Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi sayur-sayuran dan buah-buahan (Dok: Pixabay)
Tenggarong - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat rapid test kit pada 2026.
Plt Kepala DKP Kukar, Ananais mengatakan dana sekitar Rp200 juta dianggarkan untuk pengadaan empat alat rapid test kit.
Alat tersebut berfungsi untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bakteri Salmonella pada bahan pangan segar asal tumbuhan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
“Kita memiliki tugas dan pokok fungsi untuk mengawasi pangan segar asal tumbuhan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan,” ujar Ananais, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pemeriksaan ini sangat penting guna memastikan bahan pangan segar asal tumbuhan aman dan terhindar dari bakteri Salmonella sebelum diolah menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami ditugaskan oleh BGN untuk melakukan pengecekan secara berkala pada pangan segar asal tumbuhan guna memastikan bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi,” terangnya.
“Jadi kami itu mengecek kandungan residu pestisidanya karena batas maksimumnya telah diatur dalam aturan Kementerian Pertanian,” tambahnya.
Ananais mengungkapkan pemerintah daerah rutin melakukan pengadaan alat rapid test kit setiap tahun.
Sebab, alat tersebut bersifat habis pakai dan harus terus diperbarui untuk menunjang kegiatan pengawasan pangan.
“Setiap tahun kami pengadaan rapid test kit karena sifatnya habis pakai,” papar Ananais.
Melalui pemeriksaan secara berkala tersebut, kualitas dan keamanan bahan pangan yang digunakan untuk penyajian menu MBG diharapkan dapat lebih terjamin.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi sayur-sayuran dan buah-buahan (Dok: Pixabay)
Tenggarong - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat rapid test kit pada 2026.
Plt Kepala DKP Kukar, Ananais mengatakan dana sekitar Rp200 juta dianggarkan untuk pengadaan empat alat rapid test kit.
Alat tersebut berfungsi untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bakteri Salmonella pada bahan pangan segar asal tumbuhan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
“Kita memiliki tugas dan pokok fungsi untuk mengawasi pangan segar asal tumbuhan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan,” ujar Ananais, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pemeriksaan ini sangat penting guna memastikan bahan pangan segar asal tumbuhan aman dan terhindar dari bakteri Salmonella sebelum diolah menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami ditugaskan oleh BGN untuk melakukan pengecekan secara berkala pada pangan segar asal tumbuhan guna memastikan bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi,” terangnya.
“Jadi kami itu mengecek kandungan residu pestisidanya karena batas maksimumnya telah diatur dalam aturan Kementerian Pertanian,” tambahnya.
Ananais mengungkapkan pemerintah daerah rutin melakukan pengadaan alat rapid test kit setiap tahun.
Sebab, alat tersebut bersifat habis pakai dan harus terus diperbarui untuk menunjang kegiatan pengawasan pangan.
“Setiap tahun kami pengadaan rapid test kit karena sifatnya habis pakai,” papar Ananais.
Melalui pemeriksaan secara berkala tersebut, kualitas dan keamanan bahan pangan yang digunakan untuk penyajian menu MBG diharapkan dapat lebih terjamin.
(Sf/Rs)