palaran untuk bersama-sama melaksanakan kebersihan lingkungan, terutama membersihkan sampah yang menutup sebagian aliran drainase atau parit," imbaunya.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi dampak dari bencana alam ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Curah Hujan Tinggi, Satu Bangunan Terjeblos Longsor, Polisi Bantu Evakuasi Warga di Palaran Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    29 Januari 2025 pukul 16:19 WITA

    Proses evakuasi tanah longsor oleh pihak TNI Polri di Palaran. (Foto: Dok. Polsek Palaran)

    Samarinda - Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Selasa (28/1/2025) sore hingga Rabu (29/1/2025) pagi menyebabkan tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Palaran. 

    Akibatnya, satu bangunan di Jalan Parikesit RT 42, Kelurahan Rawamakmur, mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang akibat longsor.

    Kapolsek Palaran, AKP Iswanto, mengatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel untuk membantu proses evakuasi setelah menerima laporan terkait kejadian tersebut. 

    Selain di Jalan Parikesit, longsor juga terjadi di Jalan Ampera, yang mengakibatkan sebagian badan jalan tertutup.

    "Kami langsung memerintahkan seluruh personel untuk melakukan evakuasi di beberapa tempat, termasuk dua lokasi longsor. Satu di Jalan Parikesit yang berpotensi merusak rumah warga, dan satu lagi di Jalan Ampera," ujar AKP Iswanto.

    Proses evakuasi dilakukan oleh personel kepolisian bersama dengan sejumlah relawan dari Palaran dan anggota TNI. Mereka bekerja sama untuk memotong pohon tumbang yang menimpa bangunan di Jalan Parikesit.

    "Alhamdulillah, semua berjalan aman dan lancar berkat kerja sama warga serta relawan Palaran yang ikut membantu melakukan evakuasi," katanya.

    Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kecamatan Palaran, seperti Kelurahan Handil Bakti, Rawamakmur, Bukuan, dan Simpang Pasir. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.

    Akibat banjir tersebut, banyak aktivitas masyarakat yang terganggu. Kapolsek Palaran mengimbau kepada seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama membersihkan sampah yang menyumbat saluran drainase atau parit.

    "Kami mengimbau kepada seluruh warga Palaran untuk bersama-sama melaksanakan kebersihan lingkungan, terutama membersihkan sampah yang menutup sebagian aliran drainase atau parit," imbaunya.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi dampak dari bencana alam ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras.

    (Sf/Rs)