Seputar Kaltim

    Cegah Potensi Sengketa Lahan, DPKPP Paser Ketatkan Seleksi Pengembang di Expo

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    01 September 2026 pukul 14:28 WITA

    Kepala DPKPP Paser, Aji Mohm Tommy. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Paser siap menggelar Expo Perumahan perdana di Kabupaten Paser. Acara tersebut dikemas sebagai langkah nyata untuk memberikan edukasi serta perlindungan hukum bagi masyarakat dalam memilih hunian yang legal dan bebas dari potensi sengketa lahan.

    Kepala DPKPP Paser, Aji Mohd Tommy, menegaskan aspek legalitas menjadi fokus utama penyelenggaraan pameran itu. Pihaknya menerapkan standar seleksi yang sangat ketat bagi seluruh pengembang yang ingin berpartisipasi dalam ajang tersebut.

    Langkah preventif diambil untuk mengantisipasi maraknya kasus sengketa perumahan yang kerap merugikan konsumen. Melalui pameran ini, DPKPP Paser memastikan masyarakat dapat bertransaksi properti dengan rasa aman dan tenang.

    "Hanya pengembang dengan perizinan lengkap yang diizinkan berpartisipasi," tegas Aji Mohm Tommy, Selasa (2/9/2026).

    Sebanyak 12 pengembang resmi telah dipastikan hadir mengisi stan pameran. Tujuh di antaranya merupakan pengembang lokal, sementara lima pengembang lainnya didatangkan langsung dari luar daerah seperti Balikpapan dan Samarinda.

    Para pengembang tersebut bakal menyediakan pilihan hunian yang sangat beragam, mulai dari rumah subsidi hingga hunian komersil. Dari tujuh pengembang lokal yang berpartisipasi, tiga di antaranya secara khusus menyediakan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Expo Perumahan itu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 9-11 September 2026. Lokasi kegiatan dipusatkan di depan Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) kilometer 5, Kecamatan Tanah Grogot.

    Masyarakat dapat mengunjungi area pameran mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WITA tanpa dikenakan biaya masuk. Selain berinteraksi dengan pengembang, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung mengenai legalitas properti.

    Untuk memberikan layanan informasi yang komprehensif, DPKPP Paser juga memboyong instansi pemerintah yang menangani perizinan dan pembangunan. Kehadiran kontraktor hingga jasa notaris turut melengkapi ekosistem transaksi properti di lokasi acara.

    Aji Mohd Tommy menyebutkan bahwa gelaran itu merupakan implementasi dari program Paser Satu Huni (PSH). Program tersebut mendorong kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan hunian yang layak, terjangkau dan aman bagi seluruh warga Paser.

    "Ini merupakan program PSH untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat di Paser," tambahnya.

    Melalui pameran percontohan tersebut, DPKPP Paser berharap masyarakat yang belum memiliki rumah dapat memanfaatkan momen ini secara optimal. Warga diimbau hadir untuk menggali informasi mendalam sebelum memutuskan bertransaksi properti secara aman.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Cegah Potensi Sengketa Lahan, DPKPP Paser Ketatkan Seleksi Pengembang di Expo

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    01 September 2026 pukul 14:28 WITA

    Kepala DPKPP Paser, Aji Mohm Tommy. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Paser siap menggelar Expo Perumahan perdana di Kabupaten Paser. Acara tersebut dikemas sebagai langkah nyata untuk memberikan edukasi serta perlindungan hukum bagi masyarakat dalam memilih hunian yang legal dan bebas dari potensi sengketa lahan.

    Kepala DPKPP Paser, Aji Mohd Tommy, menegaskan aspek legalitas menjadi fokus utama penyelenggaraan pameran itu. Pihaknya menerapkan standar seleksi yang sangat ketat bagi seluruh pengembang yang ingin berpartisipasi dalam ajang tersebut.

    Langkah preventif diambil untuk mengantisipasi maraknya kasus sengketa perumahan yang kerap merugikan konsumen. Melalui pameran ini, DPKPP Paser memastikan masyarakat dapat bertransaksi properti dengan rasa aman dan tenang.

    "Hanya pengembang dengan perizinan lengkap yang diizinkan berpartisipasi," tegas Aji Mohm Tommy, Selasa (2/9/2026).

    Sebanyak 12 pengembang resmi telah dipastikan hadir mengisi stan pameran. Tujuh di antaranya merupakan pengembang lokal, sementara lima pengembang lainnya didatangkan langsung dari luar daerah seperti Balikpapan dan Samarinda.

    Para pengembang tersebut bakal menyediakan pilihan hunian yang sangat beragam, mulai dari rumah subsidi hingga hunian komersil. Dari tujuh pengembang lokal yang berpartisipasi, tiga di antaranya secara khusus menyediakan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Expo Perumahan itu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 9-11 September 2026. Lokasi kegiatan dipusatkan di depan Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) kilometer 5, Kecamatan Tanah Grogot.

    Masyarakat dapat mengunjungi area pameran mulai pukul 09.00 hingga 18.30 WITA tanpa dikenakan biaya masuk. Selain berinteraksi dengan pengembang, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung mengenai legalitas properti.

    Untuk memberikan layanan informasi yang komprehensif, DPKPP Paser juga memboyong instansi pemerintah yang menangani perizinan dan pembangunan. Kehadiran kontraktor hingga jasa notaris turut melengkapi ekosistem transaksi properti di lokasi acara.

    Aji Mohd Tommy menyebutkan bahwa gelaran itu merupakan implementasi dari program Paser Satu Huni (PSH). Program tersebut mendorong kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan hunian yang layak, terjangkau dan aman bagi seluruh warga Paser.

    "Ini merupakan program PSH untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat di Paser," tambahnya.

    Melalui pameran percontohan tersebut, DPKPP Paser berharap masyarakat yang belum memiliki rumah dapat memanfaatkan momen ini secara optimal. Warga diimbau hadir untuk menggali informasi mendalam sebelum memutuskan bertransaksi properti secara aman.

    (Sf/Lo)