Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Cukup Rp45 Ribu, Anak TK dan SD Bisa Ikuti Field Trip Edukatif di Bandara Kalimarau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 21:30 WITA

    Bandara Kelas I Kalimarau Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bandar Udara (Bandara) Kelas I Kalimarau Kabupaten Berau terus memperluas jangkauan pelayanannya. Tidak hanya melayani penerbangan komersial, Bandara Kalimarau juga menghadirkan program field trip edukatif bagi anak-anak sekolah, khususnya jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

    Dengan biaya Rp45.000 per anak, para siswa sudah bisa mendapatkan pengalaman mengenal dunia penerbangan secara langsung. Program ini dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang dikemas menarik dan memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.

    Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I Bandara Kalimarau Berau, Patah Atabri, menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal berbagai aktivitas operasional kebandarudaraan. Mereka tidak hanya melihat fasilitas bandara, tetapi juga berkesempatan mengunjungi sisi udara (airside) dan berinteraksi dengan petugas.

    "Melalui program ini, mereka bisa mengenal lebih dekat bagaimana operasional bandara berjalan, melihat fasilitas penerbangan, hingga berinteraksi langsung dengan petugas," ujar Patah.

    Program field trip ini dilaksanakan secara periodik, terutama saat memasuki masa liburan sekolah. Ia menyebutkan, antusiasme sekolah-sekolah di Kabupaten Berau cukup tinggi, terlihat dari permohonan kunjungan yang diajukan.

    Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah kesempatan bagi siswa untuk melihat pesawat dari dekat. Jika bertepatan dengan jadwal keberadaan pesawat di apron dan kondisi memungkinkan, para siswa bahkan dapat berinteraksi serta berfoto bersama pilot di bawah pesawat.

    Tidak hanya itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan kendaraan pemadam kebakaran bandara atau crash tender. Mereka juga turut mendapatkan edukasi keselamatan penerbangan melalui simulasi penyemprotan air.

    "Biayanya Rp45.000 per anak dan sudah mencakup seluruh fasilitas, mulai dari transportasi jemput-antar menggunakan bus bandara, tur edukasi di bandara, pelatihan ringan hingga konsumsi. Kami juga tidak menetapkan jumlah minimal peserta, sehingga sekolah dengan jumlah murid yang sedikit tetap bisa mengikuti kegiatan ini," tuturnya.

    Sementara itu, sistem pembayaran program tersebut juga telah terintegrasi secara digital melalui pemindaian kode QR atau barcode. Sistem ini diterapkan untuk memudahkan transaksi sekaligus menjamin transparansi pengelolaan pendapatan BLUD.

    Patah menegaskan, Bandara Kelas I Kalimarau terbuka bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Berau yang ingin memanfaatkan program tersebut sebagai sarana rekreasi sekaligus pembelajaran bagi para siswa.

    "Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi tapi juga dapat menambah wawasan anak-anak mengenai dunia penerbangan sejak dini, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar lingkungan sekolah," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Cukup Rp45 Ribu, Anak TK dan SD Bisa Ikuti Field Trip Edukatif di Bandara Kalimarau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 21:30 WITA

    Bandara Kelas I Kalimarau Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Bandar Udara (Bandara) Kelas I Kalimarau Kabupaten Berau terus memperluas jangkauan pelayanannya. Tidak hanya melayani penerbangan komersial, Bandara Kalimarau juga menghadirkan program field trip edukatif bagi anak-anak sekolah, khususnya jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

    Dengan biaya Rp45.000 per anak, para siswa sudah bisa mendapatkan pengalaman mengenal dunia penerbangan secara langsung. Program ini dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang dikemas menarik dan memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.

    Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I Bandara Kalimarau Berau, Patah Atabri, menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal berbagai aktivitas operasional kebandarudaraan. Mereka tidak hanya melihat fasilitas bandara, tetapi juga berkesempatan mengunjungi sisi udara (airside) dan berinteraksi dengan petugas.

    "Melalui program ini, mereka bisa mengenal lebih dekat bagaimana operasional bandara berjalan, melihat fasilitas penerbangan, hingga berinteraksi langsung dengan petugas," ujar Patah.

    Program field trip ini dilaksanakan secara periodik, terutama saat memasuki masa liburan sekolah. Ia menyebutkan, antusiasme sekolah-sekolah di Kabupaten Berau cukup tinggi, terlihat dari permohonan kunjungan yang diajukan.

    Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah kesempatan bagi siswa untuk melihat pesawat dari dekat. Jika bertepatan dengan jadwal keberadaan pesawat di apron dan kondisi memungkinkan, para siswa bahkan dapat berinteraksi serta berfoto bersama pilot di bawah pesawat.

    Tidak hanya itu, anak-anak juga diperkenalkan dengan kendaraan pemadam kebakaran bandara atau crash tender. Mereka juga turut mendapatkan edukasi keselamatan penerbangan melalui simulasi penyemprotan air.

    "Biayanya Rp45.000 per anak dan sudah mencakup seluruh fasilitas, mulai dari transportasi jemput-antar menggunakan bus bandara, tur edukasi di bandara, pelatihan ringan hingga konsumsi. Kami juga tidak menetapkan jumlah minimal peserta, sehingga sekolah dengan jumlah murid yang sedikit tetap bisa mengikuti kegiatan ini," tuturnya.

    Sementara itu, sistem pembayaran program tersebut juga telah terintegrasi secara digital melalui pemindaian kode QR atau barcode. Sistem ini diterapkan untuk memudahkan transaksi sekaligus menjamin transparansi pengelolaan pendapatan BLUD.

    Patah menegaskan, Bandara Kelas I Kalimarau terbuka bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Berau yang ingin memanfaatkan program tersebut sebagai sarana rekreasi sekaligus pembelajaran bagi para siswa.

    "Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi tapi juga dapat menambah wawasan anak-anak mengenai dunia penerbangan sejak dini, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar lingkungan sekolah," tandasnya.

    (Sf/Lo)