Cari disini...
Seputar Kaltim
Jasa kursi pijat yang disediakan oleh NSC Rehat Barokah di Pasar Tangga Arung Square Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pengunjung Pasar Tangga Arung Square (TAS) Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kini memiliki pilihan baru untuk melepas penat setelah berbelanja. Cukup membawa uang Rp15 ribu, masyarakat sudah bisa menikmati layanan terapi menggunakan kursi pijat yang tersedia di kawasan pasar modern tersebut.
Layanan tersebut dihadirkan oleh NSC Terapi Sehat Barokah, usaha milik H. Jojo yang mulai beroperasi sekitar satu pekan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 lalu. Usaha ini menjadi layanan terapi kursi pijat pertama yang hadir di kawasan TAS.
H. Jojo mengatakan ide membuka usaha tersebut berawal dari pengalamannya di bidang kesehatan serta melihat banyak warga Tenggarong yang rela bepergian ke Samarinda demi menikmati terapi menggunakan kursi pijat.
“Kurang lebih sudah tiga bulan berjalan. Kami mulai buka sekitar satu minggu sebelum Lebaran. Saya melihat peluang karena di Tenggarong belum ada layanan seperti ini,” ujar H. Jojo, Selasa (9/5/2026).
Untuk menarik minat pelanggan, NSC Terapi Sehat Barokah menawarkan tarif yang relatif terjangkau. Pengunjung cukup membayar Rp15 ribu untuk terapi selama 15 menit.
Selain itu tersedia paket 30 menit seharga Rp28 ribu, 45 menit Rp40 ribu, dan 60 menit Rp55 ribu. Khusus setiap Jumat, layanan 15 menit diberikan dengan tarif promo Rp12 ribu.
Tidak hanya menikmati terapi pijat, pelanggan juga mendapat pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Pengelola juga menyediakan program loyalitas berupa satu kali terapi gratis bagi pelanggan yang telah mengumpulkan 10 kupon kunjungan.
Menurutnya, jumlah pelanggan cenderung meningkat terutama saat akhir pekan. Pada Sabtu dan Minggu, kursi pijat kerap digunakan secara bergantian oleh pengunjung yang datang untuk berbelanja maupun sekadar bersantai di TAS.
“Kalau akhir pekan memang lebih ramai. Alhamdulillah pengunjung terus ada, meskipun pada hari kerja masih fluktuatif,” ungkapnya.
Kini usaha miliknya telah menyediakan tiga unit kursi pijat untuk melayani pelanggan. Ke depan, H. Jojo berharap jumlah pengunjung TAS terus meningkat sehingga dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kalau pengunjung semakin ramai, tentu semua pedagang dan pelaku usaha di sini ikut merasakan manfaatnya,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Jasa kursi pijat yang disediakan oleh NSC Rehat Barokah di Pasar Tangga Arung Square Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pengunjung Pasar Tangga Arung Square (TAS) Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kini memiliki pilihan baru untuk melepas penat setelah berbelanja. Cukup membawa uang Rp15 ribu, masyarakat sudah bisa menikmati layanan terapi menggunakan kursi pijat yang tersedia di kawasan pasar modern tersebut.
Layanan tersebut dihadirkan oleh NSC Terapi Sehat Barokah, usaha milik H. Jojo yang mulai beroperasi sekitar satu pekan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 lalu. Usaha ini menjadi layanan terapi kursi pijat pertama yang hadir di kawasan TAS.
H. Jojo mengatakan ide membuka usaha tersebut berawal dari pengalamannya di bidang kesehatan serta melihat banyak warga Tenggarong yang rela bepergian ke Samarinda demi menikmati terapi menggunakan kursi pijat.
“Kurang lebih sudah tiga bulan berjalan. Kami mulai buka sekitar satu minggu sebelum Lebaran. Saya melihat peluang karena di Tenggarong belum ada layanan seperti ini,” ujar H. Jojo, Selasa (9/5/2026).
Untuk menarik minat pelanggan, NSC Terapi Sehat Barokah menawarkan tarif yang relatif terjangkau. Pengunjung cukup membayar Rp15 ribu untuk terapi selama 15 menit.
Selain itu tersedia paket 30 menit seharga Rp28 ribu, 45 menit Rp40 ribu, dan 60 menit Rp55 ribu. Khusus setiap Jumat, layanan 15 menit diberikan dengan tarif promo Rp12 ribu.
Tidak hanya menikmati terapi pijat, pelanggan juga mendapat pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Pengelola juga menyediakan program loyalitas berupa satu kali terapi gratis bagi pelanggan yang telah mengumpulkan 10 kupon kunjungan.
Menurutnya, jumlah pelanggan cenderung meningkat terutama saat akhir pekan. Pada Sabtu dan Minggu, kursi pijat kerap digunakan secara bergantian oleh pengunjung yang datang untuk berbelanja maupun sekadar bersantai di TAS.
“Kalau akhir pekan memang lebih ramai. Alhamdulillah pengunjung terus ada, meskipun pada hari kerja masih fluktuatif,” ungkapnya.
Kini usaha miliknya telah menyediakan tiga unit kursi pijat untuk melayani pelanggan. Ke depan, H. Jojo berharap jumlah pengunjung TAS terus meningkat sehingga dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kalau pengunjung semakin ramai, tentu semua pedagang dan pelaku usaha di sini ikut merasakan manfaatnya,” tandasnya.
(Sf/Rs)