Seputar Kaltim

    Cegah Nikah Siri, KUA Tenggarong Buka Program Gratis 'Jemput Jodoh Halal' Berkonsep Marriage on the Road

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    02 Oktober 2026 pukul 16:46 WITA

    Staf KUA Tenggarong saat memberikan pelayanan kepada masyarakat (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tenggarong menyiapkan program Jemput Jodoh Halal sebagai upaya menjembatani masyarakat yang ingin mendapatkan pasangan hidup sesuai syariat Islam dan ketentuan perundang-undangan perkawinan.

    Kepala KUA Tenggarong, Hairillah mengatakan program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kecamatan Tenggarong, tapi terbuka bagi masyarakat dari wilayah lain selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

    “Jemput Jodoh Halal ini kami maksudkan untuk menjembatani masyarakat Kutai Kartanegara, bukan hanya Kecamatan Tenggarong, agar bisa mendapatkan jodoh yang sesuai dengan syariat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan hukum perkawinan,” ujar Hairillah, Jumat (2/10/2026).

    Menurutnya, program tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya pernikahan siri yang dinilai dapat menimbulkan berbagai persoalan bagi masyarakat.

    Pelaksanaan program ini dilakukan KUA Tenggarong dengan melibatkan penyuluh dan penghulu. Sebelum diluncurkan, peserta nantinya akan mendapatkan edukasi mengenai kehidupan rumah tangga dan perkawinan.

    Hairillah menjelaskan pendaftaran peserta telah dibuka sejak 29 September-Oktober 2026. Pendaftaran dilakukan melalui tautan yang telah disiapkan panitia dan disebarkan melalui media sosial dalam bentuk kode batang atau barcode. Untuk tahap pertama, KUA Tenggarong menargetkan sebanyak 25 pasangan dan tanpa dipungut biaya.

    “Untuk pendaftarannya tidak ada biaya. Cukup mereka mendaftarkan diri, nanti kami berikan edukasi dan itu juga gratis. Bahkan sampai ta’aruf pun insyaallah tidak dibutuhkan biaya,” jelasnya.

    Program ini terbuka bagi muda-mudi yang belum menikah maupun janda atau duda yang sudah tidak memiliki pasangan.

    Namun, peserta yang sebelumnya pernah melangsungkan pernikahan siri tidak masuk dalam kriteria program.

    Pada tahap awal, peserta dapat mendaftarkan diri terlebih dahulu tanpa persyaratan yang terlalu ketat. Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi terhadap data diri peserta yang telah masuk.

    “Daftar saja dulu. Nanti kan ada verifikasi setelah ini. Termasuk semua data diri mereka, usia, pendidikan dan sebagainya. Setelah terverifikasi, baru kami lihat datanya,” beber Hairillah.

    Setelah proses pendaftaran dan verifikasi, peserta akan dihimpun dalam grup khusus untuk mengikuti sejumlah edukasi.

    Materi yang diberikan meliputi psikologi rumah tangga, ketahanan keluarga, membangun rumah tangga berdasarkan nilai agama serta kesehatan reproduksi bagi calon pengantin.

    Setelah melalui tahapan itu, peserta akan dipertemukan dalam pertemuan besar untuk melihat komitmen masing-masing.

    Pada tahap ini, peserta diberikan kesempatan menentukan pilihan pasangan berdasarkan ketertarikan dan kecocokan mereka.

    “Yang memilih nanti mereka sendiri. Kami akan memperkuat pada saat ta’aruf dan melihat komitmen mereka seperti apa. Kalau masih berminat, bisa menyatakan pilihannya,” terangnya.

    Bagi peserta yang telah menemukan pasangan dan berkomitmen melanjutkan ke jenjang pernikahan, maka dilanjutkan dengan verifikasi wali nikah, rencana pernikahan, lokasi pelaksanaan serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

    Hairillah menyampaikan KUA Tenggarong juga berencana menggandeng sejumlah pihak, mulai dari penyedia jasa tata rias, katering hingga vendor pernikahan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

    Ia menambahkan rangkaian kegiatan utama direncanakan berlangsung pada Desember 2026, menjelang pergantian tahun sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

    Sementara itu, kegiatan ta’aruf dan penguatan komitmen peserta direncanakan berlangsung pada pekan pertama atau kedua Desember, menyesuaikan jumlah peserta yang telah terverifikasi.

    Salah satu konsep yang tengah disiapkan dalam rangkaian program tersebut ialah marriage on the road.

    Konsep ini berupa prosesi pernikahan yang dilaksanakan di atas kendaraan besar yang telah disiapkan dan memenuhi aspek keamanan.

    Kegiatan tersebut direncanakan berpusat di kawasan Titik Nol Tenggarong. Rangkaian seremoni kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan kendaraan hingga kembali ke Titik Nol, tempat pasangan yang telah menikah akan mengikuti prosesi lanjutan.

