Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pembangunan Coastal Road di pesisir Kecamatan Penajam belum kunjung tuntas. Dari total sekitar 12 kilometer jalan yang direncanakan menghubungkan kawasan Nenang, Nipah-Nipah hingga Sungai Parit, masih tersisa sekitar 4 kilometer yang belum dikerjakan.
Kabid Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengatakan kelanjutan proyek terkendala persoalan lahan dan keterbatasan anggaran.
"Masih sekitar 4 kilometer, tapi kendala pemerintah daerah di lahan dan anggaran," kata Petriandy, Kamis (30/7/2026).
Proyek tersebut telah dikerjakan secara bertahap sejak 2009. Pekerjaan berlanjut pada 2010 dan 2012, kemudian kembali dikerjakan pada 2023. Setelah itu, pembangunan belum berlanjut hingga sekarang.
Menurut Petriandy, pemerintah daerah kini lebih dulu fokus menyelesaikan persoalan lahan sebelum kembali melanjutkan pekerjaan fisik.
"Fokus kita ke lahannya dulu, cicil-cicil administrasi, kita identifikasi," ujarnya.
Penyelesaian Coastal Road, kata Petriandy, sebenarnya menjadi perhatian pemerintah daerah. Bahkan, Pemkab PPU sempat menjajaki opsi menghibahkan jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pemprov disebut tertarik karena berencana membangun dermaga di kawasan tersebut. Namun, rencana itu belum berlanjut karena terbentur anggaran dan status lahan yang belum tuntas.
"Provinsi menyampaikan tidak ada anggaran. Kedua, lahannya harus kita selesaikan," katanya.
Petriandy mengatakan Coastal Road memiliki fungsi strategis jika seluruh ruasnya terkoneksi. Selain membuka akses menuju kawasan pesisir dan mendorong kunjungan wisata, jalan tersebut dapat menjadi jalur alternatif ketika akses utama mengalami gangguan.
"Kalau akses itu terbuka, orang akan ramai lewat situ. Kalau jalan nasional rusak, Coastal Road bisa jadi alternatif. Sekarang kondisinya belum terkoneksi," ujarnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pembangunan Coastal Road di pesisir Kecamatan Penajam belum kunjung tuntas. Dari total sekitar 12 kilometer jalan yang direncanakan menghubungkan kawasan Nenang, Nipah-Nipah hingga Sungai Parit, masih tersisa sekitar 4 kilometer yang belum dikerjakan.
Kabid Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengatakan kelanjutan proyek terkendala persoalan lahan dan keterbatasan anggaran.
"Masih sekitar 4 kilometer, tapi kendala pemerintah daerah di lahan dan anggaran," kata Petriandy, Kamis (30/7/2026).
Proyek tersebut telah dikerjakan secara bertahap sejak 2009. Pekerjaan berlanjut pada 2010 dan 2012, kemudian kembali dikerjakan pada 2023. Setelah itu, pembangunan belum berlanjut hingga sekarang.
Menurut Petriandy, pemerintah daerah kini lebih dulu fokus menyelesaikan persoalan lahan sebelum kembali melanjutkan pekerjaan fisik.
"Fokus kita ke lahannya dulu, cicil-cicil administrasi, kita identifikasi," ujarnya.
Penyelesaian Coastal Road, kata Petriandy, sebenarnya menjadi perhatian pemerintah daerah. Bahkan, Pemkab PPU sempat menjajaki opsi menghibahkan jalan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pemprov disebut tertarik karena berencana membangun dermaga di kawasan tersebut. Namun, rencana itu belum berlanjut karena terbentur anggaran dan status lahan yang belum tuntas.
"Provinsi menyampaikan tidak ada anggaran. Kedua, lahannya harus kita selesaikan," katanya.
Petriandy mengatakan Coastal Road memiliki fungsi strategis jika seluruh ruasnya terkoneksi. Selain membuka akses menuju kawasan pesisir dan mendorong kunjungan wisata, jalan tersebut dapat menjadi jalur alternatif ketika akses utama mengalami gangguan.
"Kalau akses itu terbuka, orang akan ramai lewat situ. Kalau jalan nasional rusak, Coastal Road bisa jadi alternatif. Sekarang kondisinya belum terkoneksi," ujarnya.
(Sf/Rs)