Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mulyono. (Foto-Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui sejumlah program strategis.
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi salah satu program yang dipilih. Melalui RPL, ratusan guru telah ikut serta selama dua tahun terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono menyebut 171 guru telah dikirim ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 2024 untuk menyetarakan latar belakang pendidikan ke jenjang Sarjana Pendidikan.
“Tahun ini kita tambah 300 orang. Jadi total dua tahun ini 450 guru kita ikutkan RPL,” ujar Mulyono.
Program ini ditujukan bagi para guru yang sebelumnya memiliki gelar di luar bidang kependidikan agar bisa mendapat kesetaraan akademik yang relevan dengan profesinya. Proses pendidikan juga dirancang fleksibel agar guru tetap dapat menjalankan tugas mengajarnya.
Selain program RPL, Disdikbud Kutim juga menggulirkan beasiswa reguler dalam program Indonesia Emas Daerah. Melalui kerja sama dengan Apkasi dan Lembaga Adi Luhung, sejumlah pelajar Kutim berhasil diterima di universitas ternama nasional seperti UI, ITB, UGM dan Universitas Merdeka Indonesia.
Tak kalah penting, Disdikbud Kutim juga menaruh perhatian pada pendidikan inklusi. Mulyono menargetkan agar setiap sekolah memiliki minimal satu guru inklusi untuk melayani siswa berkebutuhan khusus. Tahun ini 191 guru inklusi akan diwisuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan ratusan lainnya sedang menjalani pelatihan.
“Langkah ini penting untuk membentuk sistem pendidikan yang lebih inklusif dan merata,” jelasnya.
Dengan program-program ini, Pemkab Kutim berharap mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan yang kompeten dan mendukung kemajuan pendidikan di seluruh wilayah Kutim.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mulyono. (Foto-Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui sejumlah program strategis.
Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi salah satu program yang dipilih. Melalui RPL, ratusan guru telah ikut serta selama dua tahun terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim), Mulyono menyebut 171 guru telah dikirim ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 2024 untuk menyetarakan latar belakang pendidikan ke jenjang Sarjana Pendidikan.
“Tahun ini kita tambah 300 orang. Jadi total dua tahun ini 450 guru kita ikutkan RPL,” ujar Mulyono.
Program ini ditujukan bagi para guru yang sebelumnya memiliki gelar di luar bidang kependidikan agar bisa mendapat kesetaraan akademik yang relevan dengan profesinya. Proses pendidikan juga dirancang fleksibel agar guru tetap dapat menjalankan tugas mengajarnya.
Selain program RPL, Disdikbud Kutim juga menggulirkan beasiswa reguler dalam program Indonesia Emas Daerah. Melalui kerja sama dengan Apkasi dan Lembaga Adi Luhung, sejumlah pelajar Kutim berhasil diterima di universitas ternama nasional seperti UI, ITB, UGM dan Universitas Merdeka Indonesia.
Tak kalah penting, Disdikbud Kutim juga menaruh perhatian pada pendidikan inklusi. Mulyono menargetkan agar setiap sekolah memiliki minimal satu guru inklusi untuk melayani siswa berkebutuhan khusus. Tahun ini 191 guru inklusi akan diwisuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan ratusan lainnya sedang menjalani pelatihan.
“Langkah ini penting untuk membentuk sistem pendidikan yang lebih inklusif dan merata,” jelasnya.
Dengan program-program ini, Pemkab Kutim berharap mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan yang kompeten dan mendukung kemajuan pendidikan di seluruh wilayah Kutim.
(Sf/Lo)