    “Konsepnya seperti itu. Mereka akan memusatkan kegiatan di Titik Nol, mulai dari seremoni sampai marriage on the road, kemudian kembali lagi ke Titik Nol,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Cegah Nikah Siri, KUA Tenggarong Buka Program Gratis 'Jemput Jodoh Halal' Berkonsep Marriage on the Road

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    02 Oktober 2026 pukul 16:46 WITA

    Staf KUA Tenggarong saat memberikan pelayanan kepada masyarakat (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tenggarong menyiapkan program Jemput Jodoh Halal sebagai upaya menjembatani masyarakat yang ingin mendapatkan pasangan hidup sesuai syariat Islam dan ketentuan perundang-undangan perkawinan.

    Kepala KUA Tenggarong, Hairillah mengatakan program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kecamatan Tenggarong, tapi terbuka bagi masyarakat dari wilayah lain selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

    “Jemput Jodoh Halal ini kami maksudkan untuk menjembatani masyarakat Kutai Kartanegara, bukan hanya Kecamatan Tenggarong, agar bisa mendapatkan jodoh yang sesuai dengan syariat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan hukum perkawinan,” ujar Hairillah, Jumat (2/10/2026).

    Menurutnya, program tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya pernikahan siri yang dinilai dapat menimbulkan berbagai persoalan bagi masyarakat.

    Pelaksanaan program ini dilakukan KUA Tenggarong dengan melibatkan penyuluh dan penghulu. Sebelum diluncurkan, peserta nantinya akan mendapatkan edukasi mengenai kehidupan rumah tangga dan perkawinan.

    Hairillah menjelaskan pendaftaran peserta telah dibuka sejak 29 September-Oktober 2026. Pendaftaran dilakukan melalui tautan yang telah disiapkan panitia dan disebarkan melalui media sosial dalam bentuk kode batang atau barcode. Untuk tahap pertama, KUA Tenggarong menargetkan sebanyak 25 pasangan dan tanpa dipungut biaya.

    “Untuk pendaftarannya tidak ada biaya. Cukup mereka mendaftarkan diri, nanti kami berikan edukasi dan itu juga gratis. Bahkan sampai ta’aruf pun insyaallah tidak dibutuhkan biaya,” jelasnya.

    Program ini terbuka bagi muda-mudi yang belum menikah maupun janda atau duda yang sudah tidak memiliki pasangan.

    Namun, peserta yang sebelumnya pernah melangsungkan pernikahan siri tidak masuk dalam kriteria program.

    Pada tahap awal, peserta dapat mendaftarkan diri terlebih dahulu tanpa persyaratan yang terlalu ketat. Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi terhadap data diri peserta yang telah masuk.

    “Daftar saja dulu. Nanti kan ada verifikasi setelah ini. Termasuk semua data diri mereka, usia, pendidikan dan sebagainya. Setelah terverifikasi, baru kami lihat datanya,” beber Hairillah.

    Setelah proses pendaftaran dan verifikasi, peserta akan dihimpun dalam grup khusus untuk mengikuti sejumlah edukasi.

    Materi yang diberikan meliputi psikologi rumah tangga, ketahanan keluarga, membangun rumah tangga berdasarkan nilai agama serta kesehatan reproduksi bagi calon pengantin.

    Setelah melalui tahapan itu, peserta akan dipertemukan dalam pertemuan besar untuk melihat komitmen masing-masing.

    Pada tahap ini, peserta diberikan kesempatan menentukan pilihan pasangan berdasarkan ketertarikan dan kecocokan mereka.

    “Yang memilih nanti mereka sendiri. Kami akan memperkuat pada saat ta’aruf dan melihat komitmen mereka seperti apa. Kalau masih berminat, bisa menyatakan pilihannya,” terangnya.

    Bagi peserta yang telah menemukan pasangan dan berkomitmen melanjutkan ke jenjang pernikahan, maka dilanjutkan dengan verifikasi wali nikah, rencana pernikahan, lokasi pelaksanaan serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

    Hairillah menyampaikan KUA Tenggarong juga berencana menggandeng sejumlah pihak, mulai dari penyedia jasa tata rias, katering hingga vendor pernikahan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

    Ia menambahkan rangkaian kegiatan utama direncanakan berlangsung pada Desember 2026, menjelang pergantian tahun sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

    Sementara itu, kegiatan ta’aruf dan penguatan komitmen peserta direncanakan berlangsung pada pekan pertama atau kedua Desember, menyesuaikan jumlah peserta yang telah terverifikasi.

    Salah satu konsep yang tengah disiapkan dalam rangkaian program tersebut ialah marriage on the road.

    Konsep ini berupa prosesi pernikahan yang dilaksanakan di atas kendaraan besar yang telah disiapkan dan memenuhi aspek keamanan.

    Kegiatan tersebut direncanakan berpusat di kawasan Titik Nol Tenggarong. Rangkaian seremoni kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan kendaraan hingga kembali ke Titik Nol, tempat pasangan yang telah menikah akan mengikuti prosesi lanjutan.

    “Konsepnya seperti itu. Mereka akan memusatkan kegiatan di Titik Nol, mulai dari seremoni sampai marriage on the road, kemudian kembali lagi ke Titik Nol,” tandasnya.

    (Sf/Lo)