Seputar Kaltim

    Cuaca Ektrem Jelang Tutup Tahun, BPBD Bontang Imbau Masyarakat Waspada Naik Kapal Laut 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    25 Desember 2024 pukul 15:09 WITA

    Kondisi air laut di perairan Bontang saat petugas BPBD melakukan pencarian pemancing yang hilang. (Dok.BPBD Bontang)

    Bontang - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Bontang, Eko Mashudi mengimbau masyarakat Bontang untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang terjadi.

    Ia mengatakan, cuaca yang tidak menentu menyebabkan ombak laut menjadi lebih tinggi khususnya di malam hari. Oleh karena itu, masyarakat di minta untuk menghindari berada di tengah laut saat malam.

    “Khususnya bagi nelayan, atau pemancing yang biasanya menggunakan kapal kecil dan kurang safety,” ungkap Eko,  Rabu (25/12/2024). Kata Eko, cuaca ekstrem yang terjadi kemungkinan akan berlangsung hingga Januari 2025 mendatang.

    Menurutnya, kebanyakan masyarakat yang sudah terbiasa menangkap ikan ataupun memancing di laut, terkadang kurang memperhatikan hal-hal penting. Seperti, mengecek cuaca, memakai pelampung, mengecek bahan bakar, ataupun memperhatikan jam-jam tertentu yang rawan terjadi ombak tinggi, dikarenakan merasa sudah biasa dan menyebabkan banyak melakukan kelalaian dalam menjaga keselamatan.

    “Kalau kapal yang besar, dan di rasa safety mungkin lebih aman berlayar di malam hari. Tapi kalau kapal kecil, ini harus benar-benar memperhatikan himbauan keselamatan,” tambahnya.

    Selain nelayan dan pemancing, ia juga mengantisipasi masyarakat yang pergi berlibur ke pantai Beras Basah selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia mengimbau, pengunjung sebaiknya berangkat di pagi hari, dan kembali sebelum air laut mulai naik. 

    “Hindari pulang terlalu sore apalagi malam hari. Karena ombak sudah mulai besar,” kata dia.

    Pihaknya juga selalu melakukan patroli untuk memastikan masyarakat menaati imbauan keselamatan.

    “Yang selalu kami imbau itu wajib pakai pelampung, jangan disepelekan,” tutup Eko.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Cuaca Ektrem Jelang Tutup Tahun, BPBD Bontang Imbau Masyarakat Waspada Naik Kapal Laut 

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    25 Desember 2024 pukul 15:09 WITA

    Kondisi air laut di perairan Bontang saat petugas BPBD melakukan pencarian pemancing yang hilang. (Dok.BPBD Bontang)

    Bontang - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Bontang, Eko Mashudi mengimbau masyarakat Bontang untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang terjadi.

    Ia mengatakan, cuaca yang tidak menentu menyebabkan ombak laut menjadi lebih tinggi khususnya di malam hari. Oleh karena itu, masyarakat di minta untuk menghindari berada di tengah laut saat malam.

    “Khususnya bagi nelayan, atau pemancing yang biasanya menggunakan kapal kecil dan kurang safety,” ungkap Eko,  Rabu (25/12/2024). Kata Eko, cuaca ekstrem yang terjadi kemungkinan akan berlangsung hingga Januari 2025 mendatang.

    Menurutnya, kebanyakan masyarakat yang sudah terbiasa menangkap ikan ataupun memancing di laut, terkadang kurang memperhatikan hal-hal penting. Seperti, mengecek cuaca, memakai pelampung, mengecek bahan bakar, ataupun memperhatikan jam-jam tertentu yang rawan terjadi ombak tinggi, dikarenakan merasa sudah biasa dan menyebabkan banyak melakukan kelalaian dalam menjaga keselamatan.

    “Kalau kapal yang besar, dan di rasa safety mungkin lebih aman berlayar di malam hari. Tapi kalau kapal kecil, ini harus benar-benar memperhatikan himbauan keselamatan,” tambahnya.

    Selain nelayan dan pemancing, ia juga mengantisipasi masyarakat yang pergi berlibur ke pantai Beras Basah selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia mengimbau, pengunjung sebaiknya berangkat di pagi hari, dan kembali sebelum air laut mulai naik. 

    “Hindari pulang terlalu sore apalagi malam hari. Karena ombak sudah mulai besar,” kata dia.

    Pihaknya juga selalu melakukan patroli untuk memastikan masyarakat menaati imbauan keselamatan.

    “Yang selalu kami imbau itu wajib pakai pelampung, jangan disepelekan,” tutup Eko.

    (Sf/Rs)