Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu tempat pembuangan sampah di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Tumpukan sampah di bak amrol kerap kali menjadi keluhan masyarakat karena mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Masrani mengatakan kondisi ini terjadi karena tingginya aktivitas masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut.
"Selain itu kebiasaan petugas pengangkut sampah roda tiga yang ikut membuang sampah ke amrol di TPS. Padahal bak amrol diperuntukkan bagi masyarakat, bukan petugas pengangkut yang semestinya langsung membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ujar Masrani.
Ia pun menjelaskan kendaraan roda tiga tersebut dihibahkan ke RT dan kelurahan untuk membantu pengelolaan sampah secara langsung ke TPA. Tapi masih ada petugas yang membuang sampah ke TPS.
"Bayangkan jika setiap petugas roda tiga membuang sampah ke amrol hingga tiga kali sehari, tentu saja cepat penuh. seharusnya para petugas roda tiga yang sudah diberi bayaran dari warga bisa menyisihkan sebagian pendapatan dan waktu mereka untuk membuang langsung ke TPA," tuturnya.
Dirinya pun menyebut kondisi ini tidak hanya terjadi di TPS Jalan Niaga. Tapi juga di TPS Jalan Pulau Sambit, tepat di depan Inhutani yang juga mengalami hal serupa, sehingga dua bak amrol pun tetap tidak mampu menampung lonjakan sampah yang terjadi.
Oleh karena itu ia berharap perangkat RT, kelurahan dan kecamatan bisa memberikan pemahaman kepada para petugas agar tidak mencari jalan pintas dengan membuang di TPS terdekat.
"Kalau begini terus masyarakat yang dirugikan. Ini juga soal kesadaran dan tanggung jawab. Bagaimana lingkungan mau bersih kalau TPS tidak digunakan semestinya," tandasnya.
Masrani mengingatkan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dari semua pihak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga tidak saling lempar tanggung jawab dan dapat memberi kenyamanan bagi semua pihak.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu tempat pembuangan sampah di Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Tumpukan sampah di bak amrol kerap kali menjadi keluhan masyarakat karena mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Masrani mengatakan kondisi ini terjadi karena tingginya aktivitas masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan tersebut.
"Selain itu kebiasaan petugas pengangkut sampah roda tiga yang ikut membuang sampah ke amrol di TPS. Padahal bak amrol diperuntukkan bagi masyarakat, bukan petugas pengangkut yang semestinya langsung membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ujar Masrani.
Ia pun menjelaskan kendaraan roda tiga tersebut dihibahkan ke RT dan kelurahan untuk membantu pengelolaan sampah secara langsung ke TPA. Tapi masih ada petugas yang membuang sampah ke TPS.
"Bayangkan jika setiap petugas roda tiga membuang sampah ke amrol hingga tiga kali sehari, tentu saja cepat penuh. seharusnya para petugas roda tiga yang sudah diberi bayaran dari warga bisa menyisihkan sebagian pendapatan dan waktu mereka untuk membuang langsung ke TPA," tuturnya.
Dirinya pun menyebut kondisi ini tidak hanya terjadi di TPS Jalan Niaga. Tapi juga di TPS Jalan Pulau Sambit, tepat di depan Inhutani yang juga mengalami hal serupa, sehingga dua bak amrol pun tetap tidak mampu menampung lonjakan sampah yang terjadi.
Oleh karena itu ia berharap perangkat RT, kelurahan dan kecamatan bisa memberikan pemahaman kepada para petugas agar tidak mencari jalan pintas dengan membuang di TPS terdekat.
"Kalau begini terus masyarakat yang dirugikan. Ini juga soal kesadaran dan tanggung jawab. Bagaimana lingkungan mau bersih kalau TPS tidak digunakan semestinya," tandasnya.
Masrani mengingatkan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dari semua pihak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga tidak saling lempar tanggung jawab dan dapat memberi kenyamanan bagi semua pihak.
(Sf/Lo)