Cari disini...
Seputar Kaltim
Petugas BPBD Kukar saat melakukan evakuasi warga korban banjir di Kecamatan Tabang, beberapa waktu lalu. (dok. Koran Kaltim)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan melakukan pengawasan dalam upaya mengurangi potensi banjir di sejumlah kecamatan. Pengawasan ini dilakukan berdasar hasil analis data dari Impact Based Forecast Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG), Satgas Banjir Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Inarisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memberikan informasi terjadinya hujan sedang dan tinggi di sebagian wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang diperkirakan berlangsung sampai Agustus 2024.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kukar, Edi Haryadi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengamatan dan pengawasan di sejumlah wilayah yang terdeteksi rawan terjadinya banjir.
"Mungkin dalam waktu dua atau tiga hari lagi kami akan turun ke lapanga, guna mengurangi potensi banjir khususnya di wilayah seperti Kecamatan Tabang, Kenohan dan Kembang Janggut yang rencananya terlebih dahulu kami lakukan pengawasan," ucapnya pada Selasa (16/7/2024).
Pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipasi, yakni memantau kondisi terkini dan lapangan dengan menyebarkan informasi peringatan dini seperti curah hujan, tinggi permukaan air dan wilayah yang terdampak serta berkoordinasi dengan stakeholder dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya. "Masih banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi terjadinya banjir dengan mengetahui langkah-langkah yang lainnya," katanya.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya, termasuk mempunyai kesadaran akan bahaya sampah, sebab dapat membuat aliran sungai buntu dan akan mengakibatkan air meluap dari sungai dan menciptakan banjir. "Masyarakat juga perlu tahu apa saja yang dapat memicu banjir selain curah hujan yang deras, hal ini perlu diperhatikan lagi," pungkasnya.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Petugas BPBD Kukar saat melakukan evakuasi warga korban banjir di Kecamatan Tabang, beberapa waktu lalu. (dok. Koran Kaltim)
Tenggarong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan melakukan pengawasan dalam upaya mengurangi potensi banjir di sejumlah kecamatan. Pengawasan ini dilakukan berdasar hasil analis data dari Impact Based Forecast Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG), Satgas Banjir Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Inarisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memberikan informasi terjadinya hujan sedang dan tinggi di sebagian wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang diperkirakan berlangsung sampai Agustus 2024.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kukar, Edi Haryadi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengamatan dan pengawasan di sejumlah wilayah yang terdeteksi rawan terjadinya banjir.
"Mungkin dalam waktu dua atau tiga hari lagi kami akan turun ke lapanga, guna mengurangi potensi banjir khususnya di wilayah seperti Kecamatan Tabang, Kenohan dan Kembang Janggut yang rencananya terlebih dahulu kami lakukan pengawasan," ucapnya pada Selasa (16/7/2024).
Pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipasi, yakni memantau kondisi terkini dan lapangan dengan menyebarkan informasi peringatan dini seperti curah hujan, tinggi permukaan air dan wilayah yang terdampak serta berkoordinasi dengan stakeholder dalam penyiapan tim siaga bencana dan sumberdaya. "Masih banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi terjadinya banjir dengan mengetahui langkah-langkah yang lainnya," katanya.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitarnya, termasuk mempunyai kesadaran akan bahaya sampah, sebab dapat membuat aliran sungai buntu dan akan mengakibatkan air meluap dari sungai dan menciptakan banjir. "Masyarakat juga perlu tahu apa saja yang dapat memicu banjir selain curah hujan yang deras, hal ini perlu diperhatikan lagi," pungkasnya.
(Sf/Mr)