Seputar Kaltim

    Cegah Penyebaran PMK, Distan PPU Bakal Vaksin 3.675 Hewan Ternak

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    22 Januari 2025 pukul 17:48 WITA

    Ilustrasi hewan ternak.(Istimewa)

    Penajam - Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi pada hewan ternak, khususnya hewan yang memiliki bentuk kuku terbelah seperti sapi, kambing dan lainnya mulai merebak kepermukaan.

    Terbaru, salah satu daerah di Jawa Barat (Jabar) sedang dilanda wabah virus PMK. Puluhan hewan ternak di wilayah itu ditemukan mati, setelah terjangkit virus tersebut. Bahkan aktivitas keluar masuk hewan ternak dibatasi hingga dilarang untuk mencegah penularannya.

    Untuk memastikan hewan ternak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak terjangkit dari virus yang bersifat menular ini, Dinas Pertanian (Distan) bakal melakukan vaksinasi terhadap 3.675 hewan ternak sepanjang 2025.

    “Wabah ini kadang muncul dan tenggelam, jadi sebagai langkah antisipasi kita menargetkan tahun ini ada 3.675 hewan ternak dari delapan ribu populasinya yang divaksinasi,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, Selasa (22/1/2025).

    Namun, Distan PPU belum dapat memastikan terkait jadwal pelaksanaan vaksinasi. Sebab, dosis vaksin yang seharusnya didistribusikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) belum diterima.

    “Kami masih menunggu dosis vaksin dari Pemprov, lagipula Pemprov juga masih menunggu dosis vaksin dari pusat,” ungkap Ristu.

    Meski sepanjang 2024 hingga kini belum ditemukan kasus hewan ternak yang terjangkit virus PMK di PPU, tapi langkah pencegahan sangat penting dilakukan.

    Sebab, jika hewan ternak sudah terjangkit virus tersebut, maka sangat sulit untuk memutus rantai penularannya. Apalagi, ini akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh peternak.

    “Virus PMK ini sangat berbahaya dan cepat menyebarnya. Kebanyakan hewan ternak yang terjangkit virus ini akan berakhir mati. Maka dari itu, kita siapkan langkah antisipasi dengan pemberian vaksinasi,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Cegah Penyebaran PMK, Distan PPU Bakal Vaksin 3.675 Hewan Ternak

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    22 Januari 2025 pukul 17:48 WITA

    Ilustrasi hewan ternak.(Istimewa)

    Penajam - Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi pada hewan ternak, khususnya hewan yang memiliki bentuk kuku terbelah seperti sapi, kambing dan lainnya mulai merebak kepermukaan.

    Terbaru, salah satu daerah di Jawa Barat (Jabar) sedang dilanda wabah virus PMK. Puluhan hewan ternak di wilayah itu ditemukan mati, setelah terjangkit virus tersebut. Bahkan aktivitas keluar masuk hewan ternak dibatasi hingga dilarang untuk mencegah penularannya.

    Untuk memastikan hewan ternak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak terjangkit dari virus yang bersifat menular ini, Dinas Pertanian (Distan) bakal melakukan vaksinasi terhadap 3.675 hewan ternak sepanjang 2025.

    “Wabah ini kadang muncul dan tenggelam, jadi sebagai langkah antisipasi kita menargetkan tahun ini ada 3.675 hewan ternak dari delapan ribu populasinya yang divaksinasi,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, Selasa (22/1/2025).

    Namun, Distan PPU belum dapat memastikan terkait jadwal pelaksanaan vaksinasi. Sebab, dosis vaksin yang seharusnya didistribusikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) belum diterima.

    “Kami masih menunggu dosis vaksin dari Pemprov, lagipula Pemprov juga masih menunggu dosis vaksin dari pusat,” ungkap Ristu.

    Meski sepanjang 2024 hingga kini belum ditemukan kasus hewan ternak yang terjangkit virus PMK di PPU, tapi langkah pencegahan sangat penting dilakukan.

    Sebab, jika hewan ternak sudah terjangkit virus tersebut, maka sangat sulit untuk memutus rantai penularannya. Apalagi, ini akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh peternak.

    “Virus PMK ini sangat berbahaya dan cepat menyebarnya. Kebanyakan hewan ternak yang terjangkit virus ini akan berakhir mati. Maka dari itu, kita siapkan langkah antisipasi dengan pemberian vaksinasi,” tandasnya.

    (Sf/By)