Seputar Kaltim

    Cek Kesehatan Gratis di Samarinda Masih Sepi, Baru 774 Warga yang Manfaatkan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 April 2025 pukul 11:14 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih mengatakan, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan sejak Februari 2025 lalu tercatat sebanyak 774 warga telah memanfaatkan layanan ini di 26 Puskesmas se-Kota Samarinda.

    Ia menyampaikan bahwa meskipun fasilitas sudah tersedia secara merata, partisipasi masyarakat masih tergolong rendah. 

    Menurut Ismid, saat ini mayoritas peserta CKG adalah kalangan dewasa. Untuk anak-anak, terutama usia sekolah, CKG akan diarahkan melalui program pemeriksaan di sekolah-sekolah, khususnya bagi siswa baru tingkat SD dan SMP. 

    "Nanti saat tahun ajaran baru dimulai, pemeriksaan akan dilakukan langsung di sekolah untuk siswa baru," kata Ismid, Kamis (17/4/2025).

    Secara nasional, program CKG menargetkan sepertiga populasi Indonesia pertahun atau sekitar 90 juta penduduk. Namun, hingga dua bulan pelaksanaan, baru sekitar 1,8 juta orang yang mengikuti program ini, termasuk 5.026 orang dari Kalimantan Timur. 

    "Artinya, masih sangat perlu upaya ekstra untuk menyosialisasikan manfaat program ini kepada masyarakat,” ucapnya.

     

    Ia menekankan bahwa program CKG merupakan bagian dari strategi preventif pemerintah dalam bidang kesehatan. 

    Menurutnya cek kesehatan ini penting untuk mendeteksi risiko penyakit lebih awal, karena dalam dunia kedokteran prinsip dasarnya adalah mencegah lebih baik daripada mengobati. 

    Kini, prosedur CKG juga sudah lebih mudah. Warga tidak perlu menunggu ulang tahun untuk melakukan pemeriksaan. Cukup datang langsung ke Puskesmas atau mengisi formulir pendaftaran melalui aplikasi Satu Sehat Mobile.

    Pihaknya juga terus berupaya mendorong partisipasi melalui jejaring organisasi masyarakat, termasuk Posyandu, serta memanfaatkan forum-forum pertemuan di tingkat kecamatan dan kelurahan. 

    "Bagaimanapun ilmu kedokteran itu yang paling penting mencegah daripada mengobati makanya tujuannya itu untuk mendeteksi faktor-faktor risiko melalui CKG," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Cek Kesehatan Gratis di Samarinda Masih Sepi, Baru 774 Warga yang Manfaatkan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 April 2025 pukul 11:14 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih mengatakan, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan sejak Februari 2025 lalu tercatat sebanyak 774 warga telah memanfaatkan layanan ini di 26 Puskesmas se-Kota Samarinda.

    Ia menyampaikan bahwa meskipun fasilitas sudah tersedia secara merata, partisipasi masyarakat masih tergolong rendah. 

    Menurut Ismid, saat ini mayoritas peserta CKG adalah kalangan dewasa. Untuk anak-anak, terutama usia sekolah, CKG akan diarahkan melalui program pemeriksaan di sekolah-sekolah, khususnya bagi siswa baru tingkat SD dan SMP. 

    "Nanti saat tahun ajaran baru dimulai, pemeriksaan akan dilakukan langsung di sekolah untuk siswa baru," kata Ismid, Kamis (17/4/2025).

    Secara nasional, program CKG menargetkan sepertiga populasi Indonesia pertahun atau sekitar 90 juta penduduk. Namun, hingga dua bulan pelaksanaan, baru sekitar 1,8 juta orang yang mengikuti program ini, termasuk 5.026 orang dari Kalimantan Timur. 

    "Artinya, masih sangat perlu upaya ekstra untuk menyosialisasikan manfaat program ini kepada masyarakat,” ucapnya.

     

    Ia menekankan bahwa program CKG merupakan bagian dari strategi preventif pemerintah dalam bidang kesehatan. 

    Menurutnya cek kesehatan ini penting untuk mendeteksi risiko penyakit lebih awal, karena dalam dunia kedokteran prinsip dasarnya adalah mencegah lebih baik daripada mengobati. 

    Kini, prosedur CKG juga sudah lebih mudah. Warga tidak perlu menunggu ulang tahun untuk melakukan pemeriksaan. Cukup datang langsung ke Puskesmas atau mengisi formulir pendaftaran melalui aplikasi Satu Sehat Mobile.

    Pihaknya juga terus berupaya mendorong partisipasi melalui jejaring organisasi masyarakat, termasuk Posyandu, serta memanfaatkan forum-forum pertemuan di tingkat kecamatan dan kelurahan. 

    "Bagaimanapun ilmu kedokteran itu yang paling penting mencegah daripada mengobati makanya tujuannya itu untuk mendeteksi faktor-faktor risiko melalui CKG," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)