Seputar Kaltim

    Cuaca Tak Menentu, BPBD Kutim Ingatkan Warga Waspada Musim Pancaroba 

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Peta Prakiraan Deterministik Sifat Hujan Dasarian III (21-30) April 2025 Provinsi Kalimantan Timur, Wilayah Kalimantan Timur umumnya diprakirakan memiliki sifat hujan kategori Normal (85-115%). Sebagian wilayah Kalimantan Timur bagian utara diprediksi memiliki sifat hujan Atas Normal (116-150%). (foto Istimewa)

    Sangatta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca yang tidak menentu selama musim pancaroba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Kutai Timur hingga akhir Mei 2025.

    Perwakilan BPBD Kutim dari Bidang Kedaulatan Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana, Muhammad Naim, menyampaikan bahwa saat ini wilayah Kutim sedang berada dalam masa peralihan musim. Kondisi ini ditandai dengan perubahan cuaca yang dapat terjadi dalam satu hari.

    “Kita sedang memasuki musim pancaroba, di mana pagi bisa panas, tetapi siang atau sore bisa tiba-tiba hujan. Jadi, diharapkan setiap masyarakat dapat mengikuti perkembangan situasi cuaca berdasarkan prediksi BMKG yang telah dikeluarkan,” jelas Naim, Senin (21/4/2025).

    Ia menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang saat ini sering diguyur hujan meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, serta kawasan Kombeng, Wahau, dan Bengalon. Meski begitu, intensitas hujan di wilayah-wilayah tersebut masih tergolong ringan. “Kalau dibilang lebat atau deras, mungkin tidak. Rata-rata hanya hujan ringan,” ujarnya.

    Naim juga menambahkan, dalam sebulan terakhir, banjir sempat terjadi di wilayah Bengalon akibat kombinasi antara curah hujan dan pasang air laut. Air sempat meluap, tetapi surut dalam waktu sekitar empat jam. Salah satu penyebabnya adalah pendangkalan sungai di sekitar wilayah tersebut.

    “Minggu lalu, banjir surut dalam waktu kurang lebih empat jam. Ada beberapa sungai yang mengalami pendangkalan,” tambahnya.

    Sejumlah wilayah lain seperti Muara Ancalong, Muara Wahau, Muara Bengkal, Telen, Rantau Pulung, Karangan, Batu Ampar, hingga Long Mesangat juga berisiko mengalami bencana serupa apabila hujan turun terus-menerus dalam waktu singkat.

    “Daerah-daerah ini berpotensi mengalami banjir jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau saat pasang air laut dan air sungai,” ungkap Naim.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Cuaca Tak Menentu, BPBD Kutim Ingatkan Warga Waspada Musim Pancaroba 

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Peta Prakiraan Deterministik Sifat Hujan Dasarian III (21-30) April 2025 Provinsi Kalimantan Timur, Wilayah Kalimantan Timur umumnya diprakirakan memiliki sifat hujan kategori Normal (85-115%). Sebagian wilayah Kalimantan Timur bagian utara diprediksi memiliki sifat hujan Atas Normal (116-150%). (foto Istimewa)

    Sangatta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca yang tidak menentu selama musim pancaroba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Kutai Timur hingga akhir Mei 2025.

    Perwakilan BPBD Kutim dari Bidang Kedaulatan Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana, Muhammad Naim, menyampaikan bahwa saat ini wilayah Kutim sedang berada dalam masa peralihan musim. Kondisi ini ditandai dengan perubahan cuaca yang dapat terjadi dalam satu hari.

    “Kita sedang memasuki musim pancaroba, di mana pagi bisa panas, tetapi siang atau sore bisa tiba-tiba hujan. Jadi, diharapkan setiap masyarakat dapat mengikuti perkembangan situasi cuaca berdasarkan prediksi BMKG yang telah dikeluarkan,” jelas Naim, Senin (21/4/2025).

    Ia menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang saat ini sering diguyur hujan meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, serta kawasan Kombeng, Wahau, dan Bengalon. Meski begitu, intensitas hujan di wilayah-wilayah tersebut masih tergolong ringan. “Kalau dibilang lebat atau deras, mungkin tidak. Rata-rata hanya hujan ringan,” ujarnya.

    Naim juga menambahkan, dalam sebulan terakhir, banjir sempat terjadi di wilayah Bengalon akibat kombinasi antara curah hujan dan pasang air laut. Air sempat meluap, tetapi surut dalam waktu sekitar empat jam. Salah satu penyebabnya adalah pendangkalan sungai di sekitar wilayah tersebut.

    “Minggu lalu, banjir surut dalam waktu kurang lebih empat jam. Ada beberapa sungai yang mengalami pendangkalan,” tambahnya.

    Sejumlah wilayah lain seperti Muara Ancalong, Muara Wahau, Muara Bengkal, Telen, Rantau Pulung, Karangan, Batu Ampar, hingga Long Mesangat juga berisiko mengalami bencana serupa apabila hujan turun terus-menerus dalam waktu singkat.

    “Daerah-daerah ini berpotensi mengalami banjir jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau saat pasang air laut dan air sungai,” ungkap Naim.

    (Sf/Rs)