Seputar Kaltim

    Cuaca Tak Menentu, Warga Balikpapan Utara Diminta Siaga Kebakaran

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    18 Mei 2026 pukul 12:32 WITA

    Warga Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) diminta untuk waspada cuaca ekstrem. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) mengimbau seluruh masyarakat di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama memasuki periode perubahan cuaca yang tidak menentu.

    Menurutnya, beberapa kejadian kebakaran kerap dipicu oleh kelalaian masyarakat, seperti membakar sampah sembarangan, korsleting listrik, hingga kebocoran gas rumah tangga. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati dan memperhatikan faktor keselamatan di lingkungan masing-masing.

    “Jangan membakar sampah sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang. Kami juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik dan tabung gas di rumah agar tetap aman,” ucap Umar Adi kepada awak media, Senin (18/5/2026).

    Ia menjelaskan, pemeriksaan instalasi listrik perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada kabel yang rusak maupun sambungan listrik yang berpotensi menimbulkan percikan api.

    “Selain itu, penggunaan alat elektronik juga harus diperhatikan agar tidak terjadi beban listrik berlebihan,” jelasnya.

    Tidak hanya terkait kebakaran, masyarakat Balut juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dinilai dapat menyebabkan pohon tumbang, banjir, maupun gangguan aktivitas masyarakat.

    Umar Adi mengingatkan warga agar selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga saat terjadi cuaca buruk. Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun berada di area yang rawan terdampak angin kencang.

    “Keselamatan diri dan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Jika terjadi keadaan darurat atau bencana, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani,” katanya.

    Pemerintah Kecamatan Balut berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan terus meningkat, sehingga risiko kebakaran dan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

    “Selain itu, kerja sama antara warga dan pihak pemerintah dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tanggap terhadap potensi bencana,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Cuaca Tak Menentu, Warga Balikpapan Utara Diminta Siaga Kebakaran

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    18 Mei 2026 pukul 12:32 WITA

    Warga Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) diminta untuk waspada cuaca ekstrem. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) mengimbau seluruh masyarakat di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama memasuki periode perubahan cuaca yang tidak menentu.

    Menurutnya, beberapa kejadian kebakaran kerap dipicu oleh kelalaian masyarakat, seperti membakar sampah sembarangan, korsleting listrik, hingga kebocoran gas rumah tangga. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati dan memperhatikan faktor keselamatan di lingkungan masing-masing.

    “Jangan membakar sampah sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang. Kami juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik dan tabung gas di rumah agar tetap aman,” ucap Umar Adi kepada awak media, Senin (18/5/2026).

    Ia menjelaskan, pemeriksaan instalasi listrik perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada kabel yang rusak maupun sambungan listrik yang berpotensi menimbulkan percikan api.

    “Selain itu, penggunaan alat elektronik juga harus diperhatikan agar tidak terjadi beban listrik berlebihan,” jelasnya.

    Tidak hanya terkait kebakaran, masyarakat Balut juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dinilai dapat menyebabkan pohon tumbang, banjir, maupun gangguan aktivitas masyarakat.

    Umar Adi mengingatkan warga agar selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga saat terjadi cuaca buruk. Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun berada di area yang rawan terdampak angin kencang.

    “Keselamatan diri dan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Jika terjadi keadaan darurat atau bencana, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani,” katanya.

    Pemerintah Kecamatan Balut berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan terus meningkat, sehingga risiko kebakaran dan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

    “Selain itu, kerja sama antara warga dan pihak pemerintah dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tanggap terhadap potensi bencana,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)