Seputar Kaltim

    Cegah Pelecehan di Sekolah, Disdikbud Kaltim Bakal Bina Guru Juga

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Februari 2025 pukul 15:21 WITA

    Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kasus pelecehan yang terjadi di lingkungan sekolah belakangan ini bikin resah banyak orang tua. Tidak cuma murid, guru pun jadi sorotan. 

    Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), Rahmat Ramadhan, menegaskan bahwa pembinaan enggak cuma buat murid, tapi juga buat para guru.

    "Saya sudah ingatkan ke guru-guru, 'bully' itu nggak boleh, baik dari murid ke teman, maupun guru ke teman. Yang namanya belajar itu nggak cuma buat murid, guru pun harus terus belajar," terang Rahmat.

    Rahmat menjelaskan, kasus pelecehan yang marak terjadi ini jadi perhatian khusus. Apalagi, pelecehan nggak selalu datang dari pelaku yang lebih tua. "Pelecehan itu bisa juga dipicu dari korban yang lebih dewasa. Jadi, kami imbau, murid-murid nggak perlu dandan berlebihan ke sekolah," tuturnya.

    Disdikbud Kaltim saat ini sedang gencar melakukan berbagai pelatihan, dan isu pelecehan jadi salah satu topik utama. Mereka berharap, dengan pembinaan yang berkelanjutan, kasus-kasus serupa bisa dicegah di masa depan.

    "Mari kita sama-sama jaga generasi penerus kita. Sekolah harus jadi tempat yang aman dan menyenangkan buat mereka belajar dan berkembang," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Cegah Pelecehan di Sekolah, Disdikbud Kaltim Bakal Bina Guru Juga

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Februari 2025 pukul 15:21 WITA

    Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kasus pelecehan yang terjadi di lingkungan sekolah belakangan ini bikin resah banyak orang tua. Tidak cuma murid, guru pun jadi sorotan. 

    Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), Rahmat Ramadhan, menegaskan bahwa pembinaan enggak cuma buat murid, tapi juga buat para guru.

    "Saya sudah ingatkan ke guru-guru, 'bully' itu nggak boleh, baik dari murid ke teman, maupun guru ke teman. Yang namanya belajar itu nggak cuma buat murid, guru pun harus terus belajar," terang Rahmat.

    Rahmat menjelaskan, kasus pelecehan yang marak terjadi ini jadi perhatian khusus. Apalagi, pelecehan nggak selalu datang dari pelaku yang lebih tua. "Pelecehan itu bisa juga dipicu dari korban yang lebih dewasa. Jadi, kami imbau, murid-murid nggak perlu dandan berlebihan ke sekolah," tuturnya.

    Disdikbud Kaltim saat ini sedang gencar melakukan berbagai pelatihan, dan isu pelecehan jadi salah satu topik utama. Mereka berharap, dengan pembinaan yang berkelanjutan, kasus-kasus serupa bisa dicegah di masa depan.

    "Mari kita sama-sama jaga generasi penerus kita. Sekolah harus jadi tempat yang aman dan menyenangkan buat mereka belajar dan berkembang," tukasnya.

    (Sf/Rs)