Seputar Kaltim

    Cuaca Terik di Berau, Kelompok Rentan Diminta Lebih Hati-hati

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2026 pukul 19:55 WITA

    Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada meningkatnya potensi gangguan kesehatan masyarakat. Suhu udara yang mencapai sekitar 34 derajat Celsius pada siang hari dinilai dapat membahayakan kondisi tubuh, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie, mengatakan bahwa sejumlah kelompok masyarakat memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dampak cuaca panas berkepanjangan.

    "Kelompok seperti pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia merupakan yang paling rentan terdampak kondisi panas seperti ini," ujar Lamlay.

    Ia menjelaskan, saat suhu lingkungan meningkat, tubuh akan bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan suhu internal. Namun, tanpa asupan cairan yang memadai, kondisi tubuh dapat menurun dengan cepat.

    "Kalau terlalu lama terpapar panas, tubuh bisa cepat kekurangan cairan dan menjadi lemah. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada, terutama yang sering beraktivitas di luar ruangan," katanya.

    Oleh karena itu, dirinya mengingatkan bahwa kondisi cuaca terik tersebut dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, masyarakat berisiko mengalami dehidrasi hingga penurunan kondisi fisik secara signifikan.

    Ia pun menyebut, dampak awal yang umum terjadi adalah heat exhaustion atau kelelahan akibat panas, yang ditandai dengan tubuh terasa lemas, pusing, dan mual bahkan sampai tidak sadarkan diri.

    "Kalau sudah seperti itu harus segera mendapatkan pertolongan medis. Jika tidak, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi heat stroke yang lebih berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa," terangnya.

    Selain itu, dirinya juga mengingatkan masyarakat dengan riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, dan penyakit pernapasan agar lebih berhati-hati, karena cuaca panas dapat memperburuk kondisi kesehatan.

    Sementara itu, sebagai langkah pencegahan, Dinkes Berau mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas berat di bawah terik matahari, khususnya pada siang hingga sore hari. Warga juga disarankan mengenakan pakaian ringan yang mudah menyerap keringat, mengatur waktu istirahat, serta menjaga pola makan sehat. 

    "Kami juga menganjurkan masyarakat agar mengonsumsi air putih secara rutin, minimal delapan gelas per hari, untuk mencegah dehidrasi. Dan jika mulai muncul gejala akibat panas, segera istirahat dan periksa ke fasilitas kesehatan bila keluhan berlanjut," tandas Lamlay. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Cuaca Terik di Berau, Kelompok Rentan Diminta Lebih Hati-hati

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2026 pukul 19:55 WITA

    Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada meningkatnya potensi gangguan kesehatan masyarakat. Suhu udara yang mencapai sekitar 34 derajat Celsius pada siang hari dinilai dapat membahayakan kondisi tubuh, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie, mengatakan bahwa sejumlah kelompok masyarakat memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dampak cuaca panas berkepanjangan.

    "Kelompok seperti pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia merupakan yang paling rentan terdampak kondisi panas seperti ini," ujar Lamlay.

    Ia menjelaskan, saat suhu lingkungan meningkat, tubuh akan bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan suhu internal. Namun, tanpa asupan cairan yang memadai, kondisi tubuh dapat menurun dengan cepat.

    "Kalau terlalu lama terpapar panas, tubuh bisa cepat kekurangan cairan dan menjadi lemah. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada, terutama yang sering beraktivitas di luar ruangan," katanya.

    Oleh karena itu, dirinya mengingatkan bahwa kondisi cuaca terik tersebut dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, masyarakat berisiko mengalami dehidrasi hingga penurunan kondisi fisik secara signifikan.

    Ia pun menyebut, dampak awal yang umum terjadi adalah heat exhaustion atau kelelahan akibat panas, yang ditandai dengan tubuh terasa lemas, pusing, dan mual bahkan sampai tidak sadarkan diri.

    "Kalau sudah seperti itu harus segera mendapatkan pertolongan medis. Jika tidak, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi heat stroke yang lebih berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa," terangnya.

    Selain itu, dirinya juga mengingatkan masyarakat dengan riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, dan penyakit pernapasan agar lebih berhati-hati, karena cuaca panas dapat memperburuk kondisi kesehatan.

    Sementara itu, sebagai langkah pencegahan, Dinkes Berau mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas berat di bawah terik matahari, khususnya pada siang hingga sore hari. Warga juga disarankan mengenakan pakaian ringan yang mudah menyerap keringat, mengatur waktu istirahat, serta menjaga pola makan sehat. 

    "Kami juga menganjurkan masyarakat agar mengonsumsi air putih secara rutin, minimal delapan gelas per hari, untuk mencegah dehidrasi. Dan jika mulai muncul gejala akibat panas, segera istirahat dan periksa ke fasilitas kesehatan bila keluhan berlanjut," tandas Lamlay. 

    (Sf/Rs)