Seputar Kaltim

    Curah Hujan Tinggi, 1.000 Jiwa Terdampak Banjir di Muara Badak Ulu

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    24 Oktober 2025 pukul 20:36 WITA

    Kondisi banjir di Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak. (Tangkapan Layar)

    Tenggarong - Ancaman banjir yang terjadi di Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak masih dirasakan oleh warga hingga saat ini. 

    Ratusan rumah yang dihuni lebih dari 1.000 jiwa harus menjadi perhatian khusus pemerintah setempat.

    Pada Kamis (23/10/2025) kemarin, desa tersebut masih terendam banjir, akibatnya enam RT harus segera diungsikan ke tempat yang lebih aman. 

    Kepala Desa Muara Badak Ulu, Ruslan Efendi mengatakan banjir diakibatkan curah hujan tinggi, sungai Muara Badak tidak mampu menampung air, sehingga melebar ke permukiman warga.

    "Alhamdulillah hari ini mulai surut, warga juga tidak ada yang sakit, semuanya baik-baik saja dan mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Kami masih melakukan pendataan, yang pastinya ada 318 rumah dan 1.000 jiwa yang terdampak akibat banjir itu," kata Ruslan, Jumat (24/10/2025).

    Ia mengungkapkan banjir itu merendam RT 4, 5, 6, 8, 9. Lokasi yang dianggap paling parah berada di RT 8 dan sebagian RT 6 dengan ketinggian air mencapai satu pinggang orang dewasa. 

    Untuk mengantisipasi banjir susulan, Pemdes Muara Badak Ulu kini tengah menyediakan lokasi khusus di Balai Pertemuan Umum (BPU) dan Gedung Serbaguna yang dilengkapi dengan fasilitas dapur umum. 

    "Ini lokasinya di Muara Badak Ulu juga. Lokasinya itu agak tinggi dan memungkinkan dapat menampung ribuan warga kami," ungkapnya.

    Dirinya berharap pembangunan kanal banjir yang kini tengah direncanakan oleh pemda dapat segera terlaksana.

    Ruslan menilai kanal itu berfungsi untuk memecah arus aliran air agar tidak terfokus ke satu titik saja. Kanal tersebut diperkirakan sepanjang tiga kilometer (Km).

    "Ini program dari kabupaten masih proses pembebasan lahan. Kami berharap segera terealisasi, agar kami tidak was-was saat masuk musim penghujan, karena wilayah kami ini rawan banjir," harapnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Curah Hujan Tinggi, 1.000 Jiwa Terdampak Banjir di Muara Badak Ulu

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    24 Oktober 2025 pukul 20:36 WITA

    Kondisi banjir di Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak. (Tangkapan Layar)

    Tenggarong - Ancaman banjir yang terjadi di Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak masih dirasakan oleh warga hingga saat ini. 

    Ratusan rumah yang dihuni lebih dari 1.000 jiwa harus menjadi perhatian khusus pemerintah setempat.

    Pada Kamis (23/10/2025) kemarin, desa tersebut masih terendam banjir, akibatnya enam RT harus segera diungsikan ke tempat yang lebih aman. 

    Kepala Desa Muara Badak Ulu, Ruslan Efendi mengatakan banjir diakibatkan curah hujan tinggi, sungai Muara Badak tidak mampu menampung air, sehingga melebar ke permukiman warga.

    "Alhamdulillah hari ini mulai surut, warga juga tidak ada yang sakit, semuanya baik-baik saja dan mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Kami masih melakukan pendataan, yang pastinya ada 318 rumah dan 1.000 jiwa yang terdampak akibat banjir itu," kata Ruslan, Jumat (24/10/2025).

    Ia mengungkapkan banjir itu merendam RT 4, 5, 6, 8, 9. Lokasi yang dianggap paling parah berada di RT 8 dan sebagian RT 6 dengan ketinggian air mencapai satu pinggang orang dewasa. 

    Untuk mengantisipasi banjir susulan, Pemdes Muara Badak Ulu kini tengah menyediakan lokasi khusus di Balai Pertemuan Umum (BPU) dan Gedung Serbaguna yang dilengkapi dengan fasilitas dapur umum. 

    "Ini lokasinya di Muara Badak Ulu juga. Lokasinya itu agak tinggi dan memungkinkan dapat menampung ribuan warga kami," ungkapnya.

    Dirinya berharap pembangunan kanal banjir yang kini tengah direncanakan oleh pemda dapat segera terlaksana.

    Ruslan menilai kanal itu berfungsi untuk memecah arus aliran air agar tidak terfokus ke satu titik saja. Kanal tersebut diperkirakan sepanjang tiga kilometer (Km).

    "Ini program dari kabupaten masih proses pembebasan lahan. Kami berharap segera terealisasi, agar kami tidak was-was saat masuk musim penghujan, karena wilayah kami ini rawan banjir," harapnya.

    (Sf/Lo)