Seputar Kaltim

    Cegah Penipuan Travel Umrah, Masyarakat Diimbau Cermati Integritas di Aplikasi Nusuk dan Siskohat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    23 Juli 2026 pukul 15:40 WITA

    Kepala Kantor PHU Paser, Abdurrahman. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Minat masyarakat untuk dapat menunaikan ibadah haji ataupun umrah menuntut calon jemaah harus lebih teliti dalam memilih jasa travel yang akan mereka gunakan.

    Hal tersebut juga berkaitan dengan aduan terhadap 72 travel umrah yang beberapa waktu lalu sempat diterima oleh Kementerian Haji.

    Kepala Kantor Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kabupaten Paser, Abdurrahman menyebut ibadah umrah melalui travel dikelola oleh pihak swasta, maka itu pihaknya hanya memiliki wewenang sebatas monitoring terhadap hal tersebut.

    "Masyarakat harus lebih cermat dalam memilih. Apalagi sekarang sistemnya terintegrasi secara ketat melalui nusuk," kata Abdurrahman, Kamis (23/7/2026).

    Sementara terkait dengan aduan travel nakal di Paser, Abdurrahman menyampaikan hingga hari ini pihaknya masih belum menerima adanya laporan tersebut.

    Namun demikian, apabila ada masyarakat yang melapor, pihaknya siap untuk mengarahkan warga langsung melapor ke kepolisian agar dapat ditindak dengan tegas.

    Agar dapat mencegah terjadinya penipuan, ia mengimbau agar masyarakat agar melakukan pengecekan legalitas guna memastikan travel yang ingin mereka gunakan sudah resmi terdaftar.

     Selain itu masyarakat juga dapat mengecek rekam jejak travel tersebut dan memastikan layanan travel tersedia melalui aplikasi nusuk.

    Abdurrahman menyampaikan, di Paser saat ini terdapat satu travel berstatus kantor pusat resmi di Tanah Grogot dan ada satu travel lain yang juga sedang mengajukan perizinan kantor pusat. 

    Sementara terdapat juga travel yang berstatus tiga kantor cabang serta satu kantor perwakilan yang melaporkan operasionalnya ke Kantor PHU.

    "Banyak perwakilan atau agen travel. Kami memberi imbauan kepada pengelola perwakilan travel agar dapat melaporkan kepada kami," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Cegah Penipuan Travel Umrah, Masyarakat Diimbau Cermati Integritas di Aplikasi Nusuk dan Siskohat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    23 Juli 2026 pukul 15:40 WITA

    Kepala Kantor PHU Paser, Abdurrahman. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Minat masyarakat untuk dapat menunaikan ibadah haji ataupun umrah menuntut calon jemaah harus lebih teliti dalam memilih jasa travel yang akan mereka gunakan.

    Hal tersebut juga berkaitan dengan aduan terhadap 72 travel umrah yang beberapa waktu lalu sempat diterima oleh Kementerian Haji.

    Kepala Kantor Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kabupaten Paser, Abdurrahman menyebut ibadah umrah melalui travel dikelola oleh pihak swasta, maka itu pihaknya hanya memiliki wewenang sebatas monitoring terhadap hal tersebut.

    "Masyarakat harus lebih cermat dalam memilih. Apalagi sekarang sistemnya terintegrasi secara ketat melalui nusuk," kata Abdurrahman, Kamis (23/7/2026).

    Sementara terkait dengan aduan travel nakal di Paser, Abdurrahman menyampaikan hingga hari ini pihaknya masih belum menerima adanya laporan tersebut.

    Namun demikian, apabila ada masyarakat yang melapor, pihaknya siap untuk mengarahkan warga langsung melapor ke kepolisian agar dapat ditindak dengan tegas.

    Agar dapat mencegah terjadinya penipuan, ia mengimbau agar masyarakat agar melakukan pengecekan legalitas guna memastikan travel yang ingin mereka gunakan sudah resmi terdaftar.

     Selain itu masyarakat juga dapat mengecek rekam jejak travel tersebut dan memastikan layanan travel tersedia melalui aplikasi nusuk.

    Abdurrahman menyampaikan, di Paser saat ini terdapat satu travel berstatus kantor pusat resmi di Tanah Grogot dan ada satu travel lain yang juga sedang mengajukan perizinan kantor pusat. 

    Sementara terdapat juga travel yang berstatus tiga kantor cabang serta satu kantor perwakilan yang melaporkan operasionalnya ke Kantor PHU.

    "Banyak perwakilan atau agen travel. Kami memberi imbauan kepada pengelola perwakilan travel agar dapat melaporkan kepada kami," tutupnya.

    (Sf/Lo)