Cari disini...
Seputar Kaltim
Prosesi penandatanganan simbolis penerima Beasiswa Berdaya 2025 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Ceremony Beasiswa Berdaya 2025 yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penyerahan simbolis beasiswa kepada para penerima sekaligus bentuk apresiasi kepada pelajar dan mahasiswa yang terpilih dalam program Beasiswa Berdaya 2025.
Superintendent Community Health & Education KPC, Febriana Kurnisari, menyampaikan KPC memiliki tiga program beasiswa utama, yakni Kutim Cerdas, Beasiswa Berdaya, dan Beasiswa Mengabdi untuk Kutim.
“Beasiswa Kutim Cerdas merupakan beasiswa berprestasi dengan standar minimum IPK tertentu bagi calon penerima. Kemudian Beasiswa Berdaya ditujukan bagi masyarakat Kutai Timur yang memiliki keterbatasan finansial. Sementara Beasiswa Mengabdi untuk Kutim adalah beasiswa penuh, di mana penerima nantinya kembali ke Kutai Timur untuk bekerja di instansi yang telah ditetapkan sejak awal,” ujar Febriana.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025, total penerima Beasiswa Berdaya sebanyak 165 orang, terdiri dari 80 penerima tingkat SLTP, 55 penerima tingkat SLTA, dan 30 penerima jenjang D3, D4, dan S1.
Pendaftaran Beasiswa Berdaya jenjang SMP dan SMA telah dibuka sejak November 2025, sementara untuk D3, D4, dan S1 dibuka pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Dalam proses seleksi, KPC menerapkan sistem penilaian (scoring system) dengan mempertimbangkan jenjang pendidikan, domisili atau kepemilikan KTP Kutim, serta kondisi keluarga mulai dari pekerjaan orang tua, tingkat pendapatan, hingga kondisi tempat tinggal.
“Penilaian tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi lebih kepada siapa yang benar-benar berhak menerima berdasarkan latar belakang dan kondisi keluarga mereka,” jelasnya.
Selain itu, untuk tingkat SLTP dan SLTA, KPC bekerja sama dengan sekolah-sekolah di empat kecamatan, yaitu Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, dan Bengalon. Dari seluruh sekolah tercatat 42 sekolah yang bersedia mengikuti program ini dan ikut serta dalam proses penilaian.
“Dalam menentukan penerima, KPC tidak bisa menetapkan sendiri. Pihak sekolah ikut andil agar program ini benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Selain Beasiswa Berdaya, Febriana mengungkapkan, KPC juga menjalankan Beasiswa Mengabdi untuk Kutim. Salah satu penerima, Syahrul Ramadhani, telah menyelesaikan pendidikan D3 di Akademi Bakti Kemanusiaan (ABK) Jakarta sejak 2022 hingga lulus pada 2025.
Selama menempuh pendidikan, Syahrul menerima beasiswa penuh termasuk biaya hidup. Setelah menyelesaikan studi, ia kembali ke Kutim dan kini menjadi staf Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutim.
“Kami berharap apa yang sudah KPC berikan dapat bermanfaat, bukan hanya untuk diri penerima beasiswa, tetapi juga bagi keluarga, lingkungan sekitar, dan kemajuan Kutim,” tutup Febriana.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Prosesi penandatanganan simbolis penerima Beasiswa Berdaya 2025 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur. (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Ceremony Beasiswa Berdaya 2025 yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penyerahan simbolis beasiswa kepada para penerima sekaligus bentuk apresiasi kepada pelajar dan mahasiswa yang terpilih dalam program Beasiswa Berdaya 2025.
Superintendent Community Health & Education KPC, Febriana Kurnisari, menyampaikan KPC memiliki tiga program beasiswa utama, yakni Kutim Cerdas, Beasiswa Berdaya, dan Beasiswa Mengabdi untuk Kutim.
“Beasiswa Kutim Cerdas merupakan beasiswa berprestasi dengan standar minimum IPK tertentu bagi calon penerima. Kemudian Beasiswa Berdaya ditujukan bagi masyarakat Kutai Timur yang memiliki keterbatasan finansial. Sementara Beasiswa Mengabdi untuk Kutim adalah beasiswa penuh, di mana penerima nantinya kembali ke Kutai Timur untuk bekerja di instansi yang telah ditetapkan sejak awal,” ujar Febriana.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025, total penerima Beasiswa Berdaya sebanyak 165 orang, terdiri dari 80 penerima tingkat SLTP, 55 penerima tingkat SLTA, dan 30 penerima jenjang D3, D4, dan S1.
Pendaftaran Beasiswa Berdaya jenjang SMP dan SMA telah dibuka sejak November 2025, sementara untuk D3, D4, dan S1 dibuka pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Dalam proses seleksi, KPC menerapkan sistem penilaian (scoring system) dengan mempertimbangkan jenjang pendidikan, domisili atau kepemilikan KTP Kutim, serta kondisi keluarga mulai dari pekerjaan orang tua, tingkat pendapatan, hingga kondisi tempat tinggal.
“Penilaian tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi lebih kepada siapa yang benar-benar berhak menerima berdasarkan latar belakang dan kondisi keluarga mereka,” jelasnya.
Selain itu, untuk tingkat SLTP dan SLTA, KPC bekerja sama dengan sekolah-sekolah di empat kecamatan, yaitu Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, dan Bengalon. Dari seluruh sekolah tercatat 42 sekolah yang bersedia mengikuti program ini dan ikut serta dalam proses penilaian.
“Dalam menentukan penerima, KPC tidak bisa menetapkan sendiri. Pihak sekolah ikut andil agar program ini benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Selain Beasiswa Berdaya, Febriana mengungkapkan, KPC juga menjalankan Beasiswa Mengabdi untuk Kutim. Salah satu penerima, Syahrul Ramadhani, telah menyelesaikan pendidikan D3 di Akademi Bakti Kemanusiaan (ABK) Jakarta sejak 2022 hingga lulus pada 2025.
Selama menempuh pendidikan, Syahrul menerima beasiswa penuh termasuk biaya hidup. Setelah menyelesaikan studi, ia kembali ke Kutim dan kini menjadi staf Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutim.
“Kami berharap apa yang sudah KPC berikan dapat bermanfaat, bukan hanya untuk diri penerima beasiswa, tetapi juga bagi keluarga, lingkungan sekitar, dan kemajuan Kutim,” tutup Febriana.
(Sf/Rs